Hukum

Bareskrim Amankan Uang Palsu Setara Rp 16 Triliun

Friday, 10 April 2015 | View : 358

JAKARTA-SBN.

Subdit Uang Palsu Direktorat Khusus Bareskrim Mabes Polri "panen" besar. Korps baju cokelat itu berhasil mengungkap sindikat peredaran uang palsu asing di wilayah Bogor, Jawa Barat dan Tangerang Selatan, Banten.

Empat orang pelaku bisnis haram itupun digulung. Mereka adalah Asep Abdul Fathi alias Ebeh yang berperan sebagai pencetak uang, Tohir selaku pemodal, dan Musa Suhi serta Mad Mahdi. Dua nama terakhir bertugas mengedarkan uang palsu tersebut.

"Barang bukti yang berhasil disita mencapai (setara) Rp 16 triliun lebih uang palsu. Uang palsu itu berhasil kami ungkap dari Jawa Barat terdiri dari mata uang berbagai negara yang dicetak dengan peralatan yang ada di sini," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. di Mabes Polri Kamis (9/4/2015).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol. Drs. Victor Edi Simanjuntak menambahkan, pengungkapan ini dilakukan bertahap mulai 25 Februari 2015 sampai dengan akhir Maret 2015.

"Persisnya, total nilai uang palsu setara Rp 16.205.621.987.685. Antara lain 800 lembar benda yang menyerupai uang kertas pecahan 100 dolar Amerika Serikat, atau setara Rp 1.030.240.00," tambah mantan Kabag Kerma Diklat Ro Bindiklat Lemdikpol, Kombes Pol. Drs. Victor Edi Simanjuntak.

Lainnya, berupa 100 lembar benda yang mirip uang kertas pecahan 10.000 dolar Singapura, atau setara Rp 9.735.000.000.

Juga ada 91 lembar uang pecahan 1000 Malaya and British Borneo, 100 lembar menyerupai uang kertas pecahan 10.000 Malaya and British Borneo, 96 lembar uang kertas pecahan 20 dolar Kanada atau setara Rp 19.889.280.

Juga ada sembilan lembar benda yang menyerupai uang kertas pecahan 1 juta dolar Kanada atau setara Rp 93.231.000.000 dan dua lembar uang kertas pecahan 100 dolar Brunei Darussalam.

Lainnya ada enam lembar uang 1000 mirip mata uang Dejavasche Bank Duized Gulden, 1.117 pecahan Euro 1.000.000 setara Rp 15.967.515.000.000.

Selain ada uang pecahan 1.000.000 mirip dolar Hongkong yang setara Rp 1.710.100.000, selembar pecahan 1000 Deutsche Bundes Bank palsu setara dengan Rp 7.172.270.

Sisanya ada selembar uang kertas palsu pecahan 500 Duetsche Bundes Bank yang nilainya setara Rp 3.586.135 dan 10 ribu lembar uang palsu pecahan US$ 100 senilai 1.000.000 atau setara Rp 132.370.000.000.

Bareskrim juga menyita sejumlah alat pencetak uang palsu. Antara lain, satu unit komputer serta monitornya, tiga printer, satu pisau cutter, penggaris besi, kaca alas potong kertas, dus kertas warna krem, tas berwarna merah berisi kertas warna krem, lampu senter, rumah pisau cutter warna merah serta dua alat sablon.

Menurut mantan Kabag Kerma Diklat Ro Bindiklat Lemdikpol, Kombes Pol. Drs. Victor Edi Simanjuntak, modus yang dilakukan tersangka adalah membuat dan menjual serta menawarkan atau mempunyai uang yang diduga palsu. Harganya pun tentu miring yaitu perlak atau perikat uang Euro dijual seharga Rp 7 juta hingga Rp 10 juta padahal uang itu setara miliaran rupiah.

Sesuai keterangan tersangka mereka mencetak ribuan uang palsu itu karena pada 2015 ini ada era perdagangan bebas, artinya akan banyak orang asing di Indonesia.

Maka mereka mencetak uang dengan harapan mendapat 10 persen dari nilai setara 16 triliun rupiah itu. Hanya beberapa uang itu, yang kualitanya tidak terlalu bagus, sudah diedarkan.

Para tersangka dijerat Pasal 244 dan Pasal 245. KUHP juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (sp/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.527 Since: 05.03.13 | 0.1094 sec