Hukum

Abraham Samad Dan Bambang Widjojanto Pekan Ini Diperiksa Lagi

Tuesday, 21 April 2015 | View : 462

JAKARTA-SBN.

Tantangan Wakil Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto supaya Polri mempercepat dan menuntaskan kasus hukum yang menjeratnya berbuah hasil.

Polri merespons cepat permintaan Bambang Widjojanto, tersangka dugaan memberikan keterangan palsu di bawah sumpah pada persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi 2010. Pria yang karib disapa BW itu ingin kasusnya diperjelas dan dipercepat.

Kepolisian RI telah mengungkapkan rencana melanjutkan penyidikan kasus dugaan rekayasa kesaksian pada sidang sengketa pilkada Kotawaringin Barat dengan tersangka pimpinan KPK nonaktif, Bambang Widjojanto. Terlebih, upaya melanjutkan penyidikan itu merupakan permintaan BW sapaan Bambang Widjojanto sendiri.

Kapolri Jenderal Pol. Drs. Badrodin Haiti sudah memerintahkan kepada anak buahnya untuk mempercepat penanganan kasus BW.

Menurut Kapolri Jenderal Pol. Drs. Badrodin Haiti, dirinya sudah memerintahkan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Budi Waseso untuk memproses kasus BW. "Itu sudah ditindaklanjuti sama Bareskrim," tegas Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti di Kejaksaan Agung, Selasa (21/4/2015). "Beliau (BW) minta, ya kita tindaklanjuti," imbuh dia.

Ketika disinggung upaya melanjutkan penyidikan atas BW itu juga akan diikuti dengan penahanan, Jenderal Polisi Drs. Badrodin Haiti tak berani memastikannya.

"Ya saya tidak tahu. Tanya Kabareskrim," ujar Jenderal Polisi Drs. Badrodin Haiti.

Yang jelas, kata Jenderal Pol. Badrodin Haiti, saat ini proses hukum terhadap BW dilanjutkan lagi. "Proses hukumnya dilanjutkan," tambah dia.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan segera menggarap BW dalam kapasitas sebagai tersangka dugaan memerintahkan memberikan keterangan palsu di bawah sumpah pada persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi 2010.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol. Budi Waseso menegaskan kemungkinan BW akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan pada Kamis (23/4/2015).  “Iya, iya mungkin (Kamis). BW kami panggil untuk minta tambahan keterangan,” tegas Komjen Pol. Budi Waseso di Mabes Polri, Selasa (21/4/2015).

Namun Buwas tak ingin memastikan apakah nanti BW akan langsung dijebloskan ke sel tahanan. “Kok ditahan? Senengnya (wartawan kalau tanya soal) ditahan,” ungkap jenderal bintang tiga ini.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Anton Charliyan, sebagai bentuk perintah Badrodin, penyidik segera akan memanggil BW dan Abraham Samad (Ketua KPK Nonaktif).

"Kemungkinan minggu ini dipanggil beliau (BW) untuk diperiksa. Jadi, ada kepastian hukum," kata Irjen Pol. Anton Charliyan di Mabes Polri, Selasa (21/4/2015).

Dia mengatakan, memang sudah amanat dari Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana jika setiap orang harus dapat kepastian hukum.

Karenanya, ia menegaskan, Bareskrim Polri akan segera memanggil mantan pengacara itu. Dia mengisyaratkan pemeriksaan BW akan dilakukan pada Jumat pekan ini.

"Kita hormati Pak Kapolri agar proses dipercepat. Bareskrim akan panggil dia (BW)," tegas Irjen Pol. Anton Charliyan.

Lebih lanjut dia mengatakan untuk pekan ini yang akan diperiksa terlebih dahulu adalah BW.

Sedangkan Abraham Samad, Ketua KPK non aktif yang jadi tersangka dugaan pemalsuan dokumen di Polda Sulselbar, akan menyusul digarap kemudian.

"Minggu ini Pak BW dulu. Beliau ingin lebih cepat, kita akomodir. Kalau Samad, ya secepatnya juga," beber Irjen Pol. Anton Charliyan.

Pada bagian lain, terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen dengan tersangka Ketua KPK nonaktif Abraham Samad menunggu tindakan dari Polda Sulawesi Selatan dan Barat. “Tergantung (Polda) Sulselbar,” kata Komjen Pol. Budi Waseso

Yang jelas, Buwas menegaskan, kasus yang menjerat Abraham Samad dan BW ini tidak ada kaitannya dengan hubungan KPK-Polri. Lagi pula, sambung dia, saat ini sudah habis masa cooling down sehingga sudah waktunya ditindaklanjuti. “Berkas dan saksi sudah lengkap, tinggal keterangan tersangka saja," tegas Komjen Pol. Budi Waseso. (jos/jpnn)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.875.747 Since: 05.03.13 | 0.1219 sec