Hukum

Keluarga Adnan Buyung Nasution Tuntut Media Online Perihal Pencemaran Nama Baik

Monday, 04 Mei 2015 | View : 1424

JAKARTA-SBN.

Pihak keluarga pengacara senior yang juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Adnan Buyung Nasution membantah kalau Ardan Mauly Putra Nasution (41) merupakan keluarga dari pengacara kondang tersebut.

Hal itu diutarakan keluarga Adnan Buyung Nasution, Pia Akbar Nasution saat berbincang dengan Okezone, Minggu (3/5/2015). “Dia bukan. Enggak ada (keluarga kami), sudah dikroscek belum,” cetus putri bungsu Adnan Buyung Nasution tersebut.

Keluarga pengacara kondang, Adnan Buyung Nasution akan melakukan tindakan hukum terhadap salah satu media online yang telah melakukan pencemaran nama baik. Pia Akbar Nasution mengaku keberatan dengan pemberitaan tersebut karena dianggap telah mencemarkan nama baik.

"Kami akan melakukan tindakan hukum ke Okezone karena sudah melakukan pencemaran nama baik terhadap keluarga kami," tegas alumnus Fakultas Hukum Unika Atma Jaya pada 1987 yang merupakan putri advokat gaek yang terkenal Adnan Buyung Nasution, Pia Akbar Nasution kepada Tempo, Minggu (3/5/2015).

Menurut perempuan kelahiran tahun 1969 ini yang nantinya penerus jejak pengacara senior Adnan Buyung Nasution ini, Pia Akbar Nasution, media yang ia sebut telah melakukan pemberitaan dengan mengaitkan sosok tak dikenal yang terlibat kasus transaksi sabu-sabu sebagai anggota keluarganya. "Siapa itu namanya saja kami enggak kenal. Memang kakak saya namanya juga Maully, tapi itu Mauly siapa?" tukas Pia Akbar Nasution yang berkantor di firma hukum Adnan Buyung Nasution and Partners di lantai 3 Menara Global, kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Sebelumnya, dalam pemberitaan di media online tersebut disebutkan Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Selatan mengamankan seorang pria bernama Ardan Mauly Putra Nasution berusia 41 tahun, yang juga warga Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara, saat akan bertransaksi narkoba jenis sabu-sabu pada Minggu (3/5/2015). Dalam berita tersebut dikatakan kalau Ardan Mauly Putra Nasution adalah anak Adnan Buyung Nasution.

"Kakak saya satu orang sudah meninggal (Iken BR. Nasution) mungkin media tahu itu, sedangkan saudara yang lain semuanya ada di Jakarta. Kami malah baru makan malam bareng di rumah bapak," terang putri bungsu di antara empat bersaudara ini, Pia Akbar Nasution yang adalah alumnus pascasarjana Bond University, Gold Coast, Queensland, Australia.

Dua saudara laki-lakinya yaitu Maully Donggur Rinanda Nasution dan Rasyid Perkasa Alam Nasution juga menjadi pengacara, menurut Pia Akbar Nasution tak ada yang tinggal di luar Ibu Kota. "Semuanya tinggal di Jakarta dan enggak ada yang terlibat obat-obatan," ucap Istri M. Djamil Syah Akbar, Pia Akbar Nasution yang pernah bekerja di firma hukum Subagyo, Roosdiono, Jatim and Djarot.

Seperti dikabarkan di media online tersebut, Ketua PP salah satu Kecamatan di Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara, Ardan Mauly Putra Nasution (41 tahun), dicokok aparat kepolisian dari Polres Tapanuli Selatan.

Ardan Mauly Putra Nasution ditangkap ketika sedang melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu di sebuah warung di kawasan Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara, Minggu (3/5/2015).

Dalam penangkapan itu, dari tangan tersangka Ardan Mauly Putra Nasution, petugas polisi menyita 11 paket sabu dan satu unit senjata api rakitan jenis revolver dengan empat butir peluru jenis FN.

Penangkapan tersebut, tambahnya, berdasarkan informasi dari masyarakat. Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Parluatan Siregar saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan terhadap Ardan. Ia mengaku penangkapan tersebut didasari informasi dari masyarakat tentang adanya transaksi sabu di warung tempat Ardan Mauly Putra Nasution ditangkap.

“Iya benar, sudah kami amankan tadi. Sekarang, kami masih melakukan pengembangan kasus. Kami akan menyelidiki dulu, ya,” beber Kepala Polres (Kapolres) Tapanuli Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Parluatan Siregar di Mapolres Tapanuli Selatan.

Tersangka sempat dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba kabur saat hendak ditangkap. Polisi menembak kaki kiri Ardan Mauly Putra Nasution karena tersangka mencoba kabur ketika hendak ditangkap.

“Tim reserse Polsek Binanga hendak menggerebek transaksi narkoba di salah satu warung di Kecamatan Barumun Tengah. Saat disergap, tersangka yang diintai langsung kabur, termasuk pengedar narkoba yang diincar. Petugas akhirnya melumpuhkan salah seorang yang kabur. Dari dirinya polisi menemukan satu unit senjata api rakitan lengkap dengan amunisinya,” ungkap Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Parluatan Siregar kepada wartawan, Minggu (3/5/2015) di Mapolres Tapsel.

Guna pengusutan lebih lanjut, Ardan Mauly Putra Nasution diamankan di Mapolres Tapanuli Selatan. Namun untuk Ardan Mauly Putra Nasution yang dikenal dengan panggilan Mauly, polisi masih menjerat dengan Pasal 1 ayat (2) UU Darurat No.12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman 7 tahun penjara.

Hukuman terhadap kepemilikan senjata api tanpa izin dalam UU Darurat No.12 Tahun 1951 disebutkan hukuman masksimal terhadap kepemilikan senjata api tanpa izin adalah maksimal hukuman mati, hukuman seumur hidup, dan 20 tahun penjara.

Hakim akan menggunakan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 184 KUHAP mengenai penerapan pembuktian.

Untuk diketahui, di Indonesia terdapat beberapa peraturan mengenai senjata api, yaitu:

a. Undang-undang Darurat No.12 Tahun 1951.

b. Undang-undang No.8 Tahun 1948.

c. Perpu No.20 Tahun 1960.

d. SK KAPOLRI No.Skep/244/II/1999 dan SK KAPOLRI Nomor Skep/82/II/2004 tanggal 16 Februari 2004 Tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Senjata Non-Organik TNI/Polri. (tem/oke/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.367.331 Since: 05.03.13 | 0.1889 sec