Hukum

Polres Depok Bekuk Pelaku Pelecehan Anak

Tuesday, 28 April 2015 | View : 412

DEPOK-SBN.

Kasus pelecehan seksual anak dib awah umur menimpa keluarga dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok EM. Anak perempuannya berusia delapan tahun itu dicabuli oleh salah satu kuli bangunan berisial HK, 40 tahun, yang terjadi di rumah mereka sendiri di Kecamatan Cipayung.

Kasus yang menimpa putrinya itu pun langsung dilaporkan wakil rakyat ini ke Polresta Depok, Jalan Margonda Raya No.14, Depok, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Senin (27/4/2015) malam.

Orang tua korban, EM mengatakan, kasus pencabulan anaknya itu terungkap setelah putrinya YM, menceritakan perbuatan pekerjanya tersebut. Dari pengakuan bocah malang ini, pelecehan seksual itu telah dilakukan HK sebanyak lima kali. Kejadian nahas itu terjadi saat sang putri pulang sekolah.

"Baru Senin malam keluarga mengetahui, makanya langsung dilaporkan ke polisi. Pelakunya yang bekerja merehab rumah saya. Pengakuan anak saya sudah lima kami dan ini tidak dapat dibiarkan," beber EM, Selasa (28/4/2015).

Tak sampai disitu, EM mengungkapkan, sebelum melaporkan kasus itu keluarganya pun melakukan visum ke salah satu rumah sakit terdekat. Dari hasil visum itu keluarganya bersama sang putri melaporkannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Penyidik PPA melakukan pemeriksaan kepada EM selama dua jam.

"Agak lama dimintai keterangan karena takut psikologis anak saya terganggu. Saya hanya berharap kasus ini ditangani dengan cepat, biar jangan ada lagi korban lain. Pelakunya memang masih tetangga dekat yang bekerja untuk merenovasi rumah saya," ungkapnya dengan lesu.

Ketika ditanya mengenai jumlah aksi bejat HK, politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini tak mau menceritakan hal itu. Sebab, hal itu merupakan hal yang tidak perlu diumbar ke publik.

Keluarga EM hanya berharap polisi cepat mengatasi kasus pelecehan seksual terhadap putrinya yang masih duduk di kelas II Sekolah Dasar Negeri (SDN). Sampai saat ini, kata dia, psikologis putrinya itu telah membaik, akan tetapi belum dapat bertemu orang lain.

"Di sekolah masih malu dengan teman. Saya juga tidak mau kejiwaan anak saya terganggu. Sekarang masih di rumah dijaga istri, nanti kalau sudah sedikit pulih psikologinya baru berani saya ajak keluar," jelasnya.

Kepolisian Resor Kota Depok bergerak cepat menangani laporan dugaan pelacehan terhadap putri anggota DPRD Depok.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok, Iptu Pol. Elly Padiansari mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan yang dilaporkan anggota DPRD atas kasus yang menimpa putrinya tersebut. Mereka juga sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk korban.

"Anaknya semalam sudah divisum. Masih trauma dan harus diperlu mendapatkan pemulihan. Kami sudah akan segera memanggil HK untuk dimintai keterangan," tutur Iptu Pol. Elly Padiansari.

Dari hasil pemeriksaan awal, sambung Iptu Pol. Elly Padiansari, pelaku kerap melancarkan aksinya saat rumah dalam keadaan sepi. Yakni dengan cara pelaku menggunakan jari menggerayangi alat vital korban. Kasusnya terungkap setelah korban mengaku alat kelaminnya sakit kepada sang ibu.

"Setelah kami tanya, itu sudah lima kali dilakukan HK setelah korban pulang sekolah. Dan memang korban pun menangis saat kami ajak menceritakan kejadian yang menimpa dia," urai Iptu Pol. Elly Padiansari.

Iptu Pol. Elly Padiansari menambahkan, akan segera melakukan penahanan kepada HK lantaran sudah mendapatkan cukup bukti yang disodorkan keluarga korban. Timnya akan segera menjemput pelaku dirumahnya berdasarkan surat yang sudah dibuat.

"Hari ini akan segera kami jemput pelaku. Semua sudah cukup bukti dan memang pelecehan seksual terhadap korban. Pembuktiannya nanti akan terjadi setelah korban dapat ditemukan dengan tersangka," pungkasnya. (sp/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.953 Since: 05.03.13 | 0.161 sec