Hukum

Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Janda Cantik

Wednesday, 15 April 2015 | View : 1469

JAKARTA-SBN.

Seorang janda beranak satu, Deudeuh Alfi Sahrin (26) atau biasa disapa Mpi alias Tata, adalah warga Bojong Pondok Terong, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat ditemukan tewas tanpa busana di kamar kosnya di Jalan Tebet Utara I Boarding House 15 C Nomor 28, RT07/RW10, Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan sekitar pukul 19.00 WIB akhir pekan kemarin, Sabtu (11/4/2015).

Polisi akhirnya membekuk pembunuh Deudeuh Alfisahrin alias Tata alias Empi. Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus terduga pembunuh Deudeuh Alfi Sahrin alias Tata, 26, wanita yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Tebet, Jakarta Selatan. Namun identitas terduga belum diungkap.

"‎Iya benar, tersangka sudah ditangkap," ungkap Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/4/2015).

Namun, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan belum mau memberikan penjelasan lebih jauh terkait identitas tersangka. AKBP Herry Heryawan enggan menjelaskan identitas pelaku. AKBP Herry Heryawan juga belum memberikan keterangan soal jenis kelamin tersangka. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. "Nanti saja," singkatnya.

Tersangka ditangkap di tempat persembunyiannya di kawasan Bogor, Jawa Barat pada dini hari tadi. Saat ini polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk menguak motif pembunuhan korban.

Dikabarkan sebelumnya, Penyidik Polsek Tebet masih menyelidiki kasus pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin yang terjadi di rumah kos di Tebet, Jakarta Selatan. Penyidik mengejar dua orang tamu yang menemui korban sebelum terjadi pembunuhan.

Penyidik sudah mendapatkan beberapa keterangan saksi terkait kasus pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin. Dugaan sementara, korban mengenal pelaku.

Sudah tujuh saksi diperiksa dalam kasus ini. Mereka teman dekat dan tetangga korban.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru mengatakan sampai saat ini saksi yang sudah diperiksa tujuh orang. "Saksi yang sudah diperiksa sampai dengan hari ini total tujuh orang," beber AKBP Audie Latuheru di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2015).

Polisi pun sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang saksi, baik pemilik rumah kos maupun beberapa orang yang tinggal di sana. Selain itu, penelusuran catatan harian milik korban juga dilakukan, hingga akhirnya kasus pembunuhan Deudeuh menemukan sedikit titik terang.

Polisi yang mendalami siapa saja nama-nama orang yang berada dalam catatan harian di kamar korban itu, menemukan dua nama orang yang terakhir bertemu dengan korban.

Berdasarkan keterangan saksi, penyidikan mengerucut pada orang yang diduga membunuh janda berusia 26 tahun itu. Calon tersangka sudah mengerucut pada dua orang. Keduanya adalah 'tamu' terakhir yang berkunjung ke kamar Deudeuh.

"Ada dua tamu bisa dicurigai yang terakhir bertemu korban. Tamu atau yang lainnya yang dikenali korban juga akan diperiksa. Nggak mungkin disebutin di sini," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru di Polres Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2015).

"Kemungkinan sudah mengerucut dua orang, kami juga masih dalami dan mengumpulkan saksi-saksi," tutur Kompol I Ketut Sudarma.

“Calon tersangka pembunuhan Deudeuh sudah mengerucut menjadi dua orang, kami masih dalami," tambah Kapolsek Tebet Kompol I Ketut Sudarma, saat ditemui, Selasa (14/4/2014).

"Tersangka kenalan dekat korban," singkat AKBP Audie Latuheru.

Saat ditanya siapa nama dua tamu tersebut, Kompol I Ketut Sudarma enggan menyebutkan. "Kami belum bisa informasikan namanya, namun jejaknya sudah diketahui, akan kami telusuri," katanya.

AKBP Audie Latuheru juga mengatakan, polisi juga akan memanggil mantan suami Deudeuh untuk dimintai keterangan, agar bisa menambah informasi demi mengungkap pelaku pembunuhan tersebut, "Mantan suami korban akan diperiksa untuk mengungkapkan kasus pembunuhan ini," jelas AKBP Audie Latuheru.

Polisi menduga pembunuhan terhadap Deudeuh Alfi Sahrin, telah direncanakan. Saat ini kepolisian tengah mendalami dugaan itu.

"Kemungkinan pembunuhan ini direncanakan, kami masih dalami," sebut Kapolsek Tebet I Ketut Kompol I Ketut Sudarma di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2014).

Meski demikian, tegas AKBP Audie Latuheru, pihaknya menduga kasus pembunuhan itu sudah direncanakan sebelumnya. Tetapi, dugaan itu terus didalami pihak kepolisian.

"Ada indikasi kalau ini pembunuhan berencana. Namun masih kami dalami terlebih dahulu," papar AKBP Audie Latuheru.

Kompol I Ketut Sudarma belum bisa menyimpulkan motif pembunuhan yang dilakukan pelaku. Namun Ia memastikan, nama kedua orang itu tidak disebut dalam buku harian yang dikantongi polisi dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Dua orang ini tidak ada dalam buku harian," kata Kompol I Ketut Sudarma.

Hal ini juga diperkuat dengan barang koban yang hilang di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kompol I Ketut Sudarma mengatakan, menurut sejumlah saksi korban sempat mengaku kehilangan dua handphone.

Di lokasi kejadian, penyidik menemukan alat kontrasepsi. Kapolsek Tebet Kompol I Ketut Sudarma mengatakan di lokasi Deudeuh tewas, penyidik menemukan alat kontrasepsi.

Dari kamar pemilik akun Twitter @tataa_chubby ditemukan sejumlah barang. Teranyar, polisi juga menemukan alat kontrasepsi yang masih berisi cairan sperma.

"Semua barang-barang masih diselidiki kepemilikannya, seperti alat kontrasepsi dan cairan (sperma) itu," ungkap Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2015).

Barang bukti yang ditemukan kepolisian dan sedang diselidiki, yakni kaus kaki, bed cover, kabel, dan alat kontrasepsi. Penyidik juga mengamankan kaus kaki, kabel, dan bed cover, sebagai alat bukti. Pihak kepolisian hingga saat ini masih menyelidiki hasil penemuan dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin (26) di kamar indekosnya, Tebet, Jakarta Selatan. "Pemeriksaan masih dilakukan mengenai hal itu," terangnya.

Korban diduga tewas akibat kekurangan oksigen. Pelaku diduga menjerat leher janda berusia 26 tahun itu menggunakan kabel. Sedangkan mulutnya disumpal menggunakan kaus kaki.

Korban tewas karena kekurangan oksigen akibat kabel catok yang melilit lehernya. Kompol I Ketut Sudarma menyampaikan, korban tewas akibat kekurangan oksigen. Pelaku menjerat leher perempuan berkulit putih itu menggunakan kabel. (met/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.312.620 Since: 05.03.13 | 0.2044 sec