Nasional

Tantangan Tugas Kapolri Baru Ke Depan Makin Berat

Sunday, 04 Agustus 2013 | View : 1782

JAKARTA-SBN.

Tantangan Polri ke depan akan kian kompleks dan berat. Terlebih citra kepolisian di mata publik belum baik. Suksesi Kapolri harus dijadikan momentum guna memilih pemimpin kepolisian yang tegas dan independen, bebas dari berbagai kepentingan politik. Kapolri ke depan juga harus sosok yang memunyai sikap kenegarawanan. Demikian yang disampaikan oleh anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar, H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A. di Jakarta, Jumat (2/8/2013).

“Dengan tantangan yang semakin berat, apalagi tahun 2014 adalah tahun politik, sudah barang tentu diperlukan kepemimpinan yang kuat dan bebas dari kepentingan sempit,” tutur anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A. “Hakikatnya, Polri harus independen. Independensi akan mengubah Polri menjadi institusi yang kuat, responsif, dan yang selalu siap bertindak tegas-lugas,” tambah dia. “Polri yang kuat, responsif, dan tegas akan merefleksikan wibawa Indonesia sebagai negara hukum yang protektif terhadap rakyat dan kepentingan negara. Sebaliknya, Polri yang lamban dan kompromistis akan menurunkan derajat wibawa Indonesia sebagai negara hukum,” lanjut Bambang Soesatyo. “Ketika komunitas internasional masih menilai Indonesia sebagai negeri yang tidak atau belum berkepastian hukum, Polri harus ikut memikul tanggung jawab untuk mengubah anggapan buruk itu menjadi perspesi yang positif,” tukas politisi Partai Golkar yang berusia 50 tahun itu, Bambang Soesatyo.

Mengacu pada harapan ideal tersebut, mantan Direktur PT. Kodeco Timber, Bambang Soesatyo melihat tantangan Polri dewasa ini cukup berat, baik tantangan ke dalam maupun tantangan ke luar. “Tantangan ke dalam bagi Polri adalah memulihkan soliditas seluruh jajaran, dari atas hingga ke bawah. Sudah terungkap sejumlah kasus yang menggambarkan terganggunya soliditas Polri,” terang Bambang Soesatyo. “Sedangkan tantangan ke luar ditandai dengan dua gejala berikut ini. Pertama, prajurit berikut fasilitas Polri di sejumlah daerah menjadi target serangan kelompok-kelompok tertentu,” papar mantan Direktur PT. Suara Rakyat Membangun (Suara Karya), Bambang Soesatyo. “Gejala kedua, ketertiban umum rusak parah,” ungkap mantan Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Karya pada tahun 2004 silam, Bambang Soesatyo.

“Sangat jelas bahwa amburadulnya ketertiban umum menggambarkan rendahnya apresiasi masyarakat terhadap Polri sebagai penegak hukum. Inilah pekerjaan berat calon Kapolri baru,” jelas Bambang Soesatyo. “Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa calon kapolri baru idealnya seorang jenderal negarawan yang tahu betul apa yang sedang dihadapi negara, dan juga sangat paham tentang masalah internal Polri. Polri harus solid agar mampu menegakkan hukum dan mewujudkan ketertiban umum,” urai mantan Pemimpin Redaksi majalah Info Bisnis, Bambang Soesatyo.

“Diangkatnya Oegroseno sebagai Wakapolri memberikan harapan baru,” yakin anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari. Politisi PDIP itu yakin, dalam masa enam bulan ke depan, Komjen. Pol. Drs. Oegroseno, S.H. menyumbang platform fondasi pembenahan di institusi Polri. “Terutama untuk mereformasi kultur lembaga Polri yang masih korup, militeristik, dan belum maksimal melaksanakan fungsi 3P, yaitu sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegas alumnus The Hague The Netherlands, Belanda dan alumnus University of Nottingham, Inggris, Eva Kusuma Sundari. “Harapan ini relevan karena terkait reputasi integritas beliau soal akuntabilitas dan tentu dikaitkan dengan masa pengabdian hingga enam bulan ke depan. Beliau kan akan pensiun pada Februari 2014,” tukas alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada tahun 1991 tersebut, Eva Kusuma Sundari. 

“Terkait pergantian Kapolri, kalau mengikuti logika penjenjangan karier normal, perwira bintang tiga yang berpeluang menjadi Trunojoyo-1,” terang Eva Kusuma Sundari. “Diharapkan Presiden memilih yang terbaik. Presiden diharapkan memilih sosok pengganti Timur Pradopo yang benar-benar sedang dibutuhkan rakyat,” harap politisi PDIP kelahiran Nganjuk 45 tahun yang lalu,  Eva Kusuma Sundari. “Yakni sosok yang tegas, terutama ke kelompok intoleran dan preman. Dia harus sosok yang transformatif, dalam arti antikorupsi, pro penguatan wajah sipil Polri, akuntabel, netral, dan independen,” pungkas politisi PDIP yang alumnus The Hague The Netherlands, Belanda dan alumnus University of Nottingham, Inggris, Eva Kusuma Sundari.

Kapolri, Jenderal Pol. Timur Pradopo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tugas khusus kepada wakapolri yang baru, Komjen Pol. Oegroseno, untuk menyiapkan personel mengamankan Pemilu 2014. “Terutama menyiapkan personel keamanan pemilu, termasuk sarana yang mendukung kegiatan tersebut. Kita akan informasikan kepada masyarakat,”  tutur Jenderal Polisi Timur Pradopo. Ditanya tentang ancaman yang dapat terjadi pada Pemilu 2014, Jenderal Timur Pradopo mengatakan, pihaknya sudah memunyai data dari pemilu sebelumnya. “Kita tentunya punya evaluasi pemilu lima tahun yang lalu,” ujar Kapolri Timur Pradopo. “Kemudian tentunya berkembang. Itu yang akan menjadi rumusan permasalahan berkaitan dengan masalah pencoblosan atau pemilihan langsung dan perhitungannya. Itu yang akan diinventarisasi,” tandas Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo.

Wakapolri yang baru dilantik, sementara itu Komjen Pol. Drs. Oegroseno, S.H., mengharapkan pergantian pimpinan Polri saat ini tidak dijadikan ajang untuk membandingkan pejabat yang lama dengan yang baru. (ant/kj/jp)

See Also

Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.997.269 Since: 05.03.13 | 0.8176 sec