Politik

DPP Partai Demokrat Tantang 161 DPC Tempuh Jalur Hukum

Friday, 01 Mei 2015 | View : 707

JAKARTA-SBN.

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat menyikapi secara dingin ancaman 161 mantan Ketua DPC Demokrat yang sudah dicopot oleh partai.

Menurut, Ketua Harian Partai Demokrat, Syarief Hasan, pencopotan itu sudah sesuai dengan aturan. Menurut Syarief Hasan, 161 orang itu diganti karena terjerat masalah dan melanggar AD ART partai.

Hal itu disampaikan Syarief Hasan ketika dihubungi Jumat (1/5/2015). Menurut dia, DPP Demokrat tidak akan terpengaruh dengan protes yang dilayangkan 161 mantan ketua DPC itu. Menurut dia, keputusan pencopotan itu sudah tepat. "Orang dicopot karena bermasalah. Kami mendapatkan laporan dari daerah," jelasnya.

Syarief Hasan mempersilahkan jika ke 161 orang itu menempuh jalur hukum di Pengadilan Negeri (PN). Menurut dia mekanisme itu sah-sah saja digunakan. Namun, dia memastikan DPP Demokrat tidak akan menanggapi gugatan tersebut. "Silahkan saja, tapi kami tidak akan tanggapi," tukas Syarief Hasan.

Suami artis Inggrid Kansil itu menganggap protes keras itu bukan kewenangan pengadilan yang memutuskan. Pasalnya penyelesaian masalah partai sudah diatur di dalam Undang-undang (UU) partai politik yakni UU Nomor 2 Tahun 2011.

Dalam regulasi itu disebutkan jika ada permasalahan partai maka harus diselesaikan dulu di internal partai. "Ya lewat Mahkamah Partai (MP)," paparnya.

Mantan Menteri UMKM dan Koperasi di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu balik bertanya pada 161 orang tersebut. Mengapa permasalahan ini baru muncul di detik-detik menjelang kongres yang bakal diadakan pada tanggal 11-13 Mei 2015 mendatang di Surabaya. Padahal, pencopotan ketua DPC itu sudah dilakukan tahun lalu.

Dia mengaku, manuver 161 mantan ketua DPC itu sudah diketahui oleh SBY. Menurut Syarief Hasan, Presiden ke enam Indonesia itu tidak terpengaruh dengan gerakan tersebut. "Pak SBY meminta kami untuk menyikapinya dengan arif. Sesuai dengan mekanisme UU partai politik," beber Syarief Hasan.

WaSekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan menjelaskan bahwa pencopotan 161 ketua DPC itu tidak ada hubungannya dengan kongres. Proses pergantian pimpinan partai di level kabupaten dan kota itu juga sesuai dengan prosedur.

Yakni Pengurus Anak Cabang (PAC) menyampaikan mosi tidak percaya pada ketua DPC. Pernyataan itu diteruskan ke DPD Partai Demokrat. Pengurus di level provinsi itu memberikan surat keterangan atas laporan PAC itu ke DPP. "Jadi gak ada ceritanya ujug-ujug mem-plt-kan orang," jelas Ramadhan Pohan, Jumat (1/5/2015).

Menurut Ramadhan Pohan, manuver yang dilakukan oleh Kaukus Penyelamat Partai itu disebabkan momen mendekati kongres Partai Demokrat. Gerakan itu bertujuan mengacaukan forum tertinggi partai berlambang mercy itu. Ke 161 orang itu sudah mengancam akan hadir di dalam kongres tersebut.

Kecurigaan mulai pun muncul. Ada informasi yang menyebutkan bahwa gerakan mereka di back up oleh politisi Demokrat yang tidak ingin SBY kembali menjadi Ketua Umum.

Menanggapi ancaman itu Ramadhan Pohan mengaku tidak takut. Mantan anggota DPR RI itu mengaku ke 161 orang itu tidak akan bisa masuk ke arena kongres. Sebab mereka tidak diundang dan pengamanan akan sangat ketat.

Selain itu, mereka sudah tidak lagi mempunyai hak suara karena ketika dicopot otomatis hak suara mereka hilang. "plt yang mempunyai hak suara," paparnya.

