Hukum

Oknum Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas Diduga Bunuh Istri

Tuesday, 07 April 2015 | View : 1441

SAROLANGUN-SBN.

Ibu dua anak yang adalah karyawan BRI Padang, Dwi Yulistika (37) harus menghembuskan nafas terakhir di tangan Dosen Ilmu Hukum Internasional (HI) Universitas Andalas (Unand) Padang, Provinsi Sumatera Barat, Dr. Imul Khaer, nota bene adalah suami sendiri.

Diduga karena cemburu, oknum Dosen Ilmu Hukum Internasional (HI) Universitas Andalas Padang, Provinsi Sumatera Barat, Dr. Imul Khaer, diduga telah menghabisi nyawa istrinya Dwi Yulistika (37), yang juga pegawai bank BRI Padang.

Dr. Imul Khaer, oknum Dosen Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar, membunuh istrinya, Dwi Yulistika (37) dan meninggalkan jasad istrinya dalam mobil yang diparkir di SPBU Simpang Pelawan, Sarolangun, sejak Minggu (5/4/2015).  Pelaku diduga telah menghabisi korban beberapa hari lalu.

Kapolres Sarolangun AKBP Ridho Hartawan melalui Kapolsek Pelawan Singkut AKP M. Buhairi mengatakan, diduga korban dibunuh sejak Sabtu (4/4/2015) Malam di Padang Sumatera Barat. Korban pertama kali ditemukan pihak SPBU Simpang Pelawan karena sebelumnya petugas SPBU menaruh curiga.

Korban, kata Kapolres Sarolangun AKBP Ridho Hartawan melalui Kapolsek Pelawan Singkut AKP M. Buhairi, pertama kali ditemukan pihak SPBU Simpang Pelawan karena sebelumnya petugas SPBU menaruh curiga.

Kapolres Sarolangun, AKBP Ridho Hartawan, melalui Kapolsek Pelawan Singkut AKP M. Buhairi mengatakan, pembunuhan terungkap menyusul kecurigaan petugas SPBU terhadap mobil jenis Suzuki Katana yang teparkir lama di dekat WC SPBU, sementara pelaku terlihat mondar-mandir kebingungan.

Karena urainya, Suzuki Katana Nopol BA 1320 AT yang dikendarai pelaku dan korban terparkir lama dan berulang kali mondar-mandir di SPBU.

"Petugas (SPBU) curiga ngapa (Suzuki) Katana (berpelat BA 1320 AT) itu bolak balik dan terparkir lama, sejak Minggu (5/4/2015) sore lalu," ungkap Kapolsek, Senin (6/4/2015).

Karena hingga Senin (6/4/2015) kemarin, lantaran kendaraan itu (mobil) masih terparkir, maka petugas SPBU langsung memaksa membuka (membuka paksa) kendaraan itu, dan ternyata ditemukan sesosok mayat tergeletak di kursi depan sebelah kiri. Mereka kaget karena di dalam mobil ada mayat perempuan tergeletak di kursi depan kiri.

"Petugas lapor ke kita. Setelah kita dapat informasi itu,  kami langsung bergerak ke lokasi dan mendapati kendaraan milik korban memang terparkir di SPBU itulah, tak jauh dari WC SPBU," bebernya.

"Dan di kendaraan itu pun, di dalamnya, ada mayat dan kita langsung bergerak," tambahnya.

Terus menurutnya dilakukan inventarisir. Ternyata pelaku berada tak jauh dari SPBU dan berada di WC SPBU, pelaku langsung diamankan ke Polsek Pelawan Singkut.

Polisi kemudian menyisir lokasi dan menemukan pelaku di WC SPBU. Polisi membekuk pelaku setelah ia didapati sedang kesakitan di dalam WC SPBU. Pelaku diduga hendak bunuh diri dengan menenggak racun nyamuk.

Kapolsek Pelawan Singkut AKP M Buhairi yang mendatangi lokasi dan tak lama menemukan pelaku. Tak jauh dari WC milik SPBU yang tengah merasakan sakit di pantatnya. Kapolsek AKP M. Buhairi mengaku menemukan pelaku kesakitan tak jauh dari WC SPBU. "Pantasnya terlihat melepuh akibat banyak buang air besar yang berisi carian racun nyamuk, dan pelaku kita bawa ke Mapolsek," sebutnya.

Polisi menggelandang pelaku ke Polsek Pelawan Singkut, bersama mobil dan jasad korban yang sudah mengeluarkan bau busuk. Dalam mobil tersebut ditemukan sejumlah ATM, uang tunai Rp 9,4 juta. Ada juga uang ringgit dan satu lembar uang riyal. "Korban dibunuh sejak malam Sabtu di Padang Sumbar sana. Di dalam juga ada barang berharga berupa sejumlah ATM, uang tunai Rp 9,4 juta. Ada juga uang ringgit dan satu lembar uang rial," terangnya.

