Nasional

Alasan Polri Lantik BG Jadi Wakapolri

Thursday, 23 April 2015 | View : 1234

JAKARTA-SBN.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke-22 yang menjabat sejak 17 April 2015, Jenderal Polisi (Jend Pol.) Drs. Badrodin Haiti akhirnya buka suara terkait pelantikan Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) yang membawahi lembaga-lembaga pendidikan seperti Akademi Kepolisian (Akpol), Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim), Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), dan lainnya, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (WaKapolri) yang dilakukan secara diam-diam.

Kapolri Jenderal Pol. Drs. Badrodin Haiti mengatakan dirinya sama sekali tidak berniat melakukan upacara serah terima jabatan (sertijab) WaKapolri Komjen Pol. Budi Gunawan (BG) di Mabes Polri, Rabu (22/4/2015), secara tertutup.

Mantan Kapoltabes Medan (2000), Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti mengatakan, hal itu dilakukan karena situasi yang mendesak.

"Besok malam kan saya harus berangkat ke Bandung. Sehingga kemungkinan pelantikannya baru minggu depan. Kemudian ada desakan, kalau bisa sekarang saja," ungkap Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/4/2015) malam.

Namun, Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti tidak membeberkan pihak yang mendesaknya untuk melantik Komjen Pol. Budi Gunawan hari ini. Menurut Kapolri Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti, pemilihan Komjen Pol. Budi Gunawan sebagai WaKapolri baru diselesaikan pagi tadi.

Mantan Kapolres Probolinggo Polwil Malang Polda Jawa Timur (1999), Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti menyampaikan alasan pelantikan WaKapolri Komjen Pol. Budi Gunawan (BG) harus hari ini. Sedianya kata dia, pelantikan adalah esok hari. Namun, karena Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti harus bertolak ke Bandung untuk acara peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60, maka Komjen Pol. Budi Gunawan dilantik hari ini.

"Ceritanya itu ini adalah buah dari sebuah proses yang serbacepat. Awalnya saya berniat menggelar sertijab pada Kamis (23/4/2015) ini. Sertijab yang terbuka dihadiri ibu-ibu Bhayangkari, lengkap, dengan media seperti biasanya. Tapi, ternyata, saya sudah ada jadwal paparan hari ini," beber Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti kepada awak media, Kamis (23/4/2015) pagi.

Padahal, Komjen Pol. Budi Gunawan seharusnya dilantik Kamis (23/4/2015) besok.

“Jadi rencananya dilantik besok karena prosesnya baru selesai tadi pagi, sehingga kita rencanakan besok. Tapi besok kegiatan saya penuh sehingga tidak memungkinkan. Besok malam kan harus berangkat ke Bandung sehingga kemungkinan bisa itu minggu depan. Kemudian ada desakan, kalau bisa sekarang saja,” urai Kapolri Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti, di kompleks Kepresidenan saat akan mengikuti Gala Dinner KAA, di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/2015).

Namun, pelantikan akhirnya dimajukan karena Kapolri Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti harus mendampingi perjalanan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Bandung.

"Maksudnya mendesak itu karena besok saya harus pergi. Sehingga pelantikan dilakukan hari ini," imbuh mantan Direskrim Polda Jawa Timur (2003).

Kapolri Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti mengaku membutuhkan WaKapolri dalam waktu dekat. Keberadaan WaKapolri bisa membantunya mengelola internal Polri. Pasalnya, saat ini dia tengah disibukkan dengan pengawasan kegiatan Konferensi Asia Afrika (KAA).

Karena itu, dia lalu berniat menggeser acara ke Kamis (23/4/2015) sore, tetapi lagi-lagi dia terbentur dengan rangkaian acara peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) karena harus berangkat ke Bandung, Jawa Barat.

Mantan Kapolwiltabes Semarang Polda Jawa Tengah (2004) ini mengatakan yang dicalonkan dalam Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi ada empat orang yaitu Komjen Pol. Budi Gunawan, Kabareskrim Komjen Pol. Budi Waseso, Kabarharkam Polri Komjen Pol. Putut Eko Bayuseno dan Irwasum Komjen Pol. Dwi Priyano. Namun kemudian Komjen Pol. Budi Gunawan yang dipilih.

