Internasional

Pemerintah Kecam Keras Serangan Bom Di KBRI Yaman

Tuesday, 21 April 2015 | View : 335

JAKARTA-SBN.

Sebuah serangan bom menghancurkan kantor KBRI di ibu kota Yaman, Sana'a. Selain mengakibatkan tiga orang terluka, semua staf KBRI yang berjumlah 17 orang terpaksa dievakuasi ke kediaman duta besar Indonesia di kota tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Lestari Priansari Marsudi mengecam keras serangan bom yang terjadi di Kota Sana’a, Yaman, Senin (20/4/2015), pukul 10.45 waktu setempat.

"Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan bom di ibu kota Sana'a yang terjadi pada pukul 10.45 waktu setempat yang mengakibatkan staf diplomatik Indonesia terluka, serta hancurnya gedung dan semua kendaraan di tempat itu," beber Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi dalam jumpa pers.

"Serangan tersebut telah mengakibatkan terlukanya beberapa staf diplomat Indonesia dan rusaknya Gedung KBRI Sana’a, serta seluruh kendaraan milik KBRI yang berada di area tersebut," tambah Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi, di JCC, Jakarta, Senin (20/4/2015).

Informasi awal yang diterima dari Sana’a, serangan tersebut ditujukan kepada depot amunisi yang berada di kawasan tersebut. Jalan di sekitar KBRI rusak parah dan banyak korban jiwa dari kalangan warga sipil setempat, yang berada di sekitar daerah tersebut.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pemboman ini merupakan bukti bahwa penyelesaian masalah melalui kekerasan hanya mengakibatkan korban yang tidak bersalah.

"Indonesia menekankan kembali bahwa penyelesaian secara damai melalui diplomasi dan perundingan merupakan jalan terbaik," ucap Retno Lestari Priansari Marsudi.

Pemerintah Indonesia mendesak agar semua pihak segera menghentikan aksi kekerasan. Indonesia juga meminta agar jeda kemanusian segera diterapkan, sehingga warga negara sipil, termasuk warga negara asing dapat segera keluar dari Yaman serta bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Yaman.

Indonesia juga meminta agar semua pihak yang bertikai menghormati aturan dan hukum internasional, khususnya terkait perlindungan warga sipil, termasuk berbagai resolusi PBB terkait.

KBRI Sana’a menginformasikan bahwa saat ini terdapat 17 WNI, yang terdiri dari staf KBRI Sana’a, anggota tim evakuasi WNI dari Jakarta, dan WNI yang sedang mengungsi.

Kemlu telah menginstruksikan kepada KBRI dan tim evakuasi di Sana’a untuk segera mengambil langkah yang diperlukan untuk mengamankan keselamatan WNI yang berada di sana.

Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi menjelaskan, dua staf diplomat dan seorang WNI yang terluka telah mendapatkan pertolongan dan bersama seluruh WNI lainnya sudah dievakuasi ke Wisma Duta di Sana’a untuk segera diupayakan menuju ke Hudaidah.

Gedung KBRI Sana'a diduga kuat menjadi "korban" serangan udara yang ditujukan kepada sebuah basis militer yang menyimpan sejumlah rudal Scud di pegunungan Faj Attan, Yaman.

Lokasi basis militer itu tak jauh dari distrik Hadda, tempat istana kepresidenan Yaman dan sejumlah kantor perwakilan negara asing.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi, Senin (20/4/2015), menegaskan, KBRI Sana'a bukan merupakan target serangan bom yang mengakibatkan dua staf KBRI dan seorang WNI terluka.

"Saya tegaskan KBRI bukan target (serangan). KBRI hanya terkena imbas serangan terhadap sasaran di dekat lokasi KBRI," ujar Retno Lestari Priansari Marsudi di sela-sela Konferensi Asia Afrika di Jakarta.

Sejak dilakukannya intensifikasi evakuasi, Pemerintah telah berhasil mengevakuasi 1.981 WNI keluar dari Yaman sejak Desember 2014. Sampai ini sudah 1.973 WNI tiba di Indonesia. Sebagian tim evakuasi dari Jakarta, saat ini masih berada di beberapa wilayah di Yaman.

Saat ini, Pemerintah Indonesia masih menunggu situasi membaik untuk mengevakuasi 17 staf KBRI ke kota Al-Hudaeda, kota keempat terbesar Yaman yang terletak sekitar 280 kilometer di sebelah barat Sana'a.

Yaman kini dilanda konflik bersenjata yang hebat setelah Arab Saudi dan negara-negara Teluk sekutunya melancarkan operasi militer untuk menahan laju pemberontak Syiah Houthi.

Operasi militer yang melibatkan serangan udara itu mulai digelar pada 26 Maret lalu, hanya dua hari setelah Pemerintah Yaman memohon Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) melakukan intervensi militer ke negeri itu.

Konflik di Yaman terjadi setelah kubu pemberontak Syiah Houthi melengserkan Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi. Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi kemudian berupaya mempertahankan kekuasaannya dengan mengungsi dari Ibu Kota Sana'a dan mendirikan pusat pemerintahan di kota Aden.

Sepak terjang kaum Syiah Houthi telah membangkitkan dugaan Arab Saudi bahwa aksi mereka disokong oleh Pemerintah Iran, yang juga beraliran Syiah. Namun, baik kelompok Syiah Houthi maupun Iran menepis dugaan tersebut. (jos/id)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.907.229 Since: 05.03.13 | 0.1282 sec