Sedangkan terkait adanya back up dari kader Demokrat yang tak mau SBY kembali jadi Ketua Umum, sampai kini Ramadhan Pohan belum mendengar isu tersebut. Jika memang ada skenario seperti itu, Ramadhan Pohan mengatakan orang tersebut tidak ingin melihat Demokrat kembali menjadi partai besar.

Lebih lanjut, Ramadhan Pohan mengajak kader-kader Demokrat yang kini menjadi penantang SBY untuk sadar diri. Menurut pria yang dulunya berprofesi sebagai wartawan  itu, Gede Pasek Suardika, dan Marzuki Alie menjadi tokoh besar tak lepas dari jasa dari suami Ani Yudhoyono.

"Gede Pasek jadi Ketua Komisi III dan Pak Marzuki jadi Ketua DPR. Itu semua jasa pak SBY," terangnya.

Juru Bicara DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan berani memastikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan kembali menjabat Ketua Umum (Ketum) partai berlambang mercy tersebut untuk periode 2015-2020.

Pasalnya, meski terdapat ‘perlawanan’ sejumlah pihak, namun jumlahnya tidak signifikan. Karena itu tidak berpengaruh besar pada kongres Demokrat yang akan digelar 11-13 Mei 2015 mendatang di Surabaya.

“Kalaupun ada (yang menentang) itu hanya satu dua orang. Kelompok-kelompok lama. Jadi tidak akan berpengaruh. Saya kira SBY kembali menjadi Ketua Umum, pasti akan berjalan mulus. Karena (kelompok penentang), jumlahnya segitu-gitu saja,” cetus Hinca Pandjaitan kepada awak media, Rabu (29/4/2015).

Selain jumlah yang sangat sedikit, di Partai Demokrat menurut Hinca Pandjaitan, juga tidak ada kelompok penentang yang militan. Apalagi tidak ada kader yang mampu menyaingi kemampuan dan popularitas SBY.

“Tapi kalau untuk posisi Sekjen, yang pasti bukan Ibas (Edi Baskoro). Karena sekarang dia menjabat Ketua Fraksi di DPR. Jadi untuk bursa Sekjen karena ditinggal (Ibas) banyak nama-nama calon muncul, mau mengambil posisi tawar,” tutur Hinca Pandjaitan.

Saat ditanya apakah dirinya siap bertarung mengisi jabatan Sekjen, Hinca Pandjaitan mengaku belum berpikir ke arah sana. Alasannya, selain masih merupakan kader baru di Demokrat, dirinya untuk saat ini lebih mengikuti dinamika yang berkembang.

“Untuk posisi Sekjen nanti ditunjuk pak SBY selaku ketua formatur. Mungkin orangnya adalah kader yang bependidikan, muda, dinamis serta memiliki kemampuan di bidang organisasi. Kalau aku selain masih baru, saat ini masih mengikuti apa yang ada,” jelas Hinca Pandjaitan.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, menyentil sejumlah kader partai berlambang mercy itu yang ingin maju sebagai calon Ketua Umum.

Amir Syamsuddin mengatakan, siapa pun yang merasa mampu bersaing dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Kongres III Demokrat sebaiknya sadar diri saja.

"Sepatutnya mereka menyadari bahwa upaya mendongkrak diri dengan cara-cara mengecilkan kebesaran seorang penggagas, pendiri dan penyelamat PD seperti SBY hanya akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri," tegas Amir Syamsuddin kepada awak media, Sabtu (25/4/2015).

Amir Syamsuddin juga mengingatkan, kader-kader Demokrat juga tidak mungkin bersimpati dan mendukung orang-orang yang tidak jelas kinerja, prestasi dan jasanya. Khususnya jasa pada saat-saat Demokrat menghadapi masa-masa sulit dan genting.

"Strategi menyerang SBY adalah langkah tidak cerdas yang sekaligus mencerminkan rendahnya kualitas yang bersangkutan," demikian Amir Syamsuddin. (jos/jpnn)

See Also

Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
Rapat Paripurna DPR RI Setujui Program Dana Aspirasi
Pimpinan DPR RI Minta MKD Usut Tuntas Dugaan Gelar Doktor Palsu
4 Butir Hasil Islah Partai Golkar
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.161.844 Since: 05.03.13 | 0.1603 sec