Politik

Kronologis Kericuhan Rapat Golkar Kubu Agung Laksono Di Medan

Saturday, 11 April 2015 | View : 966

MEDAN-SBN.

Rapat konsolidasi Partai Golongan Karya (Golkar) versi Munas Ancol di Tiara Convention Center, Hotel Tiara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (11/4/2014) diwarnai kericuhan.

Rapat konsolidasi Partai Golkar Sumatera Utara yang dihadiri H. R. Agung Laksono di salah satu hotel berbintang di Medan berlangsung ricuh.

Kericuhan terjadi saat Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, H. R. Agung Laksono, berpidato dalam Rapat Konsolidasi partai berlambang pohon beringin itu di Tiara Convention Center, Hotel Tiara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (11/4/2015) siang.

Sekelompok pemuda yang menyatakan diri sebagai kader partai berlambang beringin itu berteriak-teriak tidak mengakui Agung Laksono sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Suara teriakan yang memprotes rapat tersebut terdengar, dan menuding rapat tersebut tidak sah. "Rapat ini tidak sah, Agung Laksono sebagai Wakil Ketua Umum," teriak seorang kader.

Seperti peserta rapat konsolidasi lainnya, puluhan pemuda itu juga mengenakan atribut Partai Golkar. Mereka masuk sebelum rapat yang dihadiri langsung Agung Laksono itu dimulai.

Kedatangan mereka langsung disambut dengan teriakan dari seorang peserta rapat konsolidasi. "Keluar kalian, jangan buat rusuh di sini," katanya sambil menghalangi di eskalator.

Meski dihalangi, para pemuda itu tetap berhasil masuk ke ruang rapat. Mereka ikut hadir di ruangan itu.

Sekitar 5 menit setelah acara dimulai, setelah Agung Laksono ditepuktangani, para pemuda itu kembali buka suara. Mereka berteriak-teriak.

"Kami hargai anda Pak Agung, tapi bukan sebagai Ketua Golkar, tapi sebagai Wakil Ketua Golkar," teriak Muhammad Ziad Ananta, pemuda yang mengaku sebagai Ketua Golkar Kecamatan Perbaungan, Sedang Bedagai.

Potensi kericuhan dimulai ketika beberapa peserta rapat menyebut Ketua Panitia Rapat Konsolidasi, sekaligus Plt Sekretaris Partai Golkar Sumut Yasir Ridho Lubis sebagai pengkhianat. Suasana semakin ricuh usai Ketua Panitia Rapat Konsolidasi Yasir Ridho Lubis berpidato. "Ridho, pengkhianat Kau," teriak pemuda yang datang menggeruduk.

Kericuhan meninggi ketika Leo Nababan sekaligus Plt Ketua Partai Golkar Sumut memberikan sambutan. Sejumlah peserta beratribut Partai Golkar berteriak dan mengatakan kepengurusan Agung Laksono tidak sah. Bukan hanya itu, para pemuda itu juga meneriaki Leo Nababan yang sedang berpidato. Mereka tidak mengakui jabatannya sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut. "Kau bukan ketua kami, ketua kami Ajib Shah," teriak Muhammad Ziad Ananta.

Leo Nababan yang berada di podium emosi mendengar teriakan tersebut. Dia bahkan meminta seluruh kader dapat menghormati rapat konsolidasi yang tengah berlangsung.

Leo Nababan kemudian mempersilakan massa yang tidak mengakuinya sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut untuk keluar. "Kalau menganggap ini tidak sah. Silakan keluar," ucapnya.

“Silakan anda keluar kalau ini dianggap tidak sah," tegas dia, Sabtu (11/4/2015), seperti dilansir dari Antara.

Permintaan itu tidak digubris, mereka kembali berteriak dan menyebut dualisme kepengurusan sedang menjalani proses hukum di PTUN.

Leo Nababan langsung menanggapinya, dia mengklaim kepengurusan Golkar yang sah sesuai dengan keputusan Menkum HAM Yasonna H. Laoly. “Silakan ke PTUN, tetapi kami menghormati keputusan Menkum HAM RI," tukas Leo Nababan.

Pernyataan Leo Nababan dianggap kurang memuaskan sehingga puluhan kader yang memprotes kepengurusan Agung Laksono itu maju hingga mendekati podium. Upaya itu dihalangi sejumlah personel polisi berbaju preman dan mencegah mereka mendekati kursi Agung Laksono.

Agung Laksono yang duduk bersama senior Partai Golkar Sumut Dharma Indra Siregar terlihat hanya tersenyum melihat suasana tersebut.

Sempat terjadi saling teriak antara kedua pihak. Wakil ketua DPD Partai Golkar Sumut versi Munas Ancol, Chaidir Ritonga berusaha menenangkan massa. "Nanta, Nanta, sudah damai kita ya," katanya sambil berpelukan dengan Muhammad Ziad Ananta.

Agung Laksono sempat pidato membuka ajang rapat konsolidasi itu.

Agung Laksono berusaha meneruskan pidatonya. Mantan Menko Kesra ini pun berupaya menenangkan keadaan, kemudian menyampaikan arahan kepada kadernya. Namun, situasi semakin ricuh di lokasi rapat konsolidasi tersebut.

"Kita menghargai saudara-saudara kita yang sedang berorasi. Perbedaan pendapat itu sudah biasa. Dan, kita taat kepada hukum," tutur Agung Laksono

Usai berpidato di tengah keriuhan mantan Menko Kesra itu langsung bergegas keluar. Usai memberikan kata sambutan, Agung Laksono keluar dari lokasi pertemuan melalui jalur evakuasi dengan pengawalan ketat dari puluhan personel kepolisian.

Berdasarkan pantauan awak media, aparat kepolisian yang berada di seputaran lokasi, terlihat melakukan pengamanan. Polisi berjaga-jaga untuk mengantisipasi adanya benturan fisik antarkader Golkar di lokasi rapat konsolidasi itu.

Sebagian dari kader partai terlihat berkumpul di luar dan di dalam gedung. Sebagian di antara mereka seakan memperlihatkan wajah ketidakpuasan atas konflik yang merambat ke daerah tersebut. (ant/mer/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.907.374 Since: 05.03.13 | 0.1318 sec