Hukum

Kronologi Penangkapan Jaringan Freddy Budiman

Wednesday, 22 April 2015 | View : 326

JAKARTA-SBN.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil menangkap dua warga Sri Lanka, Yakoof M.M. Haniffa dan Vigneswaran S, yang diduga merupakan anggota jaringan pengedar narkotika Freddy Budiman.

Dua pengedar itu membawa 14,5 kg sabu-sabu. Sebanyak 5 kg di antara jumlah tersebut diketahui mirip dengan sabu-sabu milik Freddy Budiman. Sangat mungkin keduanya adalah pembeli dari Freddy Budiman.

Sesuai dengan kronologi Bareskrim, 13 Maret, petugas menangkap dua warga Sri Lanka di tempat parkir Season City, Jakarta Barat. Dari dua orang tersebut, polisi menemukan 4 kilogram sabu-sabu.

Dari keterangan keduanya, petugas berhasil meringkus Abdul Fakar dan Irfan Dwi Artanto di depan kantor Kelurahan Ragunan. Mereka tertangkap basah membawa 500 gram sabu-sabu.

Dari keterangan Abdul dan Irfan, polisi menangkap Dedi Gultom di sebuah hotel di Jakarta Barat. Dari Dedi Gultom, petugas menyita 5 kilogram sabu-sabu. Berdasar keterangan Gultom, polisi berusaha menangkap seseorang berinisial DN di Cengkareng.

Namun, DN berhasil melarikan diri. Total sabu-sabu yang didapat dari operasi berantai itu mencapai 14,5 kilogram dengan nilai lebih dari Rp 29 miliar.

Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Pol. Anjan Pramuka Putra menjelaskan, dua warga Sri Lanka tersebut ternyata terhubung dengan seseorang berinisial Y yang merupakan warga Malaysia. Y menyuruh keduanya untuk mengirimkan sabu-sabu. "Dengan begitu, dapat dipastikan jaringan narkotika ini berskala internasional," ungkapnya.

Bukan hanya itu. Karena sebagian barang bukti (BB) mirip dengan milik Freddy Budiman, diduga jaringan tersebut terhubung dengan jaringan Freddy Budiman. "Itu sedang kami dalami. Kami mencoba mencocokkan sabu-sabu tersebut," papar Brigjen Pol. Anjan Pramuka Putra di kantor Direktorat Tindak Pidana Narkotika di daerah Cawang, Jakarta.

Sumber internal Bareskrim menyebutkan, 5 kilogram sabu-sabu tersebut diperkirakan dibeli jaringan Sri Lanka dari Freddy Budiman. Dengan begitu, bisa diketahui bahwa jaringan Freddy Budiman sebenarnya lebih besar daripada yang diprediksi. "Ada indikasi, masih ada anggota jaringan Freddy yang bebas berkeliaran," bebernya.

Yang lebih mengkhawatirkan, ternyata dua warga Sri Lanka tersebut sempat diminta membantu seorang napi yang dipenjara di Lapas Cipinang. Sangat mungkin terpidana di Lapas Cipinang itu merupakan jaringan pengedar internasional tersebut.

"Keterkaitan terpidana itu masih diperiksa. Namun, mungkin terhubung karena mengedarkan narkotik," jelasnya.

Brigjen Pol. Anjan Pramuka Putra menambahkan, sesuai dengan hasil pemeriksaan terhadap seluruh tersangka, diduga sabu-sabu tersebut berasal dari Iran atau China. Jalur masuknya, dari China masuk ke Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui Aceh. "Kalau dari Iran, biasanya melewati jalur laut," jelasnya.

Sementara itu, mengenai perkembangan pemeriksaan jaringan Freddy Budiman, Brigjen Pol. Anjan Pramuka Putra menegaskan, saat ini seluruh harta Freddy Budiman telah disita. Bila sebelumnya rekening Freddy Budiman belum disita, saat ini rekening itu telah disita dan diperiksa. "Jumlah uang dalam rekening belum diketahui," ungkapnya.

Polisi berfokus menelisik siapa saja yang pernah mentransfer uang kepada Freddy Budiman. Dengan demikian, jaringan yang terhubung dengan Freddy Budiman bisa terlacak. "Kami ingin mengungkap semua jaringan tersebut," tegasnya.

Nama Fredy Budiman kembali mencuat ke publik setelah jaringan binis narkobanya dibongkar jajaran Bareskrim Polri. Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri mengungkap pabrik ekstasi milik Freddy Budiman di Cengkareng. Jaringan Freddy Budiman ternyata juga melibatkan keluarganya, adik dan kakak.

Meski sudah menyandang status terpidana mati dan ditahan di Lapas Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Freddy Budiman belum juga dieksekusi.

Kapuspenkum Kejagung Tony Tribagus Spontana mengatakan, Freddy Budiman masuk dalam list terpidana mati yang sekarang dalam proses kasasi. "Saat ini kita masih menunggu putusan kasasi," kata Tony Tribagus Spontana.

Namun, ia menambahkan, dengan terungkapnya Freddy Budiman melakukan kembali bisnis haramnya dari dalam penjara, tentu ini akan menjadi perhatian oleh aparat penegak hukum.

"Termasuk Kepolisian, Kejaksaan dan tentunya Mahkamah Agung yang secara bijaksana tentu akan mempercepat putusan kasasi yang diajukan oleh Freddy Budiman tersebut," kata dia.

Tony Tribagus Spontana menegaskan, kalau status hukumnya sudah selesai tentu akan dieksekusi. (jos/jpnn)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.875.640 Since: 05.03.13 | 0.1248 sec