“Karena kalau saya tinggalkan besok kegiatan, terus Jumat (24/4/2015) juga ada kegiatan. Jadi tidak ada waktu,” kata dia lagi.

"Saya akan menginap di Bandung sampai Jumat. Sampai Jakarta Jumat sore sehingga mustahil akan dilakukan sertijab dan pasti baru bisa minggu depan. Itu tentu terlalu lama, karena maunya cepat, ya sudah, saya putuskan Rabu siang itu," tambah mantan Kapolda Banten (2004).

Karena digelar mendadak itu, Kapolri Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti melanjutkan, maka diputuskan acara digelar di lantai dua Gedung Rupatama yang memang sempit, tidak seluas aula Rupatama yang biasanya dipakai sebagai acara sertijab. Karena ruangan yang sempit, jumlah tamu yang diundang terbatas.

Kapolri Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. Badrodin Haiti kembali menegaskan bahwa keputusan untuk melantik Komjen Pol. Budi Gunawan sebagai Wakil Kepala Polri (WaKapolri) sudah disetujui internal lembaga penegak hukum tersebut dan sudah dikomunikasikan dengan pemerintah.

Kapolri Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti menjelaskan, bahwa di internal Polri, persetujuan sudah melewati sidang Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) yang beranggotakan perwira tinggi.

"Walaupun mereka, misalnya di dalam ada berbagai masukan-masukan, ada pro dan kontra, tetapi ujungnya semua sepakat memilih pak Budi Gunawan," jelas Kapolri Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti, Kamis (23/4/2015).

Keputusan itu berarti sudah diambil dengan berbagai pertimbangan yang positif. Menurut Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti, setiap pribadi itu memiliki positif dan negatif, tak terkecuali Komjen Pol. Budi Gunawan. Namun, pihaknya lebih memilih mengeksplorasi berbagai hal positif dalam sosok Komjen Pol. Budi Gunawan.

"Mari kita gunakan itu untuk bisa membangun Polri. Kan tidak ada yang salah," imbuh mantan Seslem Lemdiklat Polri (2005).

Saat ditanya mengapa informasi keterpilihan Komjen Pol. Budi Gunawan hasil rapat Wanjakti juga ditutupi, Kapolri Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti menjawab," Karena memang baru clear pada Rabu pagi saat saya berkirim surat pada Menteri Sekretariat Negara. Kan tidak tepat mengumumkan sesuatu yang belum clear," terang Kapolri Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti.

Surat pemberitahuan calon Wakil Kapolri yaitu Komjen Pol. Budi Gunawan sendiri pagi ini menurut Kapolri Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti sudah dikirimkan ke Sekretariat Negara.

“Ada Kabarharkam, Irwasum dan Kabareskrim,” kata mantan Dir I Bareskrim Polri (2008-2009) menyebut tiga pejabat Polri selain Komjen Pol. Budi Gunawan yang sempat dibahas menjadi calon orang nomor dua di korps tersebut.

Soal keputusan penunjukkan Komjen Pol. Budi Gunawan juga sudah dikabari ke Presiden Jokowi. Dia mengaku sudah mendapatkan arahan agar dilaksanakan sesuai prosedur di Wanjakti.

"Artinya pak Presiden tidak menunjukan orangnya, tapi menyerahkan sepenuhnya pada Wanjakti," kata mantan Kapolda Sumatera Utara (2009-2010).

Untuk itu, masih kata mantan Kapolda Jawa Timur (2010-2011) itu, dirinya meminta maaf jikalau terkesan acara sertijab Komjen Pol. Budi Gunawan terkesan tertutup dan mengesampingkan media yang biasa meliput di lingkungan Mabes Polri.

"Sekali lagi, bukan maksud saya begitu. Jadi tolong dipahami ya. Harapan kita setelah ini kinerja Polri bisa lebih cepat lagi untuk melayani masyarakat. Soliditas internal juga meningkat," lanjut mantan Kadivkum Polri (2010).

