Ekonomi

Presiden Panggil Bos Maskapai Penerbangan Ke Istana

Thursday, 02 April 2015 | View : 1128

JAKARTA-SBN.

Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" memanggil sejumlah bos maskapai penerbangan nasional dan asing ke Istana.

Para bos maskapai penerbangan yang bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Kepresidenan adalah pemilik PT. Lion Mentari Airlines beroperasi sebagai Lion Air Rusdi Kirana, DRB-HICOM, Executive Director and Group CEO AirAsia Berhad Tony Fernandes, dan Dirut PT. Garuda Indonesia Tbk. Arif Wibowo.

Para bos maskapai penerbangan itu didampingi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Pertemuan dengan Presiden Jokowi dihadiri pula oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" akan menerima pemilik, DRB-HICOM, Executive Director and Group CEO of AirAsia Berhad Tony Fernandes di kantor Presiden.

Pertemuan itu dijadwalkan pada pukul 14.30 WIB nanti.

DRB-HICOM AirAsia Tony Fernandes menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, pemilik Lion Air Rusdi Kirana, dan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia Tbk. Arif Wibowo.

Baik Menhub maupun para bos maskapai penerbangan itu enggan menyebutkan topik pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya juga belum tahu apa yang akan dibahas," kata Menhub Ignasius Jonan.

Namun, Executive Director and Group CEO AirAsia Berhad Tony Fernandes mengungkapkan, pertemuan akan bahas tentang langkah-langkah konkret meningkatkan arus wisatawan ke dalam negeri.

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus meminta dukungan kalangan maskapai penerbangan untuk mendukung program Pemerintah di bidang pengembangan pariwisata di Indonesia.

"Bapak Presiden meminta kami mencari terobosan untuk meningkatkan pariwisata. Kami akan memberikan masukan kepada Bapak Presiden tentang hal itu," kata DRB-HICOM AirAsia Berhad, Tony Fernandes.

Pemilik dan CEO AirAsia Berhad Tony Fernandes mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia yang menerapkan visa on arrival maupun penambahan pembebasan visa bagi 30 negara.

Menurut Tony Fernandes, hal tersebut merupakan cara yang baik untuk meningkatkan sektor pariwisata.

"Presiden diminta menemui kami dalam hal peningkatkan pariwisata," demikian kata Tony Fernandes di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Tony Fernandes mengatakan atas kebijakan baru itu, pihaknya juga punya beberapa ide yang bisa disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

"Saya pikir visa on arrival maupun bebas visa sangatlah bagus," kata Tony Fernandes.

Executive Director & Group CEO AirAsia Berhad Tony Fernandes optimistis target pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan asing dapat terwujud. “Kami membahas secara serius tentang langkah-langkah yang harus ditempuh pemerintah untuk memenuhi target kunjungan 20 juta wisatawan,” kata Tony Fernandes.

Selain menerapkan fasilitas bebas visa kunjungan singkat untuk wisatawan dari 45 negara, Indonesia dikenal sebagai salah satu destinasi paling menarik di Asia Tenggara.

“Saya memprediksi Indonesia akan menjadi negeri pariwisata nomor satu di Asia Tenggara. Mendatangkan 40 juta wisatawan adalah hal yang mudah,” kata Tony Fernandes usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Dia mengungkapkan, tidak sulit bagi Indonesia mendatangkan 20 juta wisatawan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki daerah tujuan wisata menarik seperti Ambon, Raja Ampat, Surabaya, dan Malang.

“Banyak sekali objek wisata menarik di Indonesia. Ada Kota Sorong di Papau Barat. Kami mempertimbangkan untuk mempromosikan kota itu,” kata Tony Fernandes.

Pemilik dan CEO AirAsia Berhad Tony Fernandes optimistis maskapai penerbangannya masih bisa mendapatkan kepercayaan konsumen dan calon konsumen meski musibah sempat menimpa maskapai itu di bulan Desember lalu dengan kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501. Hal tersebut membuat rute untuk AirAsia dari Surabaya ke Singapura kini ditutup sementara.

Namun, Tony Fernandes menjelaskan beberapa hal yang membuat AirAsia masih layak menjadi maskapai yang dipercaya.

