Nasional

Wanita Muda Diduga Hendak Bunuh Diri Di Jembatan Kuningan

Friday, 24 April 2015 | View : 1180

JAKARTA-SBN.

Seorang wanita muda nekat melompati pembatas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di shelter bus transjakarta, Kuningan Madya, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2015).

Seorang wanita diduga hendak loncat dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di halte Kuningan Madya, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2015).

Upaya wanita muda yang diduga hendak bunuh diri itu berhasil digagalkan aparat yang melihat kejadian tersebut.

Berdasarkan pantauan, perempuan tersebut mengenakan kerudung oranye, sweater abu-abu, dipadu rok biru. Berdasarkan pantauan, wanita muda tersebut tidak mengenakan sandal dan membawa sebuah tas selempang rajut warna abu-abu.

Saksi mata mengatakan bahwa perempuan yang belum jelas identitasnya itu hendak melompat dari atas jembatan penyeberangan, tepatnya di batas jalur cepat dari arah Kuningan-Menteng.

Seorang saksi mata mengaku sempat melihat pria dan wanita cekcok mulut di taman. Tepatnya, tidak jauh dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) halte Kuningan Madya AINI, Kuningan, Jakarta Selatan.

Wanita tersebut akhirnya menjadi pemicu kehebohan di wilayah sekitar jembatan akibat aksinya yang mencoba melompati pembatas jembatan.

"Awalnya Mbak itu ribut mulut sama pacarnya di taman. Sekitar 15 menit kemudian dia lari naik ke jembatan," tutur seorang tukang ojek yang biasa mangkal dekat JPO Kuningan Madya AINI, Jumat (24/4/2015).

Berdasarkan pantauan, taman yang dimaksud tukang ojek itu berada tepat di seberang Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Beberapa tukang ojek tampak mangkal tepat di sebelah taman dan tak jauh dari tangga naik ke JPO.

Wanita yang belum diketahui identitasnya tersebut, papar saksi mata tersebut, tidak berlari sendirian ke atas jembatan. Namun, diikuti oleh pria yang berusaha menenangkan seusai cekcok mulut.

"Tadi sih, saya lihat pacarnya ikut mengejar. Saya pikir cuma ribut biasa. Enggak tahunya mau loncat dari jembatan (JPO)," ujarnya.

Namun, tidak satu pun dari awak media yang meliput peristiwa tersebut menyadari sosok pria yang dimaksud tukang ojek tersebut. Begitu juga dengan aparat yang berkerumun di sekitar wanita itu saat kejadian berlangsung.

"Lah, tadi kan ada di atas (JPO) juga. Masa enggak kelihatan? Cowoknya yang ada jenggotnya," tukas tukang ojek itu.

Wanita muda itu nyaris loncat dari JPO yang berada tepat di depan Gedung KPK tersebut.

Seorang petugas yang sedang bersiaga di Gedung KPK langsung berlari naik ke JPO begitu melihat wanita muda itu mencoba menaiki pembatas JPO. "Tadi ada sekuriti yang lihat, terus teriak ada yang mau loncat dari jembatan. Jadi, kita langsung bantu amankan," beber seorang petugas kepolisian yang sedang menjaga keamanan di Gedung KPK.

Hingga saat ini, beberapa petugas kepolisian sedang berupaya membujuk wanita itu agar mau turun dari jembatan.

Petugas keamanan dari Kepolisian dan TNI berupaya membujuk turun wanita muda yang diduga hendak loncat dari JPO Kuningan Madya, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2015).

Butuh upaya keras dari aparat untuk membujuk wanita muda tersebut yang diduga ingin melompat dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) shelter Kuningan Madya, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2015) siang.

Selain petugas kepolisian dan TNI, ada beberapa mahasiswi IPB Bogor yang sedang melakukan tugas kuliah di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Berdasarkan pantauan, salah satu mahasiswi IPB sempat merangkul wanita itu sambil sedikit berbisik kepadanya. Namun, tidak terdengar jelas apa yang dibisikkannya. Menurut mahasiswi jurusan komunikasi itu, dia hanya mengajak wanita itu turun. "Mbaknya tidak mau diajak turun. Padahal saya sudah bujuk supaya turun dari JPO. Soalnya kasihan, jadi tontonan warga," ujar dia lokasi.

Wanita muda tersebut hanya berdiri menghadap ke luar jembatan sambil menutupi wajahnya dengan kerudung.

Tepat di bawah pijakannya, berbagai jenis mobil melintasi jalur cepat dengan kecepatan tinggi. Sesekali ia bereaksi menanggapi petugas dengan suaranya sedikit terisak.

Namun, pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan petugas tidak ada yang dijawabnya. "Ngapain nanya-nanya sih? Saya mau sendiri. Enggak usah dekat-dekat," teriak wanita muda tersebut. "Sudah enggak usah tanya-tanya. Jauh-jauh sana!" kata wanita itu sambil menangis.

Capek berdiri, wanita muda itu lantas duduk di pijakan JPO, lalu berdiri lagi tak lama kemudian.

Bujukan petugas kepolisian dan anggota TNI membuahkan hasil setelah 30 menit melakukan langkah persuasif.

Tiga puluh menit berlalu, petugas akhirnya menyeret paksa wanita muda tersebut dari lokasi ia berdiri.

Meski demikian, wanita muda itu tetap saja berontak karena mendapat kawalan dari petugas. Sebab, dia merasa terganggu dengan keberadaan petugas. "Ya, udah kita enggak ganggu lagi. Tetapi turun ya," bujuk petugas.

Petugas juga sempat memegangi tangan wanita muda itu agar tidak melarikan diri.

"Jangan pegang-pegang. Saya bisa jalan sendiri," ketus wanita muda berkerudung oranye tersebut saat dituntun turun dari JPO, Jumat (24/4/2015) siang.

Wanita itu terus memberontak saat dibimbing turun dari JPO oleh petugas. Wajahnya selalu ditutup menggunakan kerudung yang dikenakannya.

Namun, dia masih dapat melihat kondisi sekelilingnya dari balik kerudung berbahan katun tipis tersebut. "Enggak usah foto-foto. Saya ga mau turun kalau difoto-foto," cetusnya.

Tiba di bawah jembatan, perempuan muda tersebut sempat berjalan menjauhi petugas ke arah taman yang ada di sekitar JPO.

Namun, petugas dengan sigap langsung mengamankannya dan menuntun masuk ke mobil untuk dibawa ke Kecamatan terdekat.

"Eh, jangan dilepas nanti kabur. Sudah dibawa ke Kecamatan saja dulu biar didata," ujar seorang petugas.

Namun karena wanita itu bersikap kooperatif, petugas akhirnya melepaskannya berjalan sendiri dengan pengawalan.

Setelah berhasil diturunkan dari JPO, wanita itu sempat diamankan ke kantor Kecamatan setempat. "Untuk sementara kita amankan dulu di Kecamatan. Saat ini belum ada laporan terkait identitas," ucap petugas.

Sebelum akhirnya, diamankan ke Polres Jakarta Selatan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Belum diketahui pasti penyebab nekatnya wanita muda tersebut ingin melompat dari JPO. (kom/jos)

See Also

Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.908.923 Since: 05.03.13 | 0.1346 sec