Hukum

Polsek Sukolilo Tangkap Pembuang Bayi

Friday, 17 April 2015 | View : 551

SURABAYA-SBN.

Polsek Sukolilo telah berhasil menangkap pembuang bayi di Jalan Manyar Tirtoasri XI, Kompleks Perumahan Manyar Tompotika, Surabaya, Jawa Timur.

Saat ini Polsek akan merilis tersangka pembuang bayi.

Ternyata pembuang bayi adalah ibu bayi itu sendiri yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Pembuang bayi di Jalan Manyar Tirtoasri XI Surabaya, Kamis (16/4/2015), ternyata ibu kandungnya sendiri.

Pembuang bayi itu bernama Kanah (36) asal Desa Karangpakis, Kediri. Kanah melahirkan anak hasil hubungan gelap tanpa bantuan bidan atau dukun bayi. 

Tersangka hanya terdiam saat wartawan bertanya soal pembuangan bayinya.

Bahkan saat Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukolilo Jl. Manyar Kertoadi I/701, Surabaya, Kompol Taufik Yulianto bertanya, tersangka hanya terdiam.

Sesekali tersangka hanya menjawab pertanyaan dengan gelengan.

Anggota Polsek Sukolilo mengeler tersangka pembuang bayi, Kanah, Jumat (17/4/2015). Tersangka masih sangat lemas saat petugas menggelendang ke Mapolsek Sukolilo. Bahkan Kanah sempat menjalani perawatan oleh dokter.

"Kondisi fisiknya masih sangat lemah," kata Kompol Taufik Yulianto.

Setelah kondisinya pulih, Kanah kembali dijebloskan ke tahanan.

Kompol Taufik Yulianto menambahkan, Kanah masih shock menghadapi kejadian yang dialaminya. Penyidik belum bisa menggali banyak informasi dari tersangka.

Selama mendekam di tahanan, perempuan yang masih bersuami itu belum pernah mengemukakan niatnya bertemu anaknya.

Penyidik pun belum berencana mempertemukan tersangka dengan anaknya.

Penyidik pun belum dapat memastikan pihaknya akan mempertemukan tersangka atau tidak.

“Kami sudah menghubungi keluarga korban. Tapi sampai sekarang belum ada yang menjenguknya,” tambahnya.

Anggota Polsek Sukolilo menangkap Kanah yang baru saja membuang anaknya. Kanah menutup mulut anaknya dengan solasi agar tangis anaknya tidak terdengar.

Kanah lantas memasukkan bayinya ke kantong pastik, kemudian menggantungnya di spion mobil.

Tersangka pembuang bayi, Kanah (36) tidak berniat membunuh anak yang baru dilahirkannya.

Makanya tersangka hanya menutup mulut bayi berjenis kelamin itu menggunakan isolasi (bukan lakban).

Kapolsek Sukolilo, Kompol Taufik Yulianto menyatakan bayi tersebut lahir di kamar tersangka.

Wanita asal Kediri itu tinggal di Jalan Manyar Tirtoasri XI/9, hanya berjarak 100 meter dari lokasi pembuangan bayi.

"Berdasar keterangan tersangka, bayinya lahir pada Rabu (15/4/2015)  tengah malam atau Kamis (16/4/2015) dini hari," kata Kompol Taufik Yulianto, Jumat (17/4/2015).

Tidak ada bidan atau dukun bayi yang membantu persalinan. Tersangka melahirkan bayinya seorang diri.

Kompol Taufik Yulianto belum menggali informasi terkait alat yang digunakan untuk memotong ari-ari.

Diduga Kanah memotong ari-ari menggunakan pisau atau gunting yang kurang tajam. Sebab, pemotongan ari-ari kurang sempurna.

Ia pun panik setelah persalinan selesai, dan langsung berpikir untuk membuang bayinya.

Tapi, Kanah kebingungan mencari lokasi pembuangan. Apalagi sebentar lagi sudah pagi, dan penghuni kos atau tetangga sudah bangun.

Kompol Taufik Yulianto menyatakan tersangka membuang bayinya, Kamis (16/4/2015) pukul 6.30 WIB.

Sebelum membawa keluar rumah, tersangka menutup mulut bayinya dengan isolasi. Tujuannya agar tangis bayi itu tidak terdengar.

