Internasional

Pemerintah Mesir Berharap Pro-Moursi Akhiri Unjuk Rasa

KAIRO-SBN.

Tuan rumah Terusan Suez, Mesir masih dilanda krisis politik dan sepertinya semakin sulit diperkirakan hasil akhirnya karena pendukung mantan presiden Mesir terguling Mohamed Moursi dan anti Moursi beserta militer yang mendepaknya dari kursi kekuasaan masih memiliki amunisi untuk melanjutkan pertempuran. Sikap pantang menyerah masih terus ditunjukkan oleh para pendukung mantan Presiden Mesir terguling, Mohamed Moursi. Pendukung Moursi tampaknya lebih memilih untuk menantang dan tidak takut saat polisi hendak mengambil ancang-ancang untuk membubarkan kerumunan massa, Kairo, Mesir, Jumat (2/8/2013).

Aksi para simpatisan Moursi semakin terlecut untuk terus melakukan demonstrasi setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, mengkritisi sikap militer Mesir yang mengudeta presiden terpilih. Sedangkan sejumlah diplomat Eropa mencoba memberikan dukungan dan solusi dengan melakukan pembicaraan dengan pemerintah sementara Mesir di Kairo. “Militer Mesir telah dipaksa jutaan masyarakat untuk campur tangan, negara kini dikhawatirkan berada dalam kekacauan yang sudah berubah menjadi kekerasan,” ucap John Kerry, di sela-sela kunjungannya ke Pakistan, Jumat (2/8/2013).

Para pendukung Moursi menolak tawaran Kementerian Dalam Negeri untuk ‘keluar dari kemelut dengan aman’ jika pro-Moursi meninggalkan aksi unjuk rasa. Tawaran itu terlontar menyusul diskusi Kementerian Dalam Negeri dengan aparat kepolisian soal upaya mengakhiri aksi protes. “Biarkan akal dan kepentingan nasional menang dan cepat meninggalkan kekacauan. Kementerian menjanjikan keamanan dan perlindungan penuh kepada siapa pun yang merespons imbauan ini,” demikian seruan Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Menteri Mohamad Ibrahim Moustafa kepada para pengunjuk rasa di Rabaa al-Adawiya dan Nahda Square.

Sebelumnya, Pemerintah Mesir interim juga telah memerintahkan para simpatisan Ikhwanul Muslimin untuk meninggalkan aksi unjuk rasa anarkis seperti diserukan Wakil Presiden bagi Hubungan Internasional Mohamed ElBaradei setelah berbincang dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton. “Sudah saatnya kekerasan diakhiri. Inilah waktunya mengakhiri aksi demonstrasi di seluruh negeri secara damai dan memulai sebuah dialog secara serius,” ucap Mohamed ElBaradei. Imbauan Mohamed ElBaradei tidak digubris oleh Ikhwanul Muslimin. Pendukung Moursi tersebut bersikukuh dan bahkan akan mengancam terus melakukan aksi unjuk rasa lanjutan sampai Moursi dibebaskan dan dipulihkan nama baiknya. “Kami bertahan, bahkan melakukan aksi unjuk rasa lebih besar pada Selasa (30/7/2013),” kata Juru Bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad El-Haddad.

Surat kabar pro-pemerintah, Al-Ahram, mewartakan berdasarkan sumber di kepolisian, Jumat (2/8/2013), aparat kepolisian Mesir berencana mengakhiri aksi pendudukan sarana umum oleh simpatisan Moursi. Berdasar berita terakhir, aparat kepolisian akhirnya memutuskan untuk memblokir akses ke beberapa lokasi aksi demonstrasi setelah opsi untuk eksekusi membubarkan kamp para demonstran ditolak.

Kabinet Mesir interim berharap bisa diterbikan solusi damai untuk mengakhiri rentetan aksi unjuk rasa, mengingat sudah lebih dari 250 orang tewas dalam berbagai demonstrasi yang berakhir bentrok.

Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) marah besar dan bersumpah akan terus melakukan aksi unjuk rasa sampai Mohamed Moursi dibebaskan. Unjuk rasa besar-besaran dilakukan para simpatisan Mohamed Moursi. Bukan hanya itu, Ikhwanul Muslimin juga menegaskan tidak akan pernah mau mengakui pemerintah Mesir interim yang dikendalikan oleh militer. Bahkan, Persaudaraan Muslim, kelompok pro Mohamed Moursi, berjanji akan meneruskan protes hingga Mohamed Moursi kembali ke tampuk kekuasaan. Persaudaraan Muslim menolak untuk mengakui pemerintahan Adly Mansour dan memilih jalur protes yang berkelanjutan yang mereka percaya dapat membalikkan kudeta yang telah menggulingkan Mohamed Moursi. Pendukung Moursi menuntut agar mantan Presiden Mohamed Moursi dikembalikan pada kedudukan politik sebelumnya. Ketegangan komunal dan serangan terhadap umat Kristen dan gereja meningkat tajam sejak di bawah pemerintahan Presiden Mohamed Moursi, presiden pertama Mesir yang dipilih secara bebas. Banyak orang Kristen Koptik yang jumlahnya mencakup sekitar 10% dari populasi Mesir yang jumlahnya 84 juta jiwa orang Mesir, meninggalkan Mesir karena makin berkembangnya intoleransi di bawah pemerintahan kepresidenan Mohamed Moursi yang didukung Ikhwanul Muslimin dan Persaudaraan Muslim tersebut. Pemerintahan Mohamed Moursi selama setahun terakhir dinilai cenderung mengutamakan kelompoknya. Masyarakat Mesir yang tak puas juga menuding Mohamed Moursi tak mampu menjalankan pemerintahan secara benar. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.498.158 Since: 05.03.13 | 0.2778 sec