Hukum

Pomdam Jaya Periksa 2 Anggota TNI AD Tersangka Penculikan Thalib Abbas

Tuesday, 21 April 2015 | View : 293

JAKARTA-SBN.

Dua dari 8 tersangka pelaku penculikan Thalib Abbas, pengusaha asal Jagakarsa, merupakan anggota TNI Angkatan Darat yang diketahui berdinas di Kesatuan Paldam Kodam Jaya.

Kini keduanya tengah diperiksa oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya. Dua anggota TNI yang menjadi tersangka penculikan pengusaha di Jagakarsa saat ini masih menjalani pemeriksaan di Markas Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.

"Sekarang anaknya sudah diambil, sedang diperiksa," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI M. Fuad Basya, saat dihubungi awak media, Selasa (21/4/2015).

Dua anggota TNI yang dimaksud yaitu Serma M. dan Kopka P. Keduanya diperiksa sejak semalam di Markas Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan. Jika benar terlibat, maka sanksi berat menanti keduanya.

"Kalau benar terlibat, dia akan dihukum berat," tegas Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI M. Fuad Basya, saat dihubungi awak media, Selasa (21/4/2015).

Mayjen TNI M. Fuad Basya menambahkan, ia belum bisa memberitahu dari kesatuan mana dua anggota tersebut. Ia juga belum bisa memastikan kapan pemeriksaan selesai.

"Belum bisa kita sebut satuannya, kalau sudah ada kepastian, nanti kita informasikan," jelas Mayjen TNI M. Fuad Basya.

Keduanya masih diperiksa untuk mengetahui apa benar terlibat atau tidak. "Kalau sudah pasti nanti akan diinformasikan," janji Mayjen TNI M. Fuad Basya

Keduanya, Serma M. dan Kopka P. adalah dua anggota TNI yang ditangkap petugas kepolisian bersama 6 tersangka lain di daerah Cilodong, Depok, Jawa Barat pada Minggu (19/4/2015) malam. Keduanya diduga menjadi pelaku yang bertugas memaksa korban naik ke atas mobil. Dalam penculikan tersebut Serma M. dan Kopka P. bertugas memaksa Thalib Abbas untuk naik ke atas mobil.

Pensiunan' pengusaha ekspor-impor, Thalib Abbas (78) diculik oleh 8 pria di rumahnya di De Hill, Lenteng Agung, Jagakarsa, pada Selasa (14/4/2015) malam lalu. Ia mendapat perlakuan tak manusiawi selama penculikan tersebut.

Diduga latar belakang penculikan adalah piutang anak Thalib Abbas sebesar Rp 400 juta terhadap salah satu tersangka.

Berikut beberapa fakta dari penculikan yang berhasil diunggkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya itu.

Pada penculikan Selasa (14/4/2015) malam, Thalib Abbas dipaksa naik ke sebuah mobil dan dibawa ke suatu tempat dengan keadaaan mata tertutup. Saat itu Thalib Abbas mendengar suara ombak namun tak tahu persis lokasinya.

Belakangan diketahui bahwa para pelaku membawa Thalib Abbas ke sebuah rumah di Pantai Anyer, Banten. Selama di rumah tersebut mata Thalib Abbas ditutup dengan kain, tangannya dirantai dan kedua jari jempolnya diborgol.

Pelaku menjaga Thalib Abbas secara bergantian. Selama penyekapan di rumah tersebut, para pelaku juga berkali-kali menanyakan anak Thalib Abbas yang bernama Kemal Rafli.

Dua hari kemudian, pada Kamis (16/4/2015), Thalib Abbas dibawa dibawa ke Cianjur, Jawa Barat. Thalib Abbas berada di sana hanya sebentar. Polisi menduga korban dibawa ke Cianjur hanya untuk mengalihkan perhatian.

Masih di hari yang sama, ia dibawa ke ke Perumahan Monalisa, Cilodong, Depok. Thalib Abbas kembali disekap. Di tempat ini pula polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku pada Minggu (19/4/2015) malam.

Saat masuk secara paksa ke rumah Thalib Abbas di Jagakarsa, para pelaku berkali-kali menanyakan keberadaan anak Abbas yang bernama Kemal Rafli.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs. Unggung Cahyono sempat menyatakan, motif penculikan Thalib Abbas dilatarbelakangi utang-piutang Kemal Rafli. Kemal Rafli disebut berhutang Rp 400 juta kepada salah satu pelaku.

"Mereka niatnya mau menculik anak korban, tetapi pada saat datang orangnya tidak ada sehingga bapaknya yang dibawa oleh pelaku," ‎terang Irjen Pol. Drs. Unggung Cahyono saat jumpa pers di Posko Pengamanan KAA di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2015).

Thalib Abbas diculik sebagai jaminan agar Kemal Rafli mau menemui para pelaku. Berdasarkan informasi, para pelaku juga sebelumnya pernah melakukan hal yang sama terhadap Kemal Rafli.

"Iya Pak Kemal (yang diculik), setahun yang lalu. Pelakunya sama (dengan yang menculik Thalib)," ujar seorang warga yang rumahnya 1 komplek dengan Thalib Abbas, Zaki.

Kemal Rafli sendiri diketahui merupakan seorang residivis atas kasus penipuan dan penggelapan. Ia yang mengelabui sejumlah orang dengan proyek fiktif diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2004 lalu. Menurut informasi, setelah bebas, Kemal Rafli kembali melakukan penipuan.

Polisi berhasil menangkap 8 pelaku penculikan terhadap Thalib Abbas pada Minggu (19/4/2015) malam. Dua di antaranya merupakan anggota TNI AD.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto mengatakan, dua oknum TNI tersebut yaitu Kopka P. dan Serma M. Polisi sudah berkoordinasi dengan POM TNI untuk menindaklanjuti kedua anggotanya itu.

Dalam penculikan tersebut, Kopka P. dan Serma M. bertugas memasukkan korban ke dalam mobil secara paksa. Tak hanya mereka, tugas yang sama juga dilakukan oleh seorang pensiunan TNI berinisial S alias J.

"Dia (pensiunan TNI) mendapatkan imbalan sebesar Rp 8 juta," beber Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi. (det/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.366 Since: 05.03.13 | 0.1107 sec