Internasional

Korban Gempa 7,9 SR Di Nepal Mencapai 1.130 Tewas

Saturday, 25 April 2015 | View : 609

KATHMANDU-SBN.

Nepal atau lengkapnya Republik Demokratik Nepal terbilang negara yang rawan terhadap gempa bumi.

Pasalnya, negara yang tak punya kawasan laut itu berada di lingkaran pegunungan aktif. Menurut warta laman Bloomberg pada Sabtu (25/4/2015), selain Nepal, India dan Kashmir juga masuk di kawasan gunung api aktif ini.

Nepal dilanda gempa 7,9 Skala Richter Sabtu (25/4/2015).

Sebuah gempa bumi berkekuatan 7,9 skala Richter mengguncang Nepal, pada Sabtu (25/4/2015).

Kota Pokhara, Nepal, diguncang gempa berkekuatan 7,5 skala Richter. Gempa tersebut dari kedalaman 31 kilometer dan berpusat di Nepal. Gempa terjadi sekitar Sabtu (25/4/2015) siang tadi, pukul 11.41 waktu setempat. Sumber lain menyebut gempa berkekuatan 7,7 skala Richter.

Menurut laporan US Geological Survey, beberapa bangunan di Ibu Kota, Kathmandu, rusak dan banyak pula yang runtuh. Rumah-rumah juga mengalami rusak parah.

US Geological Survey sendiri mengabarkan bahwa getarannya dikatakan "parah" dan "keras" oleh warga yang menghubungi USGS. Dipastikan, memang gempa itu menyentuh batas intensitas gempa skala tinggi.

Seorang reporter IBN K. Dhiksit pun menambahkan bahwa gempa keras itu mengakibatkan banyak tembok dari bangunan-bangunan rubuh. "Saya mendengar banyak bunyi debuman yang menggelegar," kantor berita CNN melaporkan.

Getarannya bahkan terasa di area sekitar India, terutama di bagian Utara dan hingga daerah Ibu Kota, New Delhi.

Berdasarkan catatan Badan Survei Geologi Amerika Serikat, gempa itu berpusat di daerah antara Ibu Kota Kathmandu dan Pokhara. Getaran gempa terasa hingga negara-negara tetangga, seperti Pakistan, Bangladesh dan India.

Gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter mengguncang Nepal dan India bagian Utara, Sabtu (24/4/2015) sekitar pukul 13.11 WIB.

Jumlah korban jiwa tewas akibat gempa di Nepal diperkirakan akan terus bertambah.

The Guardian, Sabtu (25/4/2015), melaporkan, jumlah korban tewas telah melebihi angka 1.130 orang.

Korban terbanyak, lebih 600 orang, di Kathmandu.

Sejauh ini, dampak gempa telah tampak di Kathmandu. Sejumlah bangunan, seperti Menara Dharahara runtuh dan menyebabkan beberapa orang tewas.

Gempa 7,5 Skala Richter, sumber lain menyebut kekuatan gempa mencapai 7,7 Skala Richter yang baru saja terjadi di Nepal, Sabtu (25/04/2015) siang, membuat kepanikan hebat penduduk setempat.

Reuter melaporkan, saat bencana berlangsung, warga langsung berhamburan ke jalan. Bahkan beberapa ada yang lari ke rumah sakit.

Penduduk berlarian dan sibuk menyelamatkan diri, terlihat sekelompok pria membawa korban terluka. Seorang saksi, Mohammad Shahab, mengatakan getarannya masih terasa, tetapi kini situasi kota sudah kembali normal. Warga berhamburan keluar dari rumah dan kantornya.

Seorang pria berhasil diselamatkan dari puing-puing bangunan yang roboh akibat gempa di Kathmandu, Nepal.

Warga bahu-membahu menyingkirkan puing-puing Menara Dharahara yang ambruk akibat gempa 7,9 SR di Nepal untuk mencari korban yang mungkin tertimbun.

Namun, jumlah pasti korban meninggal dan luka-luka belum diketahui.

Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah kerusakan ataupun korban jiwa. Hanya dikatakan oleh media India bahwa sempat terjadi gangguan pada sinyal ponsel di Nepal. Layanan Delhi Metro juga dihentikan akibat gempa ini.

Kantor berita Reuters melaporkan sedikitnya empat orang diketahui meninggal.

Jumlah korban jiwa yang dilaporkan terus bertambah.

Korban tewas akibat gempa 7,9 Skala Richter Sabtu (25/4/2015) yang melanda Nepal terus meningkat.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Nepal menyatakan, korban jiwa sudah mencapai 688 orang. "Sejauh ini korban tewas mencapai 688 orang di seluruh negeri," sebut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nepal Laxmi Prasad Dhaka.

Gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter mengguncang Nepal dan India bagian Utara, Sabtu (25/4/2015) sekitar pukul 13.11 WIB.

Angka korban jiwa dikhawatirkan akan terus meningkat mengingat struktur bangunan di Kathmandu yang dihuni oleh keluarga dengan jumlah besar.

Sementara itu, Kepolisian Nepal menyatakan, 876 orang tewas akibat gempa 7,9 Skala Richter di Nepal pada Sabtu (25/4/2015). Sebelumnya, Kepolisian melansir angka 499 orang tewas. Kepolisian menyebutkan korban tewas 449 orang.