Pada kesempatan itu, mantan Kapolda Sulawesi Tengah (2006) juga membantah bila pelantikan Komjen Pol. Budi Gunawan, pada kemarin, terkesan diburu-buru. Dia tak membantah bila awalnya Komjen Pol. Budi Gunawan hendak dilantik pada hari ini. Namun, akhirnya dipercepat kemarin karena semua pejabat Polri bisa hadir.

"Misalnya kalau hari ini, saya jadwalnya penuh. Nanti siang sampai sore saya ke Bandung. Jadi saya tidak bisa hari ini. Paling bisa, kalau diundur, itu Senin depan. Tetapi kan kesibukan KAA, saya memerlukan wakil, karena saya banyak di luar. Jadi itu kodnisi yang mendesak saya katakan. Kondisi itu yang mendesak. Oke, kalau memang siang (kemarin), ya boleh. Tapi dengan sederhana saja," urai mantan Kabaharkam (2013-2014).

Mantan Asops Kapolri (2011-2013) ini juga memastikan Komjen Pol. Budi Gunawan takkan mendominasi di tubuh Kepolisian itu. Karena Kapolri-nya adalah Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti, bukan Komjen Pol. Budi Gunawan. Dan hanya Kapolri yang memegang komando tertinggi, pemberi perintah dan pemegang tanggung jawab tertinggi.

"Kita kan pernah bekerja sama, waktu di Sespim sama-sama, dan Kadiv Propam juga. Dan banyak perwira tinggi yang pejabat utama itu, Sespimnya sama-sama. Dan saya ketua angkatan," papar mantan Sahli Kapolri (2011), Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti.

"Tidak ada masalah. Silakan saja nanti perjalanannya dilihat kayak apa dikoreksi," ujarnya lagi.

Memang, meski telah dibantah namun informasi soal proses pemilihan WaKapolri saat ini memang jauh lebih tertutup dibanding proses pemilihan sejumlah WaKapolri di masa lalu, di mana informasi pada media saat itu mengalir lancar. Misalnya saja dalam proses pemilihan WaKapolri Komjen Pol. Drs. Badrodin Haiti, Komjen Pol. Drs. Oegroseno, S.H. dan Komjen Pol. Drs. Nanan Soekarna, ketika itu semua informasi dipasok pada media untuk dipublikasikan secara luas.

Bahkan warna-warni bunga ucapan selamat memenuhi halaman Mabes Polri dihari pelantikan mereka. Sementara aneka makanan disajikan bagi jamuan para tamu. Namun ini semua itu tak ada di hari pelantikan Komjen Pol. Budi Gunawan.

Situasi yang serbatertutup dan tidak lazim ini mengingatkan saat sertijab Kabareskrim dari Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, S.H. yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) kepada Komjen Pol. (saat itu masih Irjen Pol.) Budi Waseso yang berlangsung 19 Januari lalu. Sertijab ini digelar hanya beberapa jam setelah Surat Perintah Kapolri Nomor 124/I/2015 tertanggal 19 Januari 2015 yang ditandatangani Plt Kapolri Komjen Pol. Drs. Badrodin Haiti dikeluarkan.

Padahal, berdasarkan pengalaman sebelumnya, sertijab digelar 2-3 hari, atau bahkan 1-2 minggu, setelah surat perintah dikeluarkan.

Saat itu Kapolri Jend. Pol. Drs. Badrodin Haiti juga beralasan yang sama, yakni sertijab sebenarnya tidak tertutup, tapi karena sertijab berlangsung di lantai dua gedung Rupatama yang sempit, maka tidak bisa menampung semua tamu, termasuk media.

Untuk diketahui, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri sejak tanggal 24 November 2013 hingga 16 Januari 2015, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, S.H. waktu itu diganti secara mendadak dengan aroma tuduhan telah berkhianat kepada intitusi. Dia dianggap bekerja sama dengan KPK dan tidak melindungi Komjen Pol. Budi Gunawan dari bidikan KPK. (jos)

See Also

Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.907.368 Since: 05.03.13 | 0.1368 sec