Internasional

Karni Bin Medi Tarsim Dieksekusi Mati Di Arab Saudi

Thursday, 16 April 2015 | View : 534

RIYADH-SBN.

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali dieksekusi mati di Arab Saudi. TKI bernama Karni bin Medi Tarsim itu dieksekusi mati pada pukul 10.00 pagi, Kamis (16/4/2015) tadi. Dikabarkan sebelumnya pada Selasa (14/4/2015), Siti Zaenab (47 tahun) juga dieksekusi mati di negara itu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk memohonkan pengampunan bagi Warga Negara Indonesia (WNI), Karni bin Medi Tarsim, yang mendapatkan hukuman mati atas pembunuhan yang dilakukannya pada 2012. Namun, tindakan pembunuhan yang dilakukan Karni tergolong sadis sehingga keluarga korban tak mau memaafkan. Ia membunuh anak majikannya yang berusia 4 tahun.

Karni bin Medi Tarsim pun menjalani eksekusi mati di Arab Saudi pada Kamis (16/4/2015).

"Perhatian publik Arab Saudi lebih besar terhadap kasus Karni. Pembunuhan yang ia lakukan sangat keji, yaitu membunuh anak kecil pada saat anak itu sedang tidur," beber Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, di Gedung Kemenlu RI, Jakarta, Kamis (16/4/2015).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menjelaskan, kasus pembunuhan yang dilakukan Karni terjadi pada September 2012. Anak majikannya yang berusia 4 tahun dibunuh Karni bin Medi Tarsim saat dalam keadaan tidur. Padahal, berdasarkan pengakuan Karni bin Medi Tarsim di pengadilan, kedua majikannya selalu memperlakukan dirinya dengan cukup baik. Kasus ini juga menimbulkan kasus lainnya karena saat kasus itu terjadi, ayah korban yang bergegas menuju rumahnya terlibat kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa. Kasus ini mendapatkan perhatian besar dari publik di Arab Saudi.

Proses peradilan berlangsung cepat. Karni bin Medi Tarsim dieksekusi dua tahun setelah divonis mati pada 2013.

Pemerintah Indonesia, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, telah berusaha semaksimal mungkin dengan menempuh berbagai upaya hukum. Bahkan, Presiden RI telah tiga kali menyampaikan surat permohonan pengampunan dan mediasi kepada Raja Arab Saudi. Namun, hal-hal tersebut tidak juga membuahkan pengampunan bagi Karni bin Medi Tarsim.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir melanjutkan, keluarga Karni bin Medi Tarsim yang berada di Jawa Tengah, juga sudah dua kali diberangkatkan ke Arab Saudi untuk bertemu Karni bin Medi Tarsim dan meminta maaf secara langsung kepada keluarga korban.

Hukum di Arab Saudi menyatakan bahwa yang berhak membatalkan eksekusi mati adalah keluarga korban sebagai ahli waris.

"Dalam pertemuan dengan Wakil Menlu Arab, Menlu RI kembali meminta bantuan untuk memohonkan maaf kepada keluarga korban. Namun, karena kejadiannya sangat mengerikan, keluarga korban bersikeras tidak mau memberi maaf," ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir. (kom/jos)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.909.220 Since: 05.03.13 | 0.1361 sec