Hukum

Pelaku Penculikan Pengusaha Thalib Abbas Tertangkap

Monday, 20 April 2015 | View : 381

JAKARTA-SBN.

Dua penculik Thalib Abbas, ternyata Anggota TNI Angkatan Darat. Mereka adalah Sersan Kepala (Serka) Mulyono dan Kopral Kepala (Kopka) Parlan. Keduanya diketahui berdinas di Kesatuan Paldam Kodam Jaya. Dua orang itu kini jadi buron polisi.

"Dua orang ini masih dalam pengejaran petugas," ungkap Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Drs. Unggung Cahyono dalam rilis pengungkapan kasus penculikan ini di Pos Pengamanan Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2015).

Dalam kasus tersebut, ternyata dua anggota TNI terlibat. Polisi pun melakukan koordinasi dengan pihak Kodam Jaya untuk menelusuri dua anggota TNI tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Heru Pranoto, mengatakan, kedua anggota TNI AD itu dipekerjakan oleh Denie Diary Queen.

"Dua anggota TNI DPO. Inisial M dan P anggota Paldam Kodam Jaya. Inisial M berpangkat Serma dan P berpangkat Kopka. "Dua anggota TNI menjemput korban. Mereka mendapatkan Rp 8 juta," beber Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Heru Pranoto.

Selain kedua anggota TNI itu, ada empat orang lainnya yang dipekerjakan oleh Denie Diary Queen untuk aksi penculikan. Tapi keempatnya bisa diringkus polisi.

Dalam aksi penculikan, ucap Kombes Pol. Heru Pranoto, dua anggota TNI AD itu bertugas menjadi eksekutor. Atau ikut datang ke rumah korban penculikan Thalib Abbas, lalu ikut mengangkut Thalib Abbas dengan paksa naik ke mobil dan membawanya ke rumah penyekapan di Anyer, Banten.

Kendati dua pelaku yang anggota TNI AD ini belum tertangkap, tetapi polisi sudah meringkus enam pelaku. Diantaranya yang tertangkap adalah otak penculikan berinisial MAM (50), warga Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, dan pelaksana dan perencanaan penculikan, Denie Diary Queen (35), warga Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Sejumlah pelaku penculikan pengusaha Thalib Abbas ditangkap oleh Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di tempat terpisah, Minggu (19/4/2015) kemarin malam. Mereka menculik kakek berusia 78 tahun itu karena utang piutang yang dilakukan oleh anaknya Kemal Rafli.

"Pelaku ditangkap di tempat yang berbeda, Babaranasiang, dan Pandeglang," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Heru Pranoto di Jakarta Convention Center, Senin (20/4/2015).

Kombes Pol. Heru Pranoto mengatakan, para pelaku mempunyai peran masing-masing untuk menagih utang anaknya Thalib Abbas.

Modus pelaku, papar Kombes Pol. Heru Pranoto, mendatangi rumah korban Thalib Abbas dengan mengaku anggota polisi untuk bertemu dengan anaknya Kemal Rafli. Namun, Kemal Rafli tak berada di rumah, maka pelaku langsung membawa Thalib Abbas dengan tangan diborgol dan mata ditutup kain.

"Di dalam mobil, pelaku sempat mengancam keluarga korban jika tak ketemu Kemal," tukas Kombes Pol. Heru Pranoto.

Seperti diberitakan sebelumnya, penculikan terjadi pada Selasa (14/4/2015) lalu sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu para pelaku datang untuk bertemu anak Thalib Abbas, yakni Kemal Rafli yang berhutang sebesar Rp 8,9 milliar kepada MAM (otak penculikan). Utang itu sebenarnya adalah kerugian yang didapat MAM setelah mengikuti investasi bodong yang diselenggarakan Kemal, anak Thalib Abbas.

Tapi lantaran Kemal Rafli tak ada, para pelaku yang berjumlah lima orang saat itu membawa Thalib Abbas pergi dari rumahnya di Cluster de'Hill di Jalan Camat Gabun II, RT04/RW08 No.B10, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Setelah menculik, pelaku meminta agar keluarga korban memberi uang tebusan sebesar Rp 400 juta. Apabila tak diberikan pelaku akan membunuh Thalib Abbas. Tak sampai disitu, pelaku juga mengirimkan foto Thalib Abbas dalam kondisi tangan terikat rantai.

Atas perbuatannya tersebut, keenam pelaku diancam hukuman di atas 5 tahun penjara. Mereka dikenakan Pasal 333 serta pasal 368 KUHP tentang tindak pidana penculikan dan perampasan kemerdekaan seseorang.

Sementara barang bukti yang disita yakni, handphone Samsung dan BlackBerry, 1 unit mobil Toyota Avanza, 1 unit Honda Scoopy, borgol, rantai panjang, buku tabungan dan senjata api. (kom/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.835 Since: 05.03.13 | 0.1072 sec