Hukum

Janda Cantik Tewas Dibunuh Di Tebet

Monday, 13 April 2015 | View : 1599

JAKARTA-SBN.

Penyidik sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kasus pembunuhan seorang janda beranak satu, Deudeuh Alfi Sahrin (26) yang ditemukan tewas bugil dalam kondisi mulut tersumpal kaos kaki dan leher terlilit kabel di kamar indekosnya di Jalan Tebet Utara I 15-C Nomor 28 RT07/RW10, Tebet Timur, Jakarta Selatan sekitar pukul 19.00 WIB akhir pekan kemarin.

Pelaku pembunuh Deudeuh Alfi Sahrin atau biasa disapa Mpi atau Tata yang ditemukan tewas bugil dengan kondisi mulut disumpal kaos kaki dan leher terjerat kabel di kamar kosnya di Jalan Tebet Utara 15-C, Tebet, Jakarta Selatan hingga kini masih diburu.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Drs. Martinus Sitompul, M.Si., selain membunuh pelaku juga diduga membawa dua buah handphone milik Deudeuh. "Ada 2 handphone yang hilang," ungkap Kombes Pol. Martinus Sitompul di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/4/2015).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Drs. Martinus Sitompul, M.Si. mengatakan berdasarkan olah TKP sementara patut diduga pelakunya bisa lebih dari satu orang. Kombes Pol. Martinus Sitompul mengatakan dari keterangan saksi identitas pelaku sudah dikantongi. Saat ini polisi tengah memburu pelaku yang diduga lebih dari satu orang tersebut.

"Kami sedang lakukan upaya penangkapan. Kalau dilihat dari olah TKP, patut diduga pelaku itu bisa saja lebih dari satu orang. Tetapi yang kami lakukan dalam mengungkap peristiwa ini, kami melihat fakta-fakta yang ada, bahwa terjadi jeratan menggunakan kabel, kemudian ada sumbatan terhadap mulut sehingga korban tak bisa bernafas," urai mantan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Martinus Sitompul, di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/4/2015).

Kendati demikian, Kombes Pol. Martinus Sitompul belum bisa memastikan apakah pelakunya satu orang atau lebih.

"Apakah itu dilakukan satu orang atau dua orang, tentu kami masih perlu dalami. Bagi kami siapa orang terakhir bertemu dan mendatangi korban, itu yang paling penting untuk kami ungkap," bilangnya.

Mantan Kapolres Bandung Timur, Kombes Pol. Martinus Sitompul menyampaikan, pada saat olah TKP, polisi juga menemukan buku catatan dan buku harian korban. Saat ini sedang didalami isinya.

"Barang bukti yang kami temukan, semua kami teliti hubungannya dengan korban apa. Adanya diary ini tentu menjadi bahan penelitian kami juga untuk mengungkap kasus ini," ungkapnya.

Menyoal pekerjaan korban, Kombes Pol. Martinus Sitompul enggan memastikannya. "Bagi pihak kepolisian seorang korban adalah korban. Latar belakangnya apa kami tidak melihat itu. Kami cukup prihatin dan kami bela sungkawa terhadap keluarga korban. Kami akan berupaya mengungkap kasus ini," tegasnya.

Mantan Kabag Operasi Polwitabes Bandung, Kombes Pol. Martinus Sitompul menuturkan, korban memang seorang janda yang sudah berpisah dengan mantan suaminya beberapa tahun lalu.

"Korban memang berasal dari wilayah Depok. Sudah berpisah beberapa tahun dengan suaminya. Korban memang hidup sendiri," katanya.

Ihwal apakah mantan suaminya akan diperiksa, Kombes Pol. Martinus Sitompul menegaskan, semua yang terkait dengan korban akan dilakukan pemeriksaan.

"Siapa pun yang terkait dengan korban tentu akan kami lakukan pemeriksaan," tandasnya.

Polisi mengimbau kepada teman-teman korban Deudeuh Alfi Sahrin (26), untuk memberikan informasi terkait tewasnya perempuan cantik itu di kamar indekosnya, di Jalan Tebet Utara I, Jakarta Selatan.

"Kami mengimbau teman-teman atau tetangga korban yang mempunyai informasi sekecil apapun, kami mohon untuk bantuannya diberikan kepada kami," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Audie Latuheru, di kantornya, Senin (13/4/2015).

Ia menyampaikan, sekecil apapun informasi itu, dapat digunakan untuk mengungkap siapa pelakunya. "Kami percaya informasi sekecil apapun dapat berguna bagi proses penyelidikan kami," ungkapnya.

Menurutnya, penyidik sudah menyita sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Selain itu, sejumlah teman korban juga sudah dimintai keterangan. Namun, polisi masih terus mengumpulkan keterangan untuk memastikan siapa pelaku pembunuhan itu.

"Di TKP, juga ada beberapa barang korban hilang. Ini tentunya, menjadi bahan kami menyelidiki. Ada beberapa barang bukti yang juga kami amankan seperti kabel, kaos kaki, seprei, dan lainnya," ungkapnya.

