Internasional

ISIS Kembali Rilis Video Eksekusi

Monday, 20 April 2015 | View : 363

TRIPOLI-SBN.

Kelompok militan Negara Islam atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS), menerbitkan sebuah video yang memperlihatkan pembunuhan sekitar 30 orang asal Ethiopia di Libia.

Potongan video tersebut memperlihatkan sekelompok pria dipenggal di sebuah pantai. Sedangkan kelompok korban lain ditembak di bagian kepalanya di sebuah gurun pasir.

Para korban diduga merupakan jemaat Gereja Ethiopia yang ditangkap di Libia oleh militan yang memiliki kaitan dengan ISIS.

Video ini mirip dengan beberapa yang diterbitkan ISIS sebelumnya, termasuk pemenggalan 21 orang asal Mesir, Februari lalu.

Rekaman video terbaru itu panjangnya mencapai 29 menit. Terlihat juga logo media milik kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam, atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS. Namun, hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi kebenaran video tersebut.

Gedung Putih, Minggu (19/4/2015) waktu setempat, mengecam eksekusi yang dilaporkan terhadap 30 orang Kristen Etiopia di Libya sebagai "pembunuhan massal yang brutal". Kecaman tersebut menyusul sebuah video yang dirilis militan Negara Islam atau ISIS yang mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Video berdurasi 29 menit itu menunjukkan kaum militan membawa dua kelompok tawanan, yang dijelaskan dalam keterangan teks sebagai "para pengikut salib dari Gereja Etiopia".

Gambar yang ditayangkan antara lain memperlihatkan seorang militan bertopeng menyampaikan pernyataan yang mengancam para umat Kristen jika mereka tidak menganut paham seperti yang dimiliki ISIS, atau membayar pajak khusus.

Seorang militan bertopeng hitam yang mengacungkan pistol membuat pernyataan yang mengancam orang Kristen jika mereka tidak mau pindah agama.

Washington mengecam pembunuhan itu dan menyerukan stabilitas di Libya, yang telah terperosok dalam kekacauan politik dan kerusuhan sejak pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan mantan orang kuat Moamar Khadafy.

"Amerika Serikat mengecam keras pembunuhan massal yang brutal terhadap orang-orang yang diduga merupakan orang Kristen Etiopia oleh teroris ISIS cabang Libya," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Bernadette Meehan, dalam sebuah pernyataan. "Kekejaman ini sekali lagi menggarisbawahi kebutuhan mendesak bagi sebuah resolusi politik untuk konflik di Libya guna memberdayakan penolakan bersama Libya terhadap kelompok teroris."

Bernadette Meehan mengecam pembunuhan berdasarkan agama dan mengatakan Amerika Serikat akan melawan setiap "tindakan teror yang menghancurkan kemanusiaan".

"Bahwa para teroris itu membunuh orang-orang tersebut semata-mata karena iman telah menelanjangi kekejaman dan kebrutalan tidak berperasaan para teroris," kata Bernadette Meehan.

"Orang-orang di semua agama akan tetap bersatu dalam menghadapi kebiadaban teroris. Amerika Serikat berdiri bersama mereka," tambah dia.

Etiopia juga mengecam pembunuhan itu dan mengatakan kedutaannya di Mesir berusaha untuk memverifikasi video tersebut guna memastikan apakah mereka yang dibunuh memang benar orang Etiopia.

Dalam beberapa bulan belakangan, ISIS menerbitkan berbagai video yang tampak memperlihatkan pembunuhan sanderanya. Sontak kekejaman ISIS itu mengundang kecaman dunia internasional.

Beberapa kelompok jihad Libya telah berjanji setia kepada kelompok ISIS sejak negara jatuh ke dalam kekacauan.

Sejak pemberontakan tahun 2011, Libya telah dibanjiri senjata dan berada di tepi perang habis-habisan saat kelompok bersenjata bertempur untuk mengontrol kota-kota dan kekayaan minyak negara itu.

Kelompok militan ini menguasai sejumlah wilayah di Irak maupun Suriah dan mendapat dukungan dari para jihadis di Timur Tengah dan Afrika utara, termasuk Libia. (afp/bbc)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.907.280 Since: 05.03.13 | 0.1336 sec