Hukum

Bareskrim Dalami Kasus Korupsi Stadion Gelora Bandung Lautan Api

Wednesday, 08 April 2015 | View : 1090

BANDUNG-SBN.

Tim penyidik dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) tepatnya dari Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim), bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mendatangi Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat, untuk melakukan pendalaman kasus korupsi Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Bareskrim Polri tengah menyidik kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage, Kota Bandung. Agar fokus pada penanganan kasus itu, penyidik Bareskrim berkantor di Polda Jabar.

"Sudah dari kemarin Selasa tim Mabes Polri mendatangi Polda Jabar, dan dalam rangka ekpose," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus, Polda Jabar, Wirdhan Deny, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, pada Rabu (8/4/2015).

Bareskrim Mabes Polri terus mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Stadion Utama Sepakbola Gede Bage, Bandung Tahun Anggaran (TA) 2009-2014.

"Perkembangan korupsi stadion Gede Bage, Jabar pemeriksaan dilakukan di Polda Jabar," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol. Rikwanto, Rabu (8/4/2015) di Mabes Polri.

"Penyidik sudah ke sana, melakukan pemeriksaan saksi-saksi," kata Kombes Pol. Rikwanto di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2015).

Menurut Kombes Pol. Rikwanto, pemeriksaan dilakukan di Bandung dengan alasan memudahkan koordinasi. Polda Jabar menyatakan kesediaan meminjamkan tempat selama pemeriksaan tersangka kasus korupsi Stadion Gede Bage tersebut.

Kombes Pol. Rikwanto melanjutkan, penyidik Tindak Pidana Korupsi Bareskrim sudah berada di Polda Jabar untuk memeriksa saksi-saksi dan tersangka.

Saat ditanya soal mengapa pemeriksaan dilakukan di Polda Jabar, Kombes Pol. Rikwanto menjawab itu dilakukan guna memudahkan koordinasi.

"Penyidik yang ke Polda Jabar, pinjam tempat untuk memeriksa tersangka dan saksi kasus korupsi Gede Bage. Sementara yang sudah diperiksa ada tiga orang," tambah Kombes Pol. Rikwanto.

Sementara penyidik sudah menetapkan beberapa tersangka dalam kasus ini. Salah satu tersangkanya adalah Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemkot Bandung Ir. Yayat Ahmad Sudrajat.  

"Sementara tiga orang (tersangka). Siapa saja-nya, nanti," tegas Kombes Pol. Rikwanto.

Dalam kasus ini Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri telah menetapkan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, Ir .Yayat Ahmad Sudrajat (YAS) sebagai tersangka.

Ir. Yayat Ahmad. Sudrajat yang juga mantan PPTK tahun 2009-2011 dan KPA/PPK tahun 2011-2013 itu dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU RI No.31 Tahun 1999 tentang pemberntasan korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara untuk total kerugian negara sedang diproses penghitungan keuangan negara oleh BPKP Perwakilan Jawa Barat.

Dugaan korupsi dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, PT. Penta Rekayasa (Konsultan Perencana), PT. Adhi Karya (kontraktor pelaksana pekerjaan), PT. Indah Karya (Konsultan Manajemen Kontruksi) dengn nilai proyek Rp 545.535.430.000
Pembangunan Stadion tersebut mengalami penurunan yang bervariasi antara 45 cm dengan 75 cm. Hal itu mengakibatkan keretakan di hampir seluruh bangunan stadion.

Kondisi itu disebabkan adanya penyimpangan dalam pembangunan proyek, dimulai pada tahap perencanaan sampai tahap penerimaan hasil pekerjaan yang diduga merugikan negara.

Untuk diketahui Stadion Gelora Bandung Lautan Api adalah sebuah stadion olahraga yang berada di Desa Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.

Stadion itu berada di antara ruas Jalan Tol Cileunyi-Padalarang KM 151 dan Jalan By Pass Soekarno-Hatta, Bandung.

Soft launching stadion semula direncanakan digelar 31 Desember 2012. Namun, diundur menjadi tanggal 10 Mei 2013 karena kondisi stadion yang belum rampung.

Stadion diresmikan oleh Wali Kota Bandung saat itu Dada Rosada. Selain itu, acara peresmian juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur saat itu Dede Yusuf.

Soal pendanaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membantu anggaran pembangunan selama tiga tahun sejak 2009. Tanah dan gedung stadion diketahui menjadi aset Pemkot Bandung.

Wirdhan Deny menjelaskan bahwa kedatangan tim penyidik dari Mabes Polri tersebut adalah untuk melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Jawa Barat.

Hal itu, kata Wirdhan Deny, intinya adalah untuk menindaklanjuti permohonan penghitungan kerugian negara dalam kasus tindak pidana korupsi Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

"Koordinasi dengan BPKP Jabar supaya mempercapat kerugian negaranya, sementara yang mendatangi Mapolda Jabar, berjumlah empat orang penyidik," katanya.

Wirdhan Deny juga memaparkan bahwa tim penyidik Mabes Polri tinggal menunggu audit investigasi kerugian negara. Nantinya hasil audit tersebut untuk melanjutkan dan mengembangkan proses penyidikan.

"Masih belum ada tersangka baru lagi dan untuk penetapan tersangka baru itu kewenangan Mabes Polri karena proses penyidikan ada di sana," kata Wirdhan Deny.

Wirdhan Deny mengatakan sejauh ini Mabes Polri belum melakukan pemeriksaan saksi tambahan setelah menetapkan seorang tersangka.

Adapun lanjut Wirdhan Deny, bahwa seorang tersangka yang diketahui sebagai pejabat di pemerintahan Kota Bandung itu berstatus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam pembangunan GBLA.

Sementara saat disinggung ada pihak yang lebih berperan atau pihak lain yang turut terlibat dalam tindak pidana korupsi GBLA, Wirdhan belum bisa menjawabnya. "Itu belum sampai kesana dan nanti akan terlihat kalau ada kerugian negara," kata Wirdhan Deny. (jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.200 Since: 05.03.13 | 0.1579 sec