Jumlah korban jiwa terus meningkat, hingga mendekati 1.000 korban. Ini adalah gempa terburuk  yang terjadi dalam 80 tahun terakhir di negara itu.

"Jumlah korban jiwa akibat gempa mencapai 876 orang, termasuk 525 orang di lembah Kathmandu," ucap juru bicara Kepolisian Nepal, Kamal Singh Bam, kepada AFP.

Ia menyebutkan, tim penyelamat masih dalam proses evakuasi awal. "Kami khawatir jumlah korban akan terus bertambah," sebutnya.

Jumlah tersebut tidak termasuk 34 korban jiwa di India Utara dan Bangladesh, bagian yang juga ikut merasakan dashyatnya kekuatan gempa dengan kedalaman yang rendah namun kekuatan yang mematikan ini.

Fox News melaporkan setidaknya total korban tewas sudah mencapai 101 jiwa akibat gempa yang mengguncang negara Nepal berkekuatan 7,9 Skala Richter Sabtu (25/04/2015) siang. Gempa ini dikatakan sebagai gempa terburuk yang menyerang penduduk ini selama 80 tahun.

Gempa bumi yang menguncang Nepal kini kekuatannya telah diperbarui menjadi 7,9 skala Richter. Gempa yang termasuk berkekuatan besar ini menghasilkan kerusakan yang parah dan banjir korban jiwa.

Menurut seorang polisi Nepal, Kamal Singh Bam, setidaknya 94 orang dikatakan meninggal dunia dari bencana nahas ini. Banyaknya kerusakan yang dihasilkan diperkirakan akan terus menaikkan jumlah kematian. Katmandu sendiri dihuni oleh sekitar 2,5 juta jiwa.

Sementara, dalam sebuah pernyataan dari seorang menteri kepada New York Times, dikabarkan bahwa 71 orang meninggal dunia atas kejadian nahas ini. Sayangnya, tidak ada detail lebih lanjut mengenai data tersebut.

Selain korban jiwa, Fox News mengabarkan banyak dinding bangunan, termasuk bangunan tua, rubuh akibat gempa ini. Jalanan setempat juga dilaporkan banyak yang terbelah.

Di India, seorang gadis 15 tahun tewas tertimpa bangunan rubuh di India, sekitar perbatasan Nepal. Kematian yang nyaris serupa terjadi juga pada seorang anak yang tertimpa sebuah patung di taman. Dikabarkan juga 50 orang terjebak di bawah puing Menara Dharahara, sebuah monumen yang diakui UNESCO, demikian tulis Sky News.

Gempa Nepal tersebut terjadi Sabtu (25/04/2015) ini, sekitar siang tadi. Awalnya gempa dikatakan berskala 7,5 dan 7,7 SR. Getaran gempa ini terasa juga hingga ke India.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Nepal menyatakan bahwa 71 orang tewas di Nepal akibat peristiwa ini, meski tidak dijelaskan detail lainnya. Sementara, korban luka-luka lainnya dibawa ke rumah sakit utama di Kathmandu.

Kabar dari berbagai media mancanegara pun menambah variasi jumlah korban gempa Nepal. Televisi di Bangladesh mengatakan sekitar 100 orang mengalami cedera dan luka parah.

Media China mengatakan dua warganya tewas di perbatasan Nepal-China. Pemerintah Tibet laporkan korban cedera sebanyak 30 orang.

“Kami memerlukan bantuan dari berbagai badan dunia yang lebih paham dan punya perlengkapan untuk menangani situasi darurat yang kini kami hadapi,” kata Menteri Informasi Nepal, Minendra Rijal.

Beberapa saksi mata mengaku gempa bumi berlangsung sangat menakutkan.

“Sangat mengerikan. Tanah bergerak...Kini saya menunggu perawatan, namun staf rumah sakit amat sibuk,” kata seorang pekerja yang mengalami cedera tangan kepada Associated Press.

Di Gunung Everest, seorang pendaki bernama Alex Gavan berkicau di media sosial mengenai gempa yang menyebabkan longsor salju.

Gempa bermagnitud 7,9 SR yang melanda Nepal hari ini sekitar pukul 11.20 waktu setempat sejatinya bukan yang pertama.

Kemudian, pada 1934, Kathmandu nyaris luluh lantak akibat gempa bumi.

Tercatat, pada 1934, gempa melanda Nepal, tepatnya di sebelah barat Sikkim. Gempa bermagnitud 8,2 pada 15 Januari itu menewaskan 16.000 orang.

Kemudian, pada 2005, gempa juga melanda Kashmir. Bencana alam itu menewaskan juga 70.000 warga di negara tetangga Kashmir, Pakistan.

Pada 2011, gempa bumi di Nepal menewaskan sedikitnya lima orang.

Selanjutnya, pada September 2011, gempa melanda Sikkim bagian Selatan. Gempa bermagnitud 6,9 Skala Richter itu menewaskan 80 orang. (cnn/afp/theguardian/foxnews/skynews/newyorktimes/reuters/ap)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.907.369 Since: 05.03.13 | 0.1327 sec