Ekonomi

KPPI Hentikan Penyelidikan Pemanis Buatan

JAKARTA-SBN. 

Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) merupakan institusi pemerintah yang menangani penyelidikan atas Permohonan Tindakan Pengamanan (Safeguards) terhadap produsen dalam negeri yang menderita kerugian serius dan/atau mengalami ancaman terjadinya kerugian serius, dari akibat melonjaknya impor barang sejenis atau barang yang secara langsung bersaing dengan barang produsen dalam negeri. KPPI didirikan pada tahun 2003 melalui SK Menperindag No.84/MPP/Kep/2/2003 tanggal 17 Februari 2003. SK ini merupakan tindak lanjut dari Keppres No.84 Tahun 2002 tanggal 16 Desember 2002 tentang Tindakan Pengamanan Industri Dalam Negeri Dari Akibat Lonjakan  Impor.

Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) hari ini mengumumkan penghentian penyelidikan perpanjangan tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) atas impor bahan pemanis makanan, minuman, dan obat atau gula dingin (dextrose monohydrate/DMH) pada 31 Juli 2013. Dextrose monohydrate adalah bubuk putih atau krem putih yang dapat mengkristal. Ini adalah turunan dari pati dan dapat ditemukan aplikasi yang beragam di pasar. Ini merupakan bahan baku pada industri makanan seperti industri gula yang banyak digunakan dalam kembang gula di marmalad dan jeli. Industri minuman ringan sebagai pemanis dan aroma penambah dalam produksi bir dan anggur. Selain itu pada industri farmasi, dipakai dalam pembuatan antibiotik seperti penisilin, ampisilin dan pembuatan sorbitol, kalsium glukonat.

Impor dextrose monohydrate dikenakan aturan safeguard pada 24 Agustus 2009 silam, namun pengenaan ini berakhir pada 23 Agustus 2012. “Sebelumnya, impor dextrose monohydrate/DMH telah dikenakan safeguard pada 24 Agustus 2009. Namun, pengenaan ini kemudian berakhir pada 23 Agustus 2012,” terang Ernawati.

Pengenaan safeguard merupakan permohonan PT Sorini Agro Asia Corporindo, Tbk. “Pengenaan safeguard tersebut, juga dilakukan atas permohonan PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk.,” imbuh Ernawati. Dalam siaran pers, Ketua KPPI, Ernawati menyatakan bahwa pemohon selanjutnya meminta perpanjangan karena perusahaan tersebut masih dalam proses penyesuaian struktural. “Selain itu, PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. juga masih mengalami kerugian akibat impor produk tersebut yang volumenya masih tinggi pada tahun 2012,” sambung Ernawati, Rabu (31/7/2013).

Meski demikian, hingga sekarang, PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. belum mengajukan permohonan perpanjangan penyelidikan sesuai waktu yang telah ditentukan sebagaimana yang diisyaratkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2011.

Pada 9 April 2008, PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. telah mengajukan permintaan kepada KPPI untuk pengenaan safeguard terhadap produk DMH impor dari China, Prancis, Italia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Jerman, HongKong, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti KPPI dengan penyelidikan impor DMH. 

Impor DMH selama tahun 2007 mengalami kenaikan 73,71% dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 12.249 ton menjadi 21.278 ton. Produk DMH impor tersebut juga menguasai 75% dari total permintaan DMH di Indonesia. Indonesia mengimpor DMH dari 24 negara, dan yang terbesar didatangkan dari China dan Prancis.

Sebelum pelaporan tersebut, PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. telah menghentikan produksi DMH sejak tahun 2004 karena ketatnya persaingan dengan produk impor. Perusahaan tersebut juga mengaku mengalami kerugian yang semakin meningkat sejak tahun 2004. Pada tahun 2004, kerugian yang dialami PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. mencapai Rp 2,5 miliar dan melonjak hingga Rp 7 miliar pada tahun 2007.

Dalam putusannya, KPPI mengenakan bea masuk tambahan untuk produk DMH sebagai tindak pengamanan perdagangan gula dingin pada tahun pertama mencapai sebanyak Rp 2.700 per kilogram pada tahun pertama. Kemudian, pada tahun kedua Rp 2.400 per kilogram, dan pada tahun ketiga Rp 2.100 per kilogram. Harga produk yang biasa menjadi taburan donat di pasaran ini sekarang sekitar Rp 10.500.

Pada tahun 2008, sebelum dikenakan safeguard, Indonesia mengimpor dextrose monohydrate atau gula dingin sebanyak 23,8 juta kilogram. Setelah dikenakan safeguard, volume impor produk tersebut turun hingga menjadi 22,5 juta kilogram pada tahun 2010. Impor produk tersebut kembali turun menjadi 19 juta kilogram pada tahun 2011. Tapi, dengan berakhirnya safeguard pada tahun 2012, volume impor dextrose monohydrate melonjak kembali hingga mencapai 32,6 juta kilogram.

Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) menghentikan perpanjangan penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) atas impor dextrose monohydrate. Ketua KPPI Ernawati menjelaskan, hal ini dilakukan karena setelah usai melakukan analisa secara hukum, penyelidikan atas perpanjangan safeguard ini dinilai tidak mungkin berlanjut atau tidak bisa dilanjutkan karena PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk., sebagai pemohon, tidak mengajukan permohonan pada tepat waktu atau waktu yang telah ditentukan sebagaimana yang disyaratkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2011. Hal itu melanggar persyaratan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2011. “Setelah dilakukan analisis hukum, penyelidikan atas perpanjangan safeguard ini tidak mungkin dilanjutkan,” tutur Ketua KPPI Ernawati melalui siaran persnya di Jakarta, Rabu (31/7/2013). “PT. Sorini Agro Asia Corporindo Tbk., sebagai pemohon dalam perkara ini, tidak mengajukan permohonan pada waktu yang telah ditentukan sebagaimana yang disyaratkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011,” jelas Ketua KPPI, Ernawati dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (31/7/2013). (jos/lip6/ant)

See Also

Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.802.290 Since: 05.03.13 | 0.1392 sec