Nasional

Pria Penumpang Gelap Menyelinap Ke Roda Pesawat

Tuesday, 07 April 2015 | View : 935

JAKARTA-SBN.

Seorang pria bernama Mario Steven Ambarita (21 tahun) diketahui nekad menyelinap masuk ke ruang roda pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau saat pesawat tersebut akan tinggal landas menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa (7/4/2015) sore ini. Penumpang gelap tersebut bersembunyi berada di dalam ruang roda belakang pesawat Garuda Indonesia tujuan Pekanbaru-Jakarta.

Hal ini dibenarkan pihak Garuda Indonesia. VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto membenarkan kabar tersebut. Saat dihubungi Selasa (7/4/2015), VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto, mengatakan bahwa Mario Steven Ambarita merupakan penumpang misterius dengan pesawat GA 177 rute Pekanbaru-Jakarta.

"Iya benar ada kejadian itu. Jadi, GA 177 dari Pekanbaru ke Jakarta mendarat pukul 15.15 WIB. Ada orang jalan terhuyung-huyung terlihat oleh petugas pemandu pesawat parkir," ungkap Pujo, demikian panggilannya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (7/4/2015).

Seperti keterangan VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto, Mario Steven Ambarita berhasil masuk ke ruang roda pesawat setelah melewati pagar pembatas yang sebenarnya adalah kawasan terlarang (restricted area).

VP Corporate Communication Garuda, Pujobroto, mengatakan, Mario Steven Ambarita berhasil masuk ke kawasan bandara Sultan Syarif Kasim II setelah melewati pagar pembatas yang sebenarnya merupakan kawasan terlarang (restricted area).

Pujobroto juga berpendapat, Mario Steven Ambarita nekat masuk ke ruang roda pesawat Garuda setelah mempelajarinya terlebih dahulu. Berdasarkan pernyataan Mario Steve Ambarita, sambung Pujobroto, dia sering membaca informasi mengenai cara masuk ke pesawat secara ilegal di media-media sosial.

Menurut VP Corporate Communication Garuda Pujobroto, kondisi pemuda itu terlihat lemah, kekurangan oksigen, jari-jarinya membiru dan telinga kiri berdarah.

Dengan kondisi demikian, VP Corporate Communication Garuda Pujobroto mengungkapkan, staf darat Garuda dan petugas ground handling Garuda, Gapura Angkasa langsung membawa pemuda itu ke balai kesehatan bandara.

VP Corporate Communication Garuda Pujobroto mengatakan, Mario Steven Ambarita masih menjalani perawatan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. "Yang bersangkutan saat ini sedang diinfus, jari-jarinya sudah membiru, dan ada darah di telinga," ujar Pujobroto, Selasa (7/4/2015). "Kondisinya sudah membaik, sekitar pukul 17.00 WIB, kami sudah menyerahkan Mario kepada otoritas bandara," tambah dia.

Menurut Pujobroto, wajar jika Mario Steven Ambarita terluka. Pasalnya, pesawat Garuda GA 177 terbang dengan ketinggian 30.000-40.000 kaki. Di ketinggian tersebut, suhu dapat mencapai di bawah nol derajat. Pujo menambahkan, perjalanan Pekanbaru-Jakarta ditempuh selama sekitar 1 jam 10 menit. Pujo menjelaskan bahwa dengan waktu terbang dari Pekanbaru ke Jakarta sekitar satu jam 10 menit, maka ketinggian terbang pesawat maksimal adalah 30-34 ribu kaki. "Jika suhu di ketinggian 16 ribu kaki saja, sudah mencapai nol derajat Celcius. Bisa dibayangkan kondisi yang dialami pria itu saat meringkuk di wadah roda utama pesawat. Semakin tinggi pesawat, makin tipis oksigennya," urai Pujo.

