Hukum

Bos Bandar Narkoba Terancam Hukuman Mati

Thursday, 06 Juni 2013 | View : 1539

JAKARTA-SBN.

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol. DR. Benny Joshua Mamoto menerangkan bahwa sebelum terjun dalam bisnis haram peredaran narkoba jenis sabu-sabu (SS), YHS dulunya berprofesi sebagai seorang pengacara. “Dalam riwayatnya, YHS pernah bekerja di sebuah bank milik BUMN, kemudian alih profesi sebagai pengacara,” lanjut Irjen Pol. DR. Benny Joshua Mamoto di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta Timur, Senin (3/6/2013).

Tidak hanya itu, sembari berprofesi sebagai pengacara, YHS juga membuka usaha percetakan sekaligus sebagai pemimpin surat kabar,” jelas Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK). “Ia akhirnya terjun dalam bisnis narkotika sejak tahun 2011,” ungkap peraih gelar doctor Universitas Indonesia. Diberitakan sebelumnya, YHS berhasil diringkus petugas BNN di rumah toko di Jalan Kolonel Sugiono, Medan. Ia diketahui berperan sebagai pengendali jaringan sabu yang berasal dari Malaysia tersebut.

Penangkapan ini bermula saat petugas meringkus S yang diketahui sebagai kaki tangan YHS di Jalan Pemuda, Medan, pada Rabu malam (29/5/2013). Dari keterangan pelaku, barulah petugas mengantongi tempat persembunyian YHS. Tiap kilogram sabu yang dibeli seharga Rp 650 juta dan dijual kembali kepada konsumen dengan nilai Rp 700 juta.

Sabu ini didapat menggunakan jasa nelayan melalui perairan di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Dari tempat persembunyian YHS, petugas mengamankan 6.527,8 sabu meliputi 47 butir pil ekstasi, 169,5 gram serbuk ekstasi serta uang tunai Rp 235.950.000, dua unit mobil mewah yaitu Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner. Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 127 huruf (a) dan (b) Undang-undang No.35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. (GATn/WFz)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.178.541 Since: 05.03.13 | 0.2154 sec