Selain itu, pakaian milik pelaku yang berlumuran darah ikut ditemukan di tas pelaku. Polisi juga menemukan pakaian pelaku berlumuran darah.

"Ya, untuk penanganan kasus ini. Akan kita kordinasikan ke pihak Kepolisian Padang karena lokasi pembunuhan ada di wilayah hukum Padang," paparnya.

Dan pihaknya akan siap membantu kepolisian Padang. Termasuk pihak keluarga korban telah dihubungi dan dipastikan akan segera menjemput jenazah korban untuk dikebumikan. Kepolisian juga sudah menghubungi keluarga korban.

Jenazah Dewi Yulistika (37), yang dibunuh suaminya Dr. Imul Khaer oknum dosen Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat telah dibawa ke kampung halamannya di Padang Sumbar.

Kapolres Kapolres Sarolangun AKBP Ridho Hartawan melalui Kapolsek Pelawan Singkut AKP M. Buhairi dikonfirmasi awak media, membenarkan, bila jenazah korban telah dibawa pulang keluarganya, ke kampung halamanannya di Padang, Sumbar.

"Sudah diambil keluarganya. Untuk penanganan kasusnya dilakukan oleh pihak kepolisian Padang, karena kejadian pembunuhannya ada di sana," katanya, Selasa (7/4/2015).

Di depan petugas, pelaku mengaku telah membunuh istrinya lantaran cemburu karena korban sering pulang malam. Di hadapan petugas pelaku mengaku, dirinya membunuh Pegawai BRI Kota Padang itu karena merasa cemburu akibat istrinya sering pulang malam. Sehingga, dia menduga bila perempuan beranak dua itu punya selingkuhan, Pria Idaman Lain (PIL).

Sebelum kejadian membunuh, dia mengaku keduanya sempat cekcok dengan korban. Sehingga saat pelaku naik pitam kemudian pelaku menikamkan dan menghujamkan sebilah badik tajam ke bagian bawah rusuk istrinya, korban yang berstatus karyawan BRI Padang tersebut.

"Saya curiga, istri sering pulang malam. Ya bisa saja dia punya selingkuhan. Ya, saya sempat cekcok mulut dengan dia," ucap pelaku.

Sebelum menghabisi nyawa istri seperti telah direncanakan pelaku, pelaku telah menitipkan anaknya ke rumah neneknya.

Kepolisian menduga pembunuhan ini telah direncanakan, karena pelaku telah menitipkan buah hati mereka ke rumah orangtuanya sebelum berkendara ke Jambi.

Usai membunuh, pelaku  panik mau diapakan mayat korban. Keterangan pelaku, usai membunuh pelaku panik mau diapakan mayat korban.

"Saya panik maka saya masukkan istri saya ke mobil. Saya bingung mau di bawa kemana mayat istri saya. Dan saya pun ingin mati juga," katanya lagi.

Termasuk lantaran panik ia membuang semua indentitas miliknya di seputaran Dhamasraya. Pelaku mengaku berusaha menghilangkan jejak dengan membuang semua identitas dirinya ke sekitar Kabupaten Dhamasraya.

Namun ia bingung akan jasad istrinya sehingga ia pun tiba di Sarolangun. Setelah itu melanjutkan perjalanan hingga tanpa tujuan ke arah Sarolangun.

"Ya, saya tiba di Sarolangun, berhenti beli bekal roti, air mineral dan dua botol racun nyamuk, serta beli dua liter minyak bensin yang saya masukkan ke botol Aqua," jelasnya

Pelaku berniat bunuh diri menggunakan bensin dan racun nyamuk 600 liter itu. Dengan bensin dan racun nyamuk 600 liter itu, ia akan mengahiri hidupnya.

Setelah pusing dan timbul mual-mual, sehingga pelaku dan jenazah istrinya berhenti di SPBU. Pelaku akhirnya menghentikan mobil di SPBU Simpang Pelawan.

"Berulang kali saya keluar masuk WC SPBU karena mual dan pusing-pusing. Saya pun tak sanggup melanjutkan perjalanan, maka mobil diparkir sampai siang di SPBU," imbuhnya.

Pihak Rektorat Universitas Andalas (Unand) mengaku akan mengecek dulu (kasus ini). Pihak Universitas Andalas Padang ketika dikonfirmasi awak media, mengatakan akan mengecek terlebih dulu. Dan sempat menyebut bila pelaku Dr. Imul Khaer alias Imul memang Dosen Ilmu Hukum Internasional (HI), serta sudah mengajar cukup lama. Pihak Rektorat Universitas Andalas memastikan, pelaku adalah Dosen Ilmu Hukum Internasional dan telah lama mengajar di sana. (tri/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.380 Since: 05.03.13 | 0.1099 sec