Hukum

Densus 88 Dan Polda Sulteng Kontak Senjata Dengan Kelompok Santoso Di Parigi

Saturday, 04 April 2015 | View : 1997

JAKARTA-SBN.

Kontak tembak yang melibatkan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dan Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (3/4/2015).

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dan Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) terlibat baku tembak dengan sekelompok orang tak dikenal yang diduga teroris di Parigi.

Kontak tembak terjadi sekitar pukul 12.00 WITA di Pegunungan Sakina Jaya, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah.

Saat terlibat kontak tembak dengan sejumlah orang tidak dikenal, Jumat (3/4/2015), diketahui satu orang tak dikenal tewas dalam baku tembak tersebut.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. mengungkapkan, satu orang tewas dalam kontak tembak dengan gerombolan orang tak dikenal, yang terjadi di Pegunungan Sakina Jaya, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah tersebut.

Adapun satu orang korban yang tewas itu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Parigi. "Salah satu OTK (orang tak dikenal) meninggal dunia. Korban diamankan ke RS Parigi," demikian keterangan Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum., dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (3/4/2015) malam.

Hanya saja, terang Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum., untuk memastikan kebenarannya maka polisi akan melakukan tes deoxyribonucleic acid. 

"Namun, untuk kepastiannya terlebih dahulu dilakukan tes DNA," beber mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Ada ledakan bom saat baku tembak.

Polisi mengamankan dua senjata laras panjang M16 dan satu senjata rakitan milik para OTK tersebut.

Menurut Dosen di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri, Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum., usai kontak tembak Densus 88 juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata api.

"Barang bukti dua pucuk senjata laras panjang jenis M16 dan satu pucuk senjata rakitan milik OTK (orang tak dikenal)," ungkap Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (3/4/2015) malam.

Saat ini, tim Densus 88 masih terus melakukan pengejaran terhadap gerombolan orang tak dikenal yang melarikan diri ke arah pegunungan Sakina Jaya tersebut.

Mantan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. melanjutkan, peristiwa ini bermula saat warga sekitar melaporkan ada 6 orang tak dikenal di rumahnya, usai melaksanakan salat Jumat. Peristiwa ini, sambung Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum., berawal dari laporan warga yang mengadukan ada 6 orang tak dikenal di rumahnya, usai dia melaksanakan salat Jumat. Warga itu kemudian melapor ke Markas Polres Parimo.

"Atas kejadian tersebut, anggota tim Densus 88 Antiteror langsung melakukan penyisiran ke arah pondok, tepatnya di pegunungan Sakina Jaya. Tim melihat ada sekitar 12 OTK (Orang Tak Dikenal)," papar mantan Kapolres Klaten, Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum.

Anggota Densus 88 sempat melakukan tembakan peringatan ke selusin orang tak dikenal itu. Kemudian, terjadi balasan hingga menimbulkan kontak tembak.

"Terjadi kontak dengan waktu kurang lebih satu jam di pegunungan Sakina Jaya. OTK melarikan diri dan diperkirakan sebagian luka," urai mantan Wakapolwil Banyumas, Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum.

Tapi hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi atau pun diketahui apakah gerombolan orang tidak dikenal itu adalah merupakan bagian dari jaringan teroris kelompok Santoso. Selama ini, aparat Polri memang memburu kelompok Santoso yang dikabarkan bersembunyi di Poso dan sekitar wilayah Sulawesi Tengah lainnya.

Akhirnya, orang tak dikenal yang tewas saat baku tembak dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, di kawasan pegunungan Sakina Jaya, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Pariomo, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (3/4/2015) sore, diduga Sabar Subagyo alias mas Koro alias Daeng Koro.

Nama Sabar Subagyo alias mas Koro alias Daeng Koro sudah tak asing lagi di dunia terorisme. Daeng Koro bukan nama baru di dunia terorisme. Selain Santoso alias Abu Wardah, Daeng Koro disebut-sebut sebagai bos atau pimpinan kelompok teroris Indonesia bagian Timur.

Daeng Koro merupakan salah satu pimpinan kelompok teroris Indonesia bagian Timur selain Santoso, yang menjadi gembong teroris paling dicari di negeri ini.

"Untuk teroris yang tertembak meninggal dunia sewaktu terjadi baku tembak dengan Densus 88 di Parigi diduga kuat adalah Daeng Koro," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum., Sabtu (4/4/2015).

Daeng Koro diduga adalah orang yang tewas, saat baku tembak dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri di kawasan pegunungan Sakina Jaya, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Pariomo, Sulawesi Tengah, Jumat (3/4/2015) sore.

Namun, Polri masih harus melakukan tes deoxyribonucleic acid untuk memastikannya. Berdasarkan hasil investigasi kepolisian Daeng Koro diduga terlibat berbagai macam kegiatan terorisme.

Kabagpenum Polri Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. menegaskan, Daeng Koro diduga sebagai pelatih dan ketua pelaksana beberapa kegiatan tadrib asykari yang dilaksanakan di daerah Tuturuga Kab Morowali, Tadrib di Sulbar, Tadrib di Mambi. "Serta kegiatan tadrib yang dilaksanakan di Gunung Tamanjeka Poso," ungkap mantan Kapolres Klaten, Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum., Sabtu (4/4/2015).

Selain itu, Daeng Koro juga diduga sebagai aktor intelektual dalam pembunuhan dua anggota polisi di jajaran Polres Poso yang hilang sejak 8 Oktober lalu, anggota Buser Polsek Poso Pesisir Brigadir Satu (Briptu) Andi Sappa (31) dan Kanit Intel Polsek Poso Pesisir Brigadir Kepala (Bripka) Anumerta Sudirman di wilayah pegunungan lembah Kampung Tamanjeka, Poso, Sulawesi Tengah yang pernah menjadi tempat aktivitas kelompok radikal. Keduanya akhirnya ditemukan aparat Kompi B Batalyon Infanteri 714 Sintuwu Maroso, Selasa (16/10/2012) di antara Dusun Weralulu di Desa Tokorondo, dan Dusun Tamanjeka di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir. Kedua mayat ditemukan terkubur dengan luka gorok di leher di dalam lubang sedalam kurang dari satu meter dengan lebar seukuran badan. Keduanya dikubur dengan posisi bertumpuk satu sama lain dengan posisi kepala satu orang berada di kaki yang lain, dan hanya menggunakan pakaian dalam. Kondisi mayat sudah bengkak dan seluruh tubuh tertutup lumpur.

Daeng Koro diduga sebagai pelaku penghadangan dan penembakan anggota Brimob di Kalora. Kemudian, sebagai perakit dan eksekutor bom Pantangolemba.

Tak hanya sampai disitu, Daeng Koro juga diduga terlibat kontak senjata dengan anggota Polri di Gunung Gayatri, Desa Maranda, Poso.  

Daeng Koro juga diduga otak pengadaan senjata yang saat ini menjadi senjata inventaris kelompok terorisme Indonesia bagian Timur. Peran lainnya adalah sebagai penghubung antara kelompok Indonesia bagian Timur dan kelompok Makasar. Daeng Koro juga sebagai ahli strategi bagi pergerakan kelompok Indonesia Timur. 

"Aktor intelektual penembakan warga masyarakat di desa Masani," tegas Dosen di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri, Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. (jos/jpnn/kom)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.502.244 Since: 05.03.13 | 0.1083 sec