Hukum

Polsek Sukolilo Tangkap Pembuang Bayi

Friday, 17 April 2015 | View : 498

SURABAYA-SBN.

Polsek Sukolilo telah berhasil menangkap pembuang bayi di Jalan Manyar Tirtoasri XI, Kompleks Perumahan Manyar Tompotika, Surabaya, Jawa Timur.

Saat ini Polsek akan merilis tersangka pembuang bayi.

Ternyata pembuang bayi adalah ibu bayi itu sendiri yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Pembuang bayi di Jalan Manyar Tirtoasri XI Surabaya, Kamis (16/4/2015), ternyata ibu kandungnya sendiri.

Pembuang bayi itu bernama Kanah (36) asal Desa Karangpakis, Kediri. Kanah melahirkan anak hasil hubungan gelap tanpa bantuan bidan atau dukun bayi. 

Tersangka hanya terdiam saat wartawan bertanya soal pembuangan bayinya.

Bahkan saat Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukolilo Jl. Manyar Kertoadi I/701, Surabaya, Kompol Taufik Yulianto bertanya, tersangka hanya terdiam.

Sesekali tersangka hanya menjawab pertanyaan dengan gelengan.

Anggota Polsek Sukolilo mengeler tersangka pembuang bayi, Kanah, Jumat (17/4/2015). Tersangka masih sangat lemas saat petugas menggelendang ke Mapolsek Sukolilo. Bahkan Kanah sempat menjalani perawatan oleh dokter.

"Kondisi fisiknya masih sangat lemah," kata Kompol Taufik Yulianto.

Setelah kondisinya pulih, Kanah kembali dijebloskan ke tahanan.

Kompol Taufik Yulianto menambahkan, Kanah masih shock menghadapi kejadian yang dialaminya. Penyidik belum bisa menggali banyak informasi dari tersangka.

Selama mendekam di tahanan, perempuan yang masih bersuami itu belum pernah mengemukakan niatnya bertemu anaknya.

Penyidik pun belum berencana mempertemukan tersangka dengan anaknya.

Penyidik pun belum dapat memastikan pihaknya akan mempertemukan tersangka atau tidak.

“Kami sudah menghubungi keluarga korban. Tapi sampai sekarang belum ada yang menjenguknya,” tambahnya.

Anggota Polsek Sukolilo menangkap Kanah yang baru saja membuang anaknya. Kanah menutup mulut anaknya dengan solasi agar tangis anaknya tidak terdengar.

Kanah lantas memasukkan bayinya ke kantong pastik, kemudian menggantungnya di spion mobil.

Tersangka pembuang bayi, Kanah (36) tidak berniat membunuh anak yang baru dilahirkannya.

Makanya tersangka hanya menutup mulut bayi berjenis kelamin itu menggunakan isolasi (bukan lakban).

Kapolsek Sukolilo, Kompol Taufik Yulianto menyatakan bayi tersebut lahir di kamar tersangka.

Wanita asal Kediri itu tinggal di Jalan Manyar Tirtoasri XI/9, hanya berjarak 100 meter dari lokasi pembuangan bayi.

"Berdasar keterangan tersangka, bayinya lahir pada Rabu (15/4/2015)  tengah malam atau Kamis (16/4/2015) dini hari," kata Kompol Taufik Yulianto, Jumat (17/4/2015).

Tidak ada bidan atau dukun bayi yang membantu persalinan. Tersangka melahirkan bayinya seorang diri.

Kompol Taufik Yulianto belum menggali informasi terkait alat yang digunakan untuk memotong ari-ari.

Diduga Kanah memotong ari-ari menggunakan pisau atau gunting yang kurang tajam. Sebab, pemotongan ari-ari kurang sempurna.

Ia pun panik setelah persalinan selesai, dan langsung berpikir untuk membuang bayinya.

Tapi, Kanah kebingungan mencari lokasi pembuangan. Apalagi sebentar lagi sudah pagi, dan penghuni kos atau tetangga sudah bangun.

Kompol Taufik Yulianto menyatakan tersangka membuang bayinya, Kamis (16/4/2015) pukul 6.30 WIB.

Sebelum membawa keluar rumah, tersangka menutup mulut bayinya dengan isolasi. Tujuannya agar tangis bayi itu tidak terdengar.