Seorang pria kedapatan terhuyung-huyung berjalan di apron Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, saat pesawat Garuda Indonesia dari Pekanbaru mendarat. Pemuda berusia 21 tahun tersebut, turun dari lubang main wheel (roda belakang pesawat). Saat pesawat tersebut mendarat, sekitar pukul 16.30 WIB, seorang petugas Bandara Soekarno-Hatta melihat Mario Steven Ambarita berjalan terhuyung-huyung keluar dari pesawat. Mario Steven Ambarita pun langsung diamankan.

Pria tersebut, Mario Steven Ambarita (21), kini pun masih berada di Bandara Soekarno-Hatta untuk memulihkan diri usai satu jam lebih berdiam diri di ruang roda pesawat dengan rute penerbangan Pekanbaru-Jakarta itu.

Kondisi Mario Steven Ambarita (21), pemuda yang berhasil menyelinap ke dalam rongga tempat roda pesawat Garuda Indonesia rute Pekanbaru-Jakarta, Selasa (7/4/2015), masih labil. Dia sempat mendapatkan perawatan karena kondisinya saat itu masih labil. Jari-jari Mario Steven Ambarita membiru dan telinganya mengeluarkan darah. Dia juga sempat diinfus dan dirawat sementara.

Pihak PT. Angkasa Pura II menyatakan Mario Steven Ambarita (21), pria yang menyelinap masuk ke ruang roda pesawat Garuda GA177, Selasa (7/4/2015) dalam kondisi sehat. Artinya, Mario Steven Ambarita sedang dalam kondisi sadar saat dia memutuskan untuk masuk ke ruang roda pesawat Garuda yang terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, pukul 15.16 WIB.

"Mario ketika landing tadi langsung dibawa, pas kedapatan sembunyi di balik roda. Dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk diperiksa. Hasilnya, dia dinyatakan sehat," ungkap Public Relation Manager PT. Angkasa Pura II Achmad Syahir, Selasa (7/4/2015) malam.

Meski sudah dinyatakan sehat, tutur Achmad Syahir, Mario Steven Ambarita masih berada di Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk memulihkan dirinya. Sembari memulihkan diri, pihak Otoritas Bandara Soekarno-Hatta juga masih melakukan investigasi terhadap Mario Steven Ambarita untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya, mulai dari dia naik dari Pekanbaru hingga sampai di Jakarta.

Insiden seorang pria yang menyelinap masuk ke ruang roda pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA177 tengah ditangani oleh pihak Otoritas Bandara Soekarno-Hatta.

"Karena di bandara itu ada yang berwenang dalam hal sebagai regulator, yakni Otoritas Bandara, yang bersangkutan dimintai keterangan oleh pihak Otoritas," kata Public Relation Manager PT. Angkasa Pura II Achmad Syahir, Selasa (7/4/2015) malam.

Pihak Otoritas Bandara Soekarno-Hatta yang kini menangani kasus tersebut masih melakukan investigasi terhadap Mario Steven Ambarita dan mencari tahu kejadian yang sebenarnya.

Selain itu, Otoritas Bandara juga menyelidiki apakah ada kelalaian dari pihak manajemen di Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Pengelola Bandara Sultan Syarif Kasim II, masih enggan memberikan konfirmasinya terkait informasi penumpang gelap di pesawat Garuda GA 177 tujuan Jakarta Selasa (7/4/2015) sore tadi.

Kadiv Operasional Bandara SSK II Pekanbaru, Hustarman yang dihubungi mengaku tengah rapat terkait insiden tersebut.

"Masih rapat, membahas pesoalan kejadian tadi sore, " ungkap Airport Duty Manager SSK II, Hasnan kepada wartawan, Selasa (7/4/2015) malam.

Airport Duty Manager SSK II, Hasnan kemudian memastikan kembali dengan menghubungi Hustarman melalui telepon selulernya. Namun, dari pembicaraan tersebut, Hustarman masih enggan menemui wartawan. "Sama saja, beliau juga tidak mau, " terang Hasnan.

Airport Duty Manager SSK II, Hasnan sendiri awalnya juga enggan memberikan konfirmasi terkait penumpang gelap tersebut. Namun, setelah melakukan komunikasi dengan Hustarman, Hasnan sedikit memberikan informasi terkait insiden tadi sore.

