Ekonomi

Premium Digeser Pertalite Bulan Depan

Sunday, 19 April 2015 | View : 501

JAKARTA-SBN.

Mulai bulan depan, secara bertahap Pemerintah dan PT. Pertamina (Persero) akan mengurangi tingkat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium, khususnya di kota besar di Indonesia. BBM jenis ini diharamkan untuk mobil pribadi. Premium hanya boleh digunakan untuk angkutan umum. Kebijakan ini diterapkan untuk 'memaksa' masyarakat secara perlahan bisa beralih dari Premium yang merupakan bahan bakar beroktan rendah.

PT. Pertamina (Persero) akan menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium secara bertahap dan menggantinya dengan bensin jenis baru bernama Pertalite. Sebagai gantinya, mulai Mei 2015, PT. Pertamina (Persero) menghadirkan bensin jenis baru yakni Pertalite.

Kualitas BBM jenis ini diklaim di atas Premium. Pertalite akan berkadar oktan RON 90. Bensin baru tersebut memiliki kualitas lebih baik, yakni RON 90-91. Di atas Premium yang berkadar oktan RON 88 namun di bawah Pertamax yang beroktan 92. Harga pertalite lebih mahal dari premium, tapi masih di bawah pertamax RON 92.

"Kita akan di medium range antara Pertamax ke Premium sehingga perbedaan tidak terlalu jauh antara Rp 8000-8300," papar Vice President Fuel Marketing PT. Pertamina (Persero) Muhammad Iskandar saat diskusi mingguan dihelat merdeka.com, Radio Republik Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Institut Komunikasi Nasional (IKN), dan PT Sewatama di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Minggu (19/4/2015).

Pemerintah mendukung upaya PT. Pertamina (Persero) menghapus premium dan menggantinya dengan Pertalite. Bahan bakar minyak beroktan lebih tinggi ketimbang premium itu bakal dijual dengan harga pasar alias tak tak disubsidi.

"Tidak termasuk yang harus ditetapkan oleh Pemerintah harganya, sama seperti pertamax dan bisa bersaing dengan Super milik Shell. Yang dijual lebih adalah nilai oktannya," jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) RI ke-15 di Kabinet Kerja periode 2014-2019 sejak 26 Oktober 2014, Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D. di kantornya, Jakarta, Jumat (17/4/2015).

Menurut mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Indonesia (BUMN) pada Kabinet Indonesia Bersatu, terobosan Pertamina tersebut sangat bagus lantaran dapat mengurangi polusi kendaraan. Hal tersebut sejalan dengan rencana pemerintahan Jokowi untuk mengurangi gas emisi rumah kaca.

"Itu bagus. Semakin tinggi oktan semakin bagus pembakaran semakin hemat energi kan bagus untuk lingkungan," terang mantan Menteri Komunikasi dan Informatika dalam Kabinet Indonesia Bersatu dari Oktober 2004 hingga Mei 2007, Sofyan A. Djalil.

Direktur Pemasaran PT. Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan, Pertamina akan meluncurkan bahan bakar bensin jenis baru dengan kisaran angka oktan antara 88 hingga 92 pada bulan depan.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT. Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan, premium nantinya hanya akan dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pinggiran kota, yang banyak dilalui angkutan umum. "(Premium) Hanya ada di SPBU pinggiran kota dan jalur angkot, mikrolet, dan lain-lain. SPBU tengah kota tidak jual lagi premium," papar Direktur Pemasaran dan Niaga PT. Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, Kamis (16/4/2015).

Sebagai gantinya, Pertamina akan meluncurkan pertalite untuk memberi pilihan masyarakat dalam mengonsumsi BBM. BBM jenis baru ini nantinya akan lebih murah dari pertamax, tapi lebih mahal dari harga premium saat ini. "Kami tetapkan harga di bawah pertamax tapi di atas premium," ucap Direktur Pemasaran dan Niaga PT. Pertamina (Persero) Ahmad Bambang.

"Kami akan mengeluarkan produk bensin baru dengan RON 90 pada bulan depan di Jakarta, Surabaya, Semarang, dan kota besar lainnya di Jawa," beber Ahmad Bambang.

Ahmad Bambang mengatakan bensin jenis baru dengan nama Pertalite itu merupakan produk transisi sebelum penghapusan premium berangka oktan 88. "Harganya tentu akan lebih mahal ketimbang premium," ungkap Ahmad Bambang.

Penghapusan premium, terang Direktur Pemasaran dan Niaga PT. Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, agar masyarakat tidak ribut lagi bila harga BBM naik-turun setiap bulan.

Bensin baru ini juga membantu pemerintah dalam rangka migrasi pengguna premium ke bahan bakar yang lebih baik. "Dampak kenaikan harga premium di masyarakat tidak lagi besar, karena sudah banyak yang pindah," pungkas Direktur Pemasaran dan Niaga PT. Pertamina (Persero) Ahmad Bambang.

Upaya menekan konsumsi Premium dilakukan juga untuk menekan impor minyak yang selama ini cukup tinggi. Hanya 30 persen produksi Premium yang dihasilkan dari kilang dalam negeri. Sisanya, 70 persen berasal dari impor. (mer/jos)

See Also

Bursa Asia Ditutup Menguat
Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.908.952 Since: 05.03.13 | 0.1301 sec