"Kami optimistis. Faktor utamanya adalah kami terbuka dan transparan, faktor lainnya kami punya harga yang murah," demikian disampaikan Tony Fernandes di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Hasil investigasi pasti kecelakaan itu, sambung Tony Fernandes, memang belum keluar, namun perusahaan yang dirintisnya hingga terkenal itu memiliki keunggulan. Antara lain, adanya pelatihan pilot yang memadai, konsultasi dengan pihak Airbus terbaik di dunia dan AirAsia diaudit oleh pihak ketiga yang menurutnya sangat profesional.

"Setiap hari kami harus menjadi lebih baik, saya merasa berutang kepada keluarga, kru, dan diri sendiri," kata dia menjelaskan soal tanggung jawabnya.

Selain itu, Tony Fernandes membenarkan rencana AirAsia Indonesia akan melakukan public offering, namun belum bisa memberikan kepastian rilis penjualan saham tersebut.

Dia menambahkan, dari Pemerintah diketahui jumlah wisatawan ke Indonesia pun berkurang pula sejak ditutupnya rute AirAsia Surabaya-Singapura sebab, untuk meningkatkan sektor pariwisata tak lain diperlukan penerbangan untuk konektivitas apalagi dengan biaya tak mahal.

"Kami ingin semuanya menjadi normal kembali, bahkan rute kami bisa lebih luas dari sebelumnya," tambah dia lagi.

Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga akan menerima Direktur Utama PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Arif Wibowo setelahnya, Kamis (2/4/2015).

Direktur Utama PT. Garuda Indonesia Tbk., Arif Wibowo, mengatakan, fasilitas bebas visa kunjungan singkat yang diberlakukan pemerintah akan meningkatkan arus masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Bagus sekali karena bebas visa dari 30 menjadi 40 negara akan menstimulasi orang untuk masuk ke Indonesia. Tentu, akan bagus sekali untuk menarik wisatawan,” kata Arif Wibowo usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Arif Wibowo bertemu Presiden Jokowi bersama pemilik Lion Air Rusdi Kirana, dan Executive Director & Group CEO Air Asia, Tony Fernandes. Sementara itu, Presiden Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Arif Wibowo mengatakan, kemudahan bebas visa kunjungan prosesnya sangat mudah dan tanpa dipungut biaya apa pun. Dia memastikan, kemudahan yang diberikan pemerintah akan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai salah satu destinasi pariwisata di dunia.

“Tentu saja akan meningkatkan daya saing destinasi Indonesia. Para wisatawan makin tertarik berkunjung ke suatu destinasi di Indonesia,” kata Arif Wibowo.

Fasilitas bebas visa kunjungan singkat diberlakukan untuk wisatawan dari 45 negara yang tersebar di benua Asia, Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika.

Mulai 1 April 2015, Pemerintah memberlakukan fasilitas bebas visa kunjungan singkat kepada wisatawan dari 45 negara. Kebijakan itu ditempuh untuk mendongkrak arus masuk wisatawan asing ke Indonesia.

Selain 15 negara yang telah mendapat bebas visa kunjungan singkat, Pemerintah menambah daftar negara tanpa visa yaitu, RRC, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Meksiko, Rusia, Inggris, Jerman, dan Prancis.

Selain itu, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan.

Sedangkan, 15 negara yang mendapat bebas visa adalah Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Hong Kong Special Administration Region (Hong Kong SAR), Makau Special Administration Region (Makau SAR), Cile, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Sesuai dengan agenda dari Biro Pers Kepresidenan, pada pukul 10.30 WIB pemilik dan delegasi bisnis PT. Mustika Ratu akan menemui Presiden Jokowi yaitu Mooryati Soedibyo, Padmo Kusumo, Prapto Kusumo, Mahyastoeti Notonagoro, Tinul, Putri Kuswisnuwardani, dan Maji Notonagoro.

Sementara itu, makan siang hari ini akan dilakukan Presiden Jokowi bersama para guru bantu se-DKI Jakarta. (jos/sp)

See Also

Bursa Asia Ditutup Menguat
Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.907.356 Since: 05.03.13 | 0.1453 sec