Hukum

Penyusup Rongga Roda Pesawat Garuda Tertangkap Kembali

Sunday, 19 April 2015 | View : 462

MEDAN-SBN.

Tidak bosan rupanya Mario Steven Ambarita "main-main" di bandara. Mario Steven Ambarita sang penyusup ke dalam rongga roda pesawat Garuda Indonesia dikabarkan tertangkap kembali oleh polisi dan keamanan bandara (Avsec) Bandara Kualanamu, Minggu (19/4/2015).

Penangkapan ini terjadi setelah empat orang petugas mengenali wajahnya sekitar pukul 16.30 WIB.

Setelah ditanyai oleh petugas, penyusup ke dalam rongga roda pesawat Garuda Indonesia beberapa waktu lalu tersebut mengakui pada Jumat (17/4/2015) lalu telah kabur dari rumahnya di Bagan Batu.

Kepala Pengamanan Bandara Kualanamu, Kuswadi membenarkan penangkapan ini. "Ia sudah kita amankan sekarang," katanya.

Deputy Operasi dan Tehnik Bandara Kualanamu, Hadi Bawono, mengatakan munculnya Mario ada kaitannya dengan kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (18/4/2015) lalu di kawasan PTPN III Desa Sei Karang, Deliserdang.

"Ya dia katanya mau jumpa mau curhat sama Presiden Jokowi tentang kehidupan dia. Dia katanya sampai sini itu sudah dari semalam rupanya. Naik bus Halmahera dari rumahnya," kata Hadi Bawono.

Banyak yang menyebut kedatangannya ke Bandara Kualanamu karena adanya kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kawasan PTPN III Desa Sei Karang, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (18/4/2015).

Diduga ia tidak mengetahui saat ke Sumatera Utara, Presiden datang dari Bandara Suwondo Medan bukan dari Bandara Kualanamu.

Sebelumnya, Mario masuk ke ruang roda pesawat Garuda Indonesia (GA177) dan ikut terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim II sampai Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (7/4/2015) silam.

Berdasarkan pemeriksaan, Mario Steven Ambarita mengaku nekat masuk secara ilegal ke ruang roda saat pesawat akan lepas landas karena ingin melihat Jakarta, tanah kelahirannya.

VP Corporate Communication Garuda Pujobroto mengatakan, Mario Steven Ambarita berhasil masuk ke kawasan bandara tersebut setelah melewati pagar pembatas yang sebenarnya merupakan restricted area (daerah terlarang).

"Entah bagaimana ia bisa masuk ke daerah tersebut," ujar Pujo.

Menurut Pujo, Mario Steven Ambarita nekat masuk ke ruang roda pesawat Garuda setelah sebelumnya mempelajari cara tersebut terlebih dahulu.

Berdasarkan pernyataannya, papar Pujo, Mario Steven Ambarita sering membaca cara masuk pesawat secara ilegal di media-media sosial.

Selain itu, dia juga mempelajari kondisi di Bandara Sultan Syarif Kasim II.

"Dia tahu, pesawat akan berhenti sejenak sebelum tinggal landas. Nah, saat itulah dia masuk ke ruang roda pesawat," ujar Pujo.

Persoalan tersebut, kata Pujo, sudah menjadi kewenangan pihak otoritas bandara setempat. Dengan demikian, Garuda tidak memiliki kewenangan atas hal itu.

Selain itu, aksi nekat Mario kala menyusup ke ruang roda pesawat Garuda Indonesia GA 177 yang hendak terbang dari Pekanbaru menuju Jakarta turut mendapat perhatian dunia internasional.

Beberapa situs luar negeri tampak memberitakan aksi pria yang bercita-cita menjadi Menkokesra dalam kabinet kerja pemerintahan Presiden Jokowi.

Seperti situs berita asal London, Daily Mail, yang menulis 'Perantau putus asa bertahan hidup di roda pesawat pada ketinggian 34 ribu kaki selama satu jam sehingga dia bisa ke Jakarta untuk mendapatkan pekerjaan setelah mempelajari bagaimana menyelinap ke pesawat melalui internet'.

Masih dari Inggris, media The Guardian menulis 'Pemuda 21 tahun memanjat ke roda pesawat boeing untuk mengunjungi tempat kelahirannya di Jakarta'.

Sedangkan kantor berita Reuters, menulis 'Seorang pria Indonesia mendapat perjalanan gratis di dalam ruang roda pesawat minggu ini, bertahan dalam penerbangan hampir dua jam dalam udara yang tipis dan suhu di bawah nol'.

Situs berita Telegraph, menulis 'Mario Steven Ambarita ditemukan linglung dan sempoyongan saat keluar dari ruang roda pesawat Garuda Indonesia di bandara internasional Soekarno-Hatta di Jakarta pada hari Selasa, Kompas, koran lokal Indonesia melaporkan'.

Sekadar informasi, Mario Steven Ambarita diketahui sebagai pria kelahiran Jakarta 21 tahun silam.

"Mario ternyata kelahiran Jakarta 30 Agustus 1993," kata Bintang di Kantor Otoritas Bandara Soeta, Rabu, (7/4/2015).

Selain itu, Mario merupakan anak sulung dari lima bersaudara.

Berdasarkan data dari pihak kepolisian Mario lahir dari pasangan Manahan Ambarita dan Iar Boru Sitanggang yang keseharianna bekerja sebagai petani.

"Alamatnya di Jalan Kapuas ujung RT 004 RW 002, Bagan Batu, kecamatan Bagan Sinemba, kabupaten Rokan Hilir, Riau," tuturnya.

Mario Steven Ambarita merupakan lulusan dari SMA Taruna Bagan dan baru lulus 2012 lalu.

Dalam dua tahun terakhir Mario Steven Ambarita belum bekerja dan hanya membantu kedua orang tuanya bertani.

Berdasarkan informasi Mario Steven Ambarita mempelajari cara memasuki ruang roda pesawat secara otodidak melalui saluran YouTube.‎

Dalam melakukan aksinya, Mario Steven Ambarita terinspirasi sebuah buku yang sering dibacanya. (tri/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.092 Since: 05.03.13 | 0.112 sec