Bayi berjenis kelamin perempuan ini dibuang di depan rumah nomor 2 milik Mayasari. Bayi malang itu kemudian dimasukkan ke kresek hitam dan ditaruh di spion mobil Honda Civic milik Mayasari.

"Tersangka sengaja menaruh di tempat tinggi agar ada orang yang menemukan dan merawat bayinya. Kalau ditaruh dibawah khawatir dikerubuti semut atau dimakan binatang," tambahnya.

Saat ditemukan bayi itu dibungkus tas kresek. Mulutnya ditutup isolasi.

Bayi ini ditemukan sopir pribadi Mayasari bernama Nova. Bayi malang ini ditemukan pertama kali oleh sopir Mayasari, Nova pada pukul 6.30 WIB.

Malam itu Mayasari memarkir memarkir mobilnya di luar rumah. Lahan parkir didalam rumah sudah penuh kendaraan milik penghuni kost.

Saat akan membersihkan mobil tadi pagi, Nova melihat kresek menggantung di mobil Honda Civic warna silver milik majikannya.

Awalnya Nova mengira kresek itu berisi anak kucing. Benda dalam kresek itu bergerak, dan mengeluarkan suara seperti anak kucing.

Tapi Nova tidak berani mengambil kresek itu sendiri. Dia lalu memanggil Pembantu Rumah Tangga (PRT) di rumah itu yang bernama Karsini (55).

Temuan bayi ini kemudian disampaikan ke pembantu bernama Karsini dan dilanjutkan ke satpam. “Saya pun sempat melihat kreseknya bergerak-gerak, dan ada suara seperti kucing. Saya lalu berteriak memanggil satpam,” ungkap Karsini.

Tiga orang ini kemudian mengambil kresek itu bersama-sama. Tiga orang ini sangat kaget saat melihat isi dalam kresek itu.

Ternyata kresek itu berisi bayi dengan pakaian lengkap. Mereka semakin kaget melihat mulut bayi ditutup lakban. Beruntung lakban itu tidak menutup hidung bayi.

Karsini pun langsung masuk kedalam rumah untuk mengambil selendang ungu dan dibalutkan ke tubuh bayi. Saat kembali ke luar rumah, Karsini melihat lakban sudah terlepas dari mulut bayi. Dia tidak dapat memastikan siapa yang melepas lakban bayi itu.

Satpam kemudian lapor ke Polsek Sukolilo.

“Saya tidak tahu nama satpamnya. Satpam itu yang lapor ke polisi,” tambahnya.

Setelah mendapat laporan dari warga, anggota Polsek Sukolilo langsung meluncur ke lokasi.

Kapolsek Sukolilo, Kompol Taufik Yulianto mengaku tidak melihat mulut bayi dilakban saat tiba di lokasi. Berdasar informasi dari sejumlah saksi, lakban di mulut bayi itu dilepas oleh satpam bernama Suratno.

Kompol Taufik Yulianto belum mendapat informasi tentang ibu atau pembuang bayi malang itu. Unit Reskrim masih menelusuri ibu maupun pembuang bayi itu. Pihaknya baru minta keterangan dari Suratno. Rencananya Unit Reskrim akan menggali informasi dari saksi lain.

“Kondisi bayinya sehat. Diperkirakan bayi itu lahir antara 2-3 jam sebelum ditemukan,” kata Kapolsek Sukolilo Kompol Taufik Yulianto.

Karsini yakin ibu tidak bertanggungjawab itu bukan berasal dari kawasan tersebut, baik warga asli atau penghuni kost.

Selama ini Karsini tidak pernah melihat ada wanita hamil jalan-jalan di kawasan tersebut. Dia menduga pembuang bayi adalah warga luar kompleks.

Karsini mengaku tadi malam baru tidur pada 24.00 WIB. Sebelum tidur, Karsini tidak mendengar suara apapun. Tapi saat terbangun sejenak, dia sempat mendengar suara motor berhenti di depan rumah majikannya.

Dia tidak dapat memastikan pengendara motor itu yang membuang atau bukan.

“Mesinnya masih menyala. Setelah itu terdengar bunyi kresek-kresek seperti menaruh kresek,” terangnya.

Perlu diketahui, saat itu mobil Honda Civic milik Mayasari diparkir menghadap Timur. Jadi pembuang bayi harus masuk celah antara pagar rumah dengan mobil untuk menaruh bayi di spion kanan mobil. (sur/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.502.249 Since: 05.03.13 | 0.1099 sec