Internasional

KBRI Yaman Terkena Bom

Monday, 20 April 2015 | View : 357

SANAA-SBN.

Gedung Kedutaan Besar RI (KBRI) di Sana'a, Yaman, terkena bom yang mengakibatkan dua orang menderita luka ringan. Demikian menurut informasi yang dihimpun Antara dari sumber di pemerintahan, Senin (20/4/2015).

Beberapa staf KBRI menyelamatkan diri di kediaman Duta Besar RI di Sana'a. Bom itu disebutkan menghancurkan sekitar 90 persen Gedung KBRI.

Saat ledakan terjadi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sana'a, Yaman, terdapat 17 warga negara Indonesia yang berada di sekitar lokasi. Para WNI itu kemudian akan langsung dievakuasi ke wisma duta besar.

"Semua staf saat ini telah dievakuasi ke wisma duta besar di Sana'a, dan akan segera dievakuasi ke Al-Hudaidah," ujar Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi dalam pernyataan pers di sela-sela acara Konferensi Asia Afrika di Istana Kepresidenan, Senin (20/4/2015).

Para WNI itu terdiri dari tim evakuasi dari Jakarta, home staff, local staff, migran Indonesia, dan mahasiswa Indonesia. Di antara mereka terdapat tiga orang yang terluka ringan. "Dua adalah staf diplomatik KBRI dan satu orang WNI," ucap Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi.

Korban yang terluka sudah mendapatkan pertolongan dan akan dievakuasi bersama WNI lainnya ke wisma duta besar.

Yaman kini dilanda konflik bersenjata yang hebat setelah Arab Saudi dan negara-negara Teluk sekutunya melancarkan operasi militer untuk menahan laju pemberontak Syiah Houthi.

Operasi militer yang melibatkan serangan udara itu mulai digelar pada 26 Maret lalu, hanya dua hari setelah pemerintah Yaman memohon Dewan Kerjasama Teluk (GCC) melakukan intervensi militer ke negeri itu.

Konflik di Yaman terjadi setelah kubu pemberontak Houthi melengserkan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi. Hadi kemudian berupaya mempertahankan kekuasaannya dengan mengungsi dari Ibu Kota Sanaa dan mendirikan pusat pemerintahan di Kota Aden.

Sepak terjang kaum Houthi telah membangkitkan dugaan Arab Saudi bahwa aksi mereka disokong oleh pemerintah Iran, yang juga beraliran Syiah. Namun, baik kelompok Houthi dan Iran menepis dugaan tersebut. (ant/jos)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.909.153 Since: 05.03.13 | 0.183 sec