Menyoal apakah sebelum ditemukan tewas korban sempat melakukan hubungan seks, AKBP Audie Latuheru belum mengetahuinya.

"Itu belum diketahui. Kami masih menunggu hasil visum," tandasnya.

Penyidik mencurigai beberapa orang yang mungkin merupakan pelaku pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin (26), yang ditemukan tewas dalam kondisi leher terlilit kabel di kamar kosnya, di Jalan Tebet Utara I Nomor 15-C Nomor 28 RT07/RW10, Tebet Timur, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

"Semuanya masih dalam proses penyelidikan. Kami masih menyelidiki antara beberapa orang yang mungkin sebagai pelaku," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, AKBP Audie Latuheru, di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (13/4/2015).

Dikatakan AKBP Audie Latuheru, dari beberapa nama yang dicurigai, polisi belum bisa mengerucut kepada satu pelaku.

"Ada beberapa orang yang menurut perkiraan kami bisa saja pelakunya. Namun, kami belum bisa mengerucut kepada satu orang. Itu sebabnya kami belum bisa menyampaikan siapa," ungkapnya.

Soal apakah pelakunya lebih dari satu orang, AKBP Audie Latuheru belum bisa memastikannya.

"Belum tahu. Semua bukti sedang kami teliti," bilang AKBP Audie Latuheru.

Beberapa nama orang yang dicurigai itu, tambahnya, berasal dari sebuah buku catatan milik korban.

"Ada beberapa nama orang dalam buku. Memang dia menulis data-data teman yang datang. Kami masih mengumpulkan bukti-bukti dan belum bisa menyampaikan begitu detail siapa nama yang datang," papar AKBP Audie Latuheru.

Ihwal pekerjaan korban, mengapa mencatat teman-teman yang datang, AKBP Audie Latuheru belum mengetahui secara pasti.

Menurut keluarga, korban bekerja di sebuah event organizer dan tinggal di kamar kostnya di wilayah Tebet, Jakarta Selatan sejak satu tahun terakhir.

"Sementara kita belum ketahui pekerjaannya secara pasti. Namun diketahui sementara bekerja di sebuah even organizer," terang AKBP Audie Latuheru.

Menurutnya, pihaknya menemukan sidik jari di dalam kamar kos korban dan sedang dalam penelitian.

"Sidik jari sudah kami ambil. Ada alat kontrasepsi juga, sudah kami ambil. Hasil autopsi masih menunggu dari RSCM. Selanjutnya, kami akan mencari siapa-siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut," tukasnya.

Polisi telah membawa jenazah Deuhdeuh Alfi Sahrin (26) yang diduga dibunuh di kamar indekos, di Jalan Tebet Utara I 15-C Nomor 28 RT07/RW10, ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, korban sudah meninggal sekitar 10 jam sebelum ditemukan.

Mengenai kematian korban, menurut Kombes Pol. Martinus Sitompul, polisi menduga wanita muda itu tewas sepuluh jam sebelum ditemukan. Hal itu terlihat dari pergelangan tangan korban yang sudah membiru.

"Patut diduga ada sekitar 8 sampai 10 jam korban baru ditemukan setelah meninggal. Jadi kalau pukul 20.00 WIB, Sabtu malam ditemukan, berarti 10 jam sebelumnya korban sudah meninggal," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Martinus Sitompul, di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/4/2015).

Dikatakan Kombes Pol. Martinus Sitompul, diduga korban tewas karena kehabisan nafas akibat dianiaya pelaku.

"Tewasnya, karena jeratan kabel dan kehabisan nafas. Mulutnya juga disumpal," jelasnya.

Ia menyampaikan, polisi saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelakunya.

"Tentu dalam hal ini kami berharap kepada masyarakat yang mengetahui atau mempunyai informasi dapat melaporkan ke kami. Supaya, upaya pengungkapan ini bisa cepat kita bawa ke dalam proses penegakan hukum," pungkas Kombes Pol. Martinus Sitompul.

Deudeuh Alfi Sahrin (26), ditemukan meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan di kamar indekosnya, di Jalan Tebet Utara I 15-C Nomor 28 RT07/RW10, Tebet Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2015) malam.

Perempuan itu ditemukan sudah meregang nyawa dengan kondisi mulut perempuan berusia 26 tahun ini tersumpal kaos kaki dan leher terlilit kabel. Sejumlah barang berharga seperti perhiasan dan telepon genggam milik korban juga raib.

Penghuni sebelah kamar korban, sempat mendengar suara gaduh sebelum korban yang merupakan warga Bojong Pondok Terong RT01/RW01, Pondok Terong, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, tersebut ditemukan tewas.

Beberapa jam kemudian, polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan jasad dari Mpi dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat guna diautopsi. Minggu (12/4/2015), jenazah Deudeuh siang tadi dibawa keluarga usai diotopsi tim forensik RSCM, Jakarta. Jenazah Deudeuh siang tadi dimakamkan oleh keluarga di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. (jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.095 Since: 05.03.13 | 0.113 sec