Internasional

ISIS Dan Taliban Saling Nyatakan Perang Satu Sama Lain

Thursday, 23 April 2015 | View : 932

KABUL-SBN.

Secara tak terduga, dua organisasi radikal berpengaruh terlibat konflik terbuka.

Taliban yang menguasai kawasan Asia Tengah khususnya Afghanistan mengatakan siap memerangi kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS).

Konflik ini dipicu pernyataan ISIS yang menghina pimpinan tertinggi Taliban, Mullah Mohammad Omar.

Gara-gara disebut tolol, pimpinan tertinggi Taliban Mullah Mohammad Omar menyatakan perang terhadap Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi. Pernyataan ini meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, di mana kedua belah menyatakannya sebagai jihad.

Bentrok antara keduanya ini terjadi akibat pemimpin kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi menyebut Mullah Omar sebagai orang bodoh dan pemimpin perang yang buta huruf. Tak hanya itu, pemimpin ISIS itu menyebut Mullah Mohammad Omar tak pantas menjadi pemimpin spiritual maupun politik.

Sebuah dokumen yang ditemukan di Afghanistan mengungkap kalau dua kelompok teror antara Taliban yang berkuasa di Afhganistan dan Negara Islam Iran dan Suriah (ISIS) menyatakan jihad atau perang satu sama lain.

Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Provinsi Helmand, Afghanistan, Nabi Jan Mullahkhin, seperti dilansir Dailystar dan Kantor Berita Afghanistan Khaama Press, Selasa (21/4/2015).

Dikutip dari harian indiatimes, Kamis (23/4/2015), pernyataan perang ini diketahui dari Nabi Jan Mullahkhil, kepala polisi salah satu provinsi di Afghanistan. Dalam sebuah wawancaranya dengan radio lokal, dia mengaku melihat sebuah dokumen di mana kedua militan itu saling menyatakan jihad terhadap satu sama lainnya, seperti dilansir India Times, Kamis (23/4/2015).

Dalam laporan tersebut, para pemimpin ISIS menghina pemimpin Taliban dengan sebutan “bodoh dan panglima perang buta huruf”.

Dokumen yang diterima Jan Mullahkhin itu juga menyampaikan, kalau kedua kelompok tak sejalan dalam peperangan dan siap berjihad di antara mereka.

Jan Mullahkhin, pada sebuah stasiun radio lokal mengatakan kalau pesan saling berperang ini justru mencuat setelah Taliban tengah bernegosiasi dengan Pemerintah Afghanistan.

Ini adalah untuk yang pertama kalinya muncul kabar dimana dua kelompok teror itu bertentangan satu sama lain.

Di dokument tersebut, Khalifah ISIS Abubakar al-Baghdadi menyebut Mullah Mohammad Omar buta huruf, tidak pantas memimpin pasukan jihadis.

Di saat bersamaan, milisi Taliban telah diperintahkan untuk mencegah bendera ISIS berkibar di tanah Afghanistan. ISIS pun menanggapinya dengan menyebut ISIS lebih baik dibanding Taliban dalam dua tahun terakhir. Bahkan, mereka telah mengendalikan Twitter dan internet.

Taliban diketahui pernah mengeluarkan pernyataan menyebut praktik memenggal tahanan sebagai tindakan tidak Islami. Ini adalah kritik atas strategi teror ISIS untuk membuat gentar lawan-lawan politiknya.

Tak hanya itu, ISIS mengklaim telah memburu ratusan militan Taliban di Pakistan.

Namun dalam kajian the New York Times, persaingan kedua organisasi teror itu sulit pecah menjadi konflik bersenjata. Wilayah kekuasaan para militan itu terpisah ribuan kilometer, kendati sebagian jihadis berasal dari pelatihan yang sama, atau pernah berperang bersama.

Kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS), untuk diketahui, memiliki 271 ribu pasukan, yang nyaris separuh berasal dari luar negeri.

Menurut Newsweek, pasukan ISIS adalah kelompok militan yang paling memiliki kemampuan tempur taktis. Itu ditopang oleh pengalaman selama enam bulan terakhir, setelah mereka diserang dari segala arah oleh Liga Arab, pasukan NATO, pemberontak Kurdi, maupun kelompok Kristen Irak.

Aliran dana dari minyak, kendati beberapa kilang sudah direbut lagi oleh pasukan Irak, juga masih menyumbangkan banyak uang untuk operasional ISIS.

Di sisi lain, Taliban bukan jenis organisasi militan yang bertendensi ekspansionis. Sejak awal, ideologi Taliban cukup nasionalis, hanya untuk Afghanistan maupun kawasan Utara Pakistan.

Tapi kekuatan Taliban belum bisa diremehkan, kendati kalah dana dibanding ISIS.

Fakta bahwa militer Amerika Serikat (AS) tidak bisa menyapu Taliban selama 10 tahun perang Afghanistan menunjukkan kemampuan tinggi untuk bertahan dalam perang asimetris.

Taliban kini disokong 36 ribu pasukan tempur yang loyal. Aksi Taliban menyerang SMP di Pakistan awal tahun ini, juga menunjukkan bahwa para jihadis masih mampu menebar teror.

Namun, secara peralatan tempur, ISIS jelas menang segala-galanya. Kendati demikian, deklarasi perang kedua organisasi ini, menurut laporan New York Times, sebatas persaingan antar sesama militan.

Diluar Irak dan Suriah, kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) sudah melebarkan jejaring hingga Nigeria dan Libya.

Sementara  itu, kelompok teror di Nigeria yang sebelumnya menyatakan bagian dari Alqaidah, kini juga sudah menyatakan bagian dari kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS). (newsweek/indiatimes/Khaama Press/dailystar/newyorktimes)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.907.538 Since: 05.03.13 | 0.1244 sec