Hukum

KPK Belum Beri Keterangan OTT Di Bali

Friday, 10 April 2015 | View : 433

JAKARTA-SBN.

Setelah beberapa bulan sempat lesu, lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini kembali panas.

Lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap beberapa orang terduga Tindak Pidana Korupsi di Bali, pada Kamis (9/4/2015).

Dalam OTT yang dilakukan di Bali kali ini, KPK mengamankan sejumlah orang.

"Sementara ini, yang baru bisa disampaikan adalah benar pada Kamis (9/4/2015) KPK telah melakukan penangkapan terhadap beberapa orang di Bali," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Jumat (10/4/2015).

Namun, ia belum menyampaikan secara rinci siapa orang yang ditangkap maupun dugaan kasus yang menjerat orang tersebut.

Mereka yang diduga terkait tindak pidana korupsi berupa penyuapan itu sudah digiring ke dalam Gedung KPK sejak pukul 20.00 WIB malam ini.

Namun, sekitar dua jam kemudian atau sekitar pukul 22.45 WIB, salah seorang di antara yang diamankan keluar Gedung KPK melalui pintu basement. Menggunakan mobil Toyota Kijang Innova silver berplat nomor B 1283 JU, orang tersebut langsung meninggalkan Gedung KPK.

Pihak KPK juga belum memberikan keterangan resmi terkait OTT tersebut. "Nanti keterangan lebih lengkap akan disampaikan melalui konferensi pers Jumat pagi," kata Priharsa Nugraha.

Malam ini, KPK menangkap seorang anggota Dewan yang tengah melakukan transaksi suap.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, orang yang ditangkap adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terkait dengan dugaan penyuapan.

Informasi yang didapat, penangkapan dilakukan di sebuah hotel di Bali pada Kamis (9/4/2015) malam. Saat ditangkap, sang anggota Dewan tengah melakukan transaksi suap.

Namun, pihak KPK belum mau membeberkan nama anggota Dewan yang ditangkap.

Hingga kini belum diketahui secara pasti dugaan tindak pidana penyuapan yang terkait OTT ini. Belum diketahui berapa jumlah uang suap yang menjadi barang bukti dan ikut didapat penyelidik KPK.

Saat ini, KPK sedang dalam proses membawa anggota Dewan itu ke Jakarta.

KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap orang yang tertangkap selama 1x24 jam sebelum menetapkannya sebagai tersangka. (antara/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.008.488 Since: 05.03.13 | 0.1479 sec