Hukum

Bareskrim Amankan Uang Palsu Setara Rp 16 Triliun

Friday, 10 April 2015 | View : 397

JAKARTA-SBN.

Subdit Uang Palsu Direktorat Khusus Bareskrim Mabes Polri "panen" besar. Korps baju cokelat itu berhasil mengungkap sindikat peredaran uang palsu asing di wilayah Bogor, Jawa Barat dan Tangerang Selatan, Banten.

Empat orang pelaku bisnis haram itupun digulung. Mereka adalah Asep Abdul Fathi alias Ebeh yang berperan sebagai pencetak uang, Tohir selaku pemodal, dan Musa Suhi serta Mad Mahdi. Dua nama terakhir bertugas mengedarkan uang palsu tersebut.

"Barang bukti yang berhasil disita mencapai (setara) Rp 16 triliun lebih uang palsu. Uang palsu itu berhasil kami ungkap dari Jawa Barat terdiri dari mata uang berbagai negara yang dicetak dengan peralatan yang ada di sini," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. di Mabes Polri Kamis (9/4/2015).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol. Drs. Victor Edi Simanjuntak menambahkan, pengungkapan ini dilakukan bertahap mulai 25 Februari 2015 sampai dengan akhir Maret 2015.

"Persisnya, total nilai uang palsu setara Rp 16.205.621.987.685. Antara lain 800 lembar benda yang menyerupai uang kertas pecahan 100 dolar Amerika Serikat, atau setara Rp 1.030.240.00," tambah mantan Kabag Kerma Diklat Ro Bindiklat Lemdikpol, Kombes Pol. Drs. Victor Edi Simanjuntak.

Lainnya, berupa 100 lembar benda yang mirip uang kertas pecahan 10.000 dolar Singapura, atau setara Rp 9.735.000.000.

Juga ada 91 lembar uang pecahan 1000 Malaya and British Borneo, 100 lembar menyerupai uang kertas pecahan 10.000 Malaya and British Borneo, 96 lembar uang kertas pecahan 20 dolar Kanada atau setara Rp 19.889.280.

Juga ada sembilan lembar benda yang menyerupai uang kertas pecahan 1 juta dolar Kanada atau setara Rp 93.231.000.000 dan dua lembar uang kertas pecahan 100 dolar Brunei Darussalam.

Lainnya ada enam lembar uang 1000 mirip mata uang Dejavasche Bank Duized Gulden, 1.117 pecahan Euro 1.000.000 setara Rp 15.967.515.000.000.

Selain ada uang pecahan 1.000.000 mirip dolar Hongkong yang setara Rp 1.710.100.000, selembar pecahan 1000 Deutsche Bundes Bank palsu setara dengan Rp 7.172.270.

Sisanya ada selembar uang kertas palsu pecahan 500 Duetsche Bundes Bank yang nilainya setara Rp 3.586.135 dan 10 ribu lembar uang palsu pecahan US$ 100 senilai 1.000.000 atau setara Rp 132.370.000.000.

Bareskrim juga menyita sejumlah alat pencetak uang palsu. Antara lain, satu unit komputer serta monitornya, tiga printer, satu pisau cutter, penggaris besi, kaca alas potong kertas, dus kertas warna krem, tas berwarna merah berisi kertas warna krem, lampu senter, rumah pisau cutter warna merah serta dua alat sablon.

Menurut mantan Kabag Kerma Diklat Ro Bindiklat Lemdikpol, Kombes Pol. Drs. Victor Edi Simanjuntak, modus yang dilakukan tersangka adalah membuat dan menjual serta menawarkan atau mempunyai uang yang diduga palsu. Harganya pun tentu miring yaitu perlak atau perikat uang Euro dijual seharga Rp 7 juta hingga Rp 10 juta padahal uang itu setara miliaran rupiah.

Sesuai keterangan tersangka mereka mencetak ribuan uang palsu itu karena pada 2015 ini ada era perdagangan bebas, artinya akan banyak orang asing di Indonesia.

Maka mereka mencetak uang dengan harapan mendapat 10 persen dari nilai setara 16 triliun rupiah itu. Hanya beberapa uang itu, yang kualitanya tidak terlalu bagus, sudah diedarkan.

Para tersangka dijerat Pasal 244 dan Pasal 245. KUHP juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (sp/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.008.520 Since: 05.03.13 | 0.1421 sec