Menurutnya, informasi adanya penumpang gelap di pesawat Garuda GA 117, didapatkan dari pihak Angkasa Pura di Jakarta. Terkait insiden tersebut, pengelola di SSK II langsung melakukan pertemuan.

"Memang benar ada penumpang yang menyelinap di pesawat Garuda tujuan Jakarta. Kita juga dapat konfirmasi dari Jakarta. Sekarang masih dilakukan investigasi. Bagaimana nasnti hasilnya, kita masih menunggu hasil tersebut," terang Airport Duty Manager SSK II, Hasnan.

Dikatakan Hasnan, penumpang yang masuk ke kolong Ban pesawat tersebut, berjenis kelamin laki-laki dengan usia 21 tahun. "Itu informasi yang saya dapatkan. Namun, investigasi masih dilakukan. Penumpang tersebut lagi diperiksa di Jakarta," papar Airport Duty Manager SSK II, Hasnan.

Ditanya soal keamanan dibandara, Airport Duty Manager SSK II, Hasnan menyebutkan, itu dilakukan dengan maksimal. Termasuk dengan pembatas pagar di sekeliling runway serta pemantauan lewat patroli petugas.

Namun, bagaimana seseorang bisa masuk dan menumpang ilegal di pesawat Garuda, Airport Duty Manager SSK II, Hasnan menyebutkan persoalan tersebut belum bisa dikonfirmasi. "Kita tunggu saja hasil investigasi di Jakarta. Kita juga belum dapatkan konfirrmasi resmi, " papar Airport Duty Manager SSK II, Hasnan.

Hasnan pun belum bisa memastikan dari mana penumpang tersebut bisa masuk sampai akhirnya lolos. "Ya itu yang masih akan di konfirmasi setelah ivestigasi yang di Jakarta. Pastinya untuk prosedur di sini sudah dilakukan dengan maksimal," tutup Airport Duty Manager SSK II, Hasnan.

Jika terbukti ada kelalaian dari manajemen, maka langkah selanjutnya yang akan ditentukan oleh pihak Otoritas Bandara.

"Hasil investigasi akan dikroscek bersama untuk proses evaluasi ke depannya. Tapi yang pasti, akan dicari tahu bagaimana tindakan dari manajemen, apakah ada kelalaian atau tidak," tutur Public Relation Manager PT. Angkasa Pura II Achmad Syahir.

Achmad Syahir menambahkan, karena kondisi Mario Steven Ambarita yang belum stabil, Otoritas Bandara melakukan investigasi untuk mengetahui kejadian sebenarnya di Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta, tempat Mario Steven Ambarita dirawat sementara.

Achmad Syahir melanjutkan, selain investigasi soal Mario Steven Ambarita yang masuk ke ruang roda pesawat, pihak internal dua bandara yang terlibat akan melakukan evaluasi menyeluruh.

Kejadian ini baru melibatkan pihak internal dua bandara, yakni Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) dan Soekarno-Hatta (Jakarta). Bandara yang terlibat adalah bandara di Pekanbaru dan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, selaku tempat tujuan pesawat Garuda Indonesia GA177 yang ditumpangi oleh Mario Steven Ambarita.

Hasil investigasi itu nantinya akan diteruskan ke pihak PT. Angkasa Pura II. Dari sana, akan disepakati keputusan bersama terkait tindakan Mario Steven Ambarita. Termasuk kemungkinan apakah nantinya ada sanksi pidana terhadap Mario Steven Ambarita atau sanksi lainnya. Menurut Achmad Syahir, belum ada pernyataan bahwa tindakan Mario Steven Ambarita merupakan tindak pidana.

Pihak PT. Angkasa Pura II masih harus menunggu hasil investigasi yang dilakukan Otoritas Bandara baru bisa menentukan apa langkah selanjutnya. "Sebelum ada hasil investigasi, kita tidak mengambil keputusan apapun," imbuh Achmad Syahir. (kom/jos)

See Also

Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.907.204 Since: 05.03.13 | 0.1341 sec