Internasional

Iran Dan Arab Saudi Semakin Terang-terangan Dalam Perang Yaman

Friday, 10 April 2015 | View : 1059

SANAA-SBN.

Pemimpin spiritual Republik Iran, Ayatullah Ali Khamenei, mengecam serbuan jet tempur Liga Arab, khususnya Arab Saudi, ke Yaman.

Setelah dua pekan serangan udara Arab Saudi menghantam Yaman, pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei mengecam serbuan itu dengan mengatakan serangan itu adalah pembantaian massal.

Serangan udara sejak dua pekan lalu itu dia sebut menimbulkan lebih banyak korban dari warga sipil, alih-alih pemberontak Houthi yang bermazhab Syiah.

"Serangan ini adalah kejahatan perang, sebuah pembantaian massal," ketus pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei dalam jumpa pers yang dilansir Reuters, Jumat (10/4/2015).

Pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei mendorong rakyat Yaman menuntut petinggi Arab Saudi yang bercokol di Ibu Kota Riyadh, ke Mahkamah Internasional. Tuduhannya adalah pembantaian massal yang disengaja. Sejauh ini, tudingan pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei merupakan serangan politik paling keras dari Teheran kepada Arab Saudi.

"Kejahatan perang ini bisa dituntut ke Mahkamah Internasional. Riyadh tidak akan menang melalui agresi militer tersebut," kata pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei dalam jumpa pers seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (10/4/2015).

Senada dengan pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei, Presiden Iran Hassan Rouhani mengkritik serangan udara Arab Saudi sebagai kesalahan strategi. Pemberontak Houthi kini secara de facto menguasai Sana'a. Intervensi seharusnya dilakukan melalui dialog. "Kami terus mendesak kekerasan dihentikan," tegas Hassan Rouhani.

Data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serangan udara Liga Arab menewaskan 311 warga sipil, 77 di antaranya anak-anak, dari lima kota Yaman. Mereka semua dipastikan tak berhubungan dengan pemberontak Houthi. Sedangkan 364 orang lainnya luka-luka akibat serangan udara tersebut.

Sementara itu, kombantan yang tewas sebanyak 229, baik dari sisi Houthi maupun loyalis Presiden Abdurabuh Mansyur Hadi yang kini kontak senjata di Kota Aden. Lebih dari itu, konflik Yaman memaksa 10 ribu orang mengungsi dan kehilangan harta bendanya.

Intelijen Barat menyatakan pertempuran di Yaman, sebetulnya adalah adu pengaruh Iran dan Arab Saudi. Pasukan Houthi yang menggulingkan Presiden Yaman Abdurabuh Mansyur Hadi, mendapat pasokan senjata dari Negeri Para Mullah lantaran sama-sama bermazhab Syiah. Sementara itu, Presiden Abdurabuh Mansyur Hadi yang terusir meminta bantuan Liga Arab karena latar belakang Islam Sunni.

Iran oleh pelbagai dokumen dan laporan intelijen, disebut pihak yang turut bermain dalam konflik Iran. Keterlibatan republik bermazhab Islam Syiah itulah yang memicu Arab Saudi menggalang kekuatan bersama sembilan anggota Liga Arab lainnya, untuk menggempur pemberontak Houthi.

Selama ini perseteruan Iran-Arab Saudi terus terjadi di Timur Tengah. Kedua negara itu saling berebut pengaruh di kawasan paling bergejolak di muka bumi ini.

Iran disebut-sebut membantu pasokan senjata dan pelatihan bagi para pemberontak Houthi yang mengusir Presiden Yaman Abdurabuh Mansyur Hadi. Sejak September tahun lalu pemberontak Muslim Syiah itu menguasai Ibu Kota Sanaa.

Setelah berulang kali dituding sebagai penyokong utama pasukan pemberontak Houthi, Iran perlahan terlibat langsung pada konflik Yaman.

Setelah kelompok Houthi dibombardir oleh Liga Arab dua pekan lalu, Iran akhirnya secara terang-terangan menunjukkan tajinya dengan tidak tinggal diam.

Angkatan Laut Iran mengirim 2 kapal perang yakni kapal perusak "Alborz" dan kapal pendukung logistik "Bushehr" yang berlayar dari Bandar Abbas ke Teluk Aden, di Selatan Yaman, Rabu (8/4/2015).

Sejauh ini, petinggi militer Negeri Para Mullah membantah kapal perang itu terkait konflik di Yaman. Alasan yang dipakai adalah adanya peningkatan aktivitas bajak laut di sekitar Teluk Aden.

"Dua kapal itu kami kirim untuk menjaga keamanan kapal-kapal Iran dan melindungi kepentingan Republik Islam ini di laut lepas," kata Laksamana Muda Habibollah Sayyari kepada Press TV, Kamis (9/4/2015).

Laksamana Muda Habibollah Sayyari menyatakan tujuan akhir dua kapal itu adalah pantai utara Samudera Hindia. Sebelum ke lokasi yang dituju, dua kapal tempur ini diperintahkan berpatroli ke Teluk Aden, sisi Selatan Yaman, hingga Laut Merah.

Bukan sekali ini Iran mengirim kapal tempur menghalau perompak. Pada Februari 2015, dua unit kapal perang Iran dari Pangkalan Bandar Abbas terlibat pembebasan kapal tanker yang sempat dikuasai empat perahu pembajak, 75 nautikal mil dari pantai Kota Mukalla, Yaman.

Sejak akhir bulan lalu, Kementerian Luar Negeri Iran sudah mengecam serangan udara Liga Arab sebagai 'agresi militer'.

"Iran mendesak semua agresi militer dan serangan udara terhadap Yaman dan rakyatnya segera dihentikan. Aksi militer di Yaman, yang sedang menghadapi krisis domestik, akan semakin memperburuk situasi," pungkas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham, Kamis (26/3/2015).

Alborz  (F-72)

Class and type: Alvand-class frigate
Displacement: 1,100 tons (1,540 tons full load)
Length: 94.5 m (310 ft)
Beam: 11.07 m (36 ft)
Draught: 3.25 m (10.5 ft)
Propulsion: 2 shafts, 2 Paxman Ventura cruising diesels, 3,800 bhp, 17 knots (31 km/h)
2 Rolls Royce Olympus TM2 boost gas turbines, 46,000 shp, 39 knots (72 km/h)
Speed: 39 knots (72 km/h) max
Range: 5,000 nmi (9,000 km) at 15 knots (28 km/h)
Complement: 125-146
Armament: 4 x C-802 anti-ship missiles
1 × 4.5 inch (114 mm) Mark 8 gun
1 x twin 35 mm AAA, 2 x single 20 mm AAA
2 × 81 mm mortars
2 × 0.50cal machine guns
1 x Limbo ASW mortar
2 x triple 12.75 in torpedo tubes

(reuters/jos)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.907.463 Since: 05.03.13 | 0.1178 sec