Bayi berjenis kelamin perempuan ini dibuang di depan rumah nomor 2 milik Mayasari. Bayi malang itu kemudian dimasukkan ke kresek hitam dan ditaruh di spion mobil Honda Civic milik Mayasari.

"Tersangka sengaja menaruh di tempat tinggi agar ada orang yang menemukan dan merawat bayinya. Kalau ditaruh dibawah khawatir dikerubuti semut atau dimakan binatang," tambahnya.

Saat ditemukan bayi itu dibungkus tas kresek. Mulutnya ditutup isolasi.

Bayi ini ditemukan sopir pribadi Mayasari bernama Nova. Bayi malang ini ditemukan pertama kali oleh sopir Mayasari, Nova pada pukul 6.30 WIB.

Malam itu Mayasari memarkir memarkir mobilnya di luar rumah. Lahan parkir didalam rumah sudah penuh kendaraan milik penghuni kost.

Saat akan membersihkan mobil tadi pagi, Nova melihat kresek menggantung di mobil Honda Civic warna silver milik majikannya.

Awalnya Nova mengira kresek itu berisi anak kucing. Benda dalam kresek itu bergerak, dan mengeluarkan suara seperti anak kucing.

Tapi Nova tidak berani mengambil kresek itu sendiri. Dia lalu memanggil Pembantu Rumah Tangga (PRT) di rumah itu yang bernama Karsini (55).

Temuan bayi ini kemudian disampaikan ke pembantu bernama Karsini dan dilanjutkan ke satpam. “Saya pun sempat melihat kreseknya bergerak-gerak, dan ada suara seperti kucing. Saya lalu berteriak memanggil satpam,” ungkap Karsini.

Tiga orang ini kemudian mengambil kresek itu bersama-sama. Tiga orang ini sangat kaget saat melihat isi dalam kresek itu.

Ternyata kresek itu berisi bayi dengan pakaian lengkap. Mereka semakin kaget melihat mulut bayi ditutup lakban. Beruntung lakban itu tidak menutup hidung bayi.

Karsini pun langsung masuk kedalam rumah untuk mengambil selendang ungu dan dibalutkan ke tubuh bayi. Saat kembali ke luar rumah, Karsini melihat lakban sudah terlepas dari mulut bayi. Dia tidak dapat memastikan siapa yang melepas lakban bayi itu.

Satpam kemudian lapor ke Polsek Sukolilo.

“Saya tidak tahu nama satpamnya. Satpam itu yang lapor ke polisi,” tambahnya.

Setelah mendapat laporan dari warga, anggota Polsek Sukolilo langsung meluncur ke lokasi.

Kapolsek Sukolilo, Kompol Taufik Yulianto mengaku tidak melihat mulut bayi dilakban saat tiba di lokasi. Berdasar informasi dari sejumlah saksi, lakban di mulut bayi itu dilepas oleh satpam bernama Suratno.

Kompol Taufik Yulianto belum mendapat informasi tentang ibu atau pembuang bayi malang itu. Unit Reskrim masih menelusuri ibu maupun pembuang bayi itu. Pihaknya baru minta keterangan dari Suratno. Rencananya Unit Reskrim akan menggali informasi dari saksi lain.

“Kondisi bayinya sehat. Diperkirakan bayi itu lahir antara 2-3 jam sebelum ditemukan,” kata Kapolsek Sukolilo Kompol Taufik Yulianto.

Karsini yakin ibu tidak bertanggungjawab itu bukan berasal dari kawasan tersebut, baik warga asli atau penghuni kost.

Selama ini Karsini tidak pernah melihat ada wanita hamil jalan-jalan di kawasan tersebut. Dia menduga pembuang bayi adalah warga luar kompleks.

Karsini mengaku tadi malam baru tidur pada 24.00 WIB. Sebelum tidur, Karsini tidak mendengar suara apapun. Tapi saat terbangun sejenak, dia sempat mendengar suara motor berhenti di depan rumah majikannya.

Dia tidak dapat memastikan pengendara motor itu yang membuang atau bukan.

“Mesinnya masih menyala. Setelah itu terdengar bunyi kresek-kresek seperti menaruh kresek,” terangnya.

Perlu diketahui, saat itu mobil Honda Civic milik Mayasari diparkir menghadap Timur. Jadi pembuang bayi harus masuk celah antara pagar rumah dengan mobil untuk menaruh bayi di spion kanan mobil. (sur/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.187.976 Since: 05.03.13 | 3.724 sec