HAM

Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion

Thursday, 16 April 2015 | View : 1067

YOGYAKARTA-SBN.

Sejumlah organisasi masyarkat (ormas) Islam Yogyakarta memprotes rencana "Perayaan Paskah Bersama Umat Nasrani" di Stadion Kridosono berada di wilayah Kotabaru, Jl. Yos Sudarso, Yogyakarta yang akan digelar Kamis (16/4/2015).

Dalam protes tertulis yang dilayangkan ke Polda DIY, mereka mencurigai ada misi lain dari perayaan itu.

Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Pol Erwin Triwanto yang baru menggantikan Brigjen Pol Oerip Sobagyo, Selasa (17/3/2015) di Rupatama Mabes Polri mengatakan, dari hasil tatap mukanya terhadap ormas Islam yang mengajukan keberatan. Mereka mengaku keberatan perayaan itu dihadiri oleh Pendeta Stephen Tong.

Karena ada kekhawatiran kegiatan tersebut hanya sebatas kedok semata. Disinyalir, acara itu juga mengadakan acara pemurtadan agama yang diskenariokan melalui testimoni yang disampaikan di acara tersebut.

"Saya sampaikan ke mereka jika kami menerima keberatan mereka tapi tidak bisa memutuskan. Akan kami cari formulasi terbaik. Karena  kegiatan ibadah atau agama dilindungi oleh Undang-undang," kata Brigjen Pol Erwin Triwanto usai berdialog bersama Ustadz Umar Said dan Koordinator Forum Umat Islam M. Fuad, Selasa (14/4/2015).

Brigjen Pol Erwin Triwanto berjanji akan mengundang panitia acara tersebut guna menanyakan agenda kegiatan. Pasalnya untuk kegiatan agama tidak perlu izin. "Karena ini dilematis buat Polri, kalau kami larang apa dasarnya. Itulah sebabnya saya sampaikan ke mereka kami akan bicara dengan panitia," terang mantan Kabagjiansosmas Bid PPITK STIK Lemdikpol ini, Brigjen Pol Erwin Triwanto.

Penasehat Panitia perayaan Paskah Bersama umat Kristiani Yogyakarta, Chang Wendrinto saat dihubungi awak media mengatakan tidak ada yang perlu diikhawatirkan dari kegiatan Paskah bersama yang menghadirkan Pendeta Stephen Tong. "Saya jamin tidak ada acara seperti yang dikhawatirkan oleh kawan-kawan. Ini adalah kegiatan internal umat Kristiani dan kami hanya kebaktian dan doa saja," kata Chang Wendrinto.

Chang Wendrinto mengatakan, pihaknya sangat menghormati Ngarsa Dalem yang berharap Jogja tetap menjadi kota toleransi. "Apalagi kegiatan ibadah dilindungi Undang-undang. Kami percaya aparat kepolisian dan kawan-kawan dari ormas akan menerima kegiatan kami," tutur Chang Wendrinto. (viva/jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.821.204 Since: 05.03.13 | 0.2147 sec