Opini

Figur Pemimpin Besar

Author : B A Hutabarat | Thursday, 02 April 2015 | View : 658

SBN

Kita semua tahu, data adalah sesuatu yang amat penting. Tersedianya data atau informasi yang faktual memungkinkan kita membuat sebuah kalkulasi, penilaian yang tepat. Sayangnya, politik uang yang merasuk negeri ini, khususnya dalam pemilihan umum (pemilu) telah membuat rakyat di negeri ini memilih tidak berdasarkan data yang memadai, kecuali pertimbangan uang, itulah sebabnya keputusan wakil-wakil rakyat di DPR RI dan DPRD kerap dianggap banyak kalangan tidak mewakili aspirasi rakyat. Politik uang menjadi persoalan besar negeri ini untuk menghadirkan pemimpin besar dan berani.

“Data” adalah kata kunci dari banyak persoalan di negeri ini. Data amat penting, banyaknya data yang tersedia akan memberikan jaminan bahwa sebuah keputusan ditetapkan dengan amat hati-hati dan akurat. Sayangnya, banyak keputusan di negeri ini tidak ditetapkan berdasarkan data, atau informasi yang faktual, akibatnya keputusan yang diambil kerap menimbulkan polemik, bahkan tidak jarang menimbulkan konflik yang berujung pada perseteruan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Contoh teranyar tentang keputusan yang diambil tanpa mempertimbangkan data yang memadai adalah terkait kisruh berkepanjangan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan lembaga kepolisian, baik kasus cicak dan buaya jilid satu, maupun kasus cicak dan buaya jilid dua terkait kasus Komjen Pol. Budi Gunawan. Apabila penetapan Komjen Pol. Budi Gunawan yang kemudian disusul dengan penangkapan Wakil Ketua KPK dan kemudian berlanjut pada Ketua KPK, semuanya didasarkan pada data yang memadai, kisruh tersebut tentu tidak akan berkepanjangan.

Keputusan praperadilan Komjen Pol. Budi Gunawan yang menuai kontroversi juga bisa dikatakan sebagai sebuah contoh pengambilan keputusan yang tidak didasarkan data yang memadai. Sebuah keputusan yang akan melahirkan kontroversi yang bisa berakibat pada hilangnya kepastian hukum, semestinya dilakukan dengan sangat hati-hati dan pengumpulan informasi faktual yang memadai, apalagi ketika seorang hakim akan menafsirkan sebuah pasal yang jelas-jelas akan menimbulkan kontroversi.

Kisruh anggota DPRD dengan Gubernur DKI Jakarta yang tak kunjung selesai dan telah mengganggu roda pembangunan di Jakarta juga terkait persoalan data. Penelusuran terhadap dana siluman yang sedang dilakukan kepolisian diharapkan dapat menguak persoalan siapa yang salah dalam pertikaian tersebut. Tanpa informasi factual, maka kisruh tersebut tidak akan pernah selesai, dan terus akan berulang pada kaus-kasus lain.

Kehadiran pemimpin berkualitas adalah kerinduan rakyat, karena hanya dengan kehadiran pemimpin besar, berani dan berdedikasi, daulat rakyat dapat diwujudkan di negeri ini. Dan untuk memilih seorang pemimpin besar, rakyat harus memahami kriteria apa atau indikator apa saja yang harus dimiliki seorang pemimpin besar tersebut. Indikator-indikator apa yang harus dimiliki seorang pemimpin besar akan menolong kita untuk membuat instrumen atau alat untuk mengumpulkan data. Rakyat harus paham apa kriteria seorang pemimpin besar, dan secara bersamaan media massa juga harus aktif menampilkan keunggulan tokoh-tokoh tersebut, bukan hanya menampilkan figur mereka yang menjadi pemilik media massa, karena media massa harus berpihak pada publik demi memenuhi kebutuhan publik, bukannya segelintir orang.

Jadi, sesuai dengan kepentingan sebuah data, proses pengumpulan informasi yang faKtual juga membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Untuk menghadirkan pemimpin besar di negeri ini semua rakyat di negeri ini harus berpartisipasi aktif, bukan hanya berduyun-duyun datang ke bilik suara pada saat pemilu, tetapi juga mengumpulkan data yang akurat tentang seorang pemimpin yang handal berdasarkan kriteria yang tepat, yang kemudian dijabarkan dalam indikator-indikator yang jelas, dan selanjutnya dituangkan dalam sebuah instrumen pengumpul data.

Apabila validitas instrumen yang digunakan untuk memilih elit di negeri ini memadai, pastilah kisruh dalam pemilihan Kapolri kali ini tidak akan terjadi, demikian juga suara sinis tentang kriminalisasi terhadap KPK juga tidak akan terdengar keras. Pemerintah harus membenahi seleksi pemilihan pejabat di negeri ini. Pemerintah harus secara transparan memberikan kriteria-kriteria apa yang patut bagi seorang pejabat publik, dan pemerintah juga harus secara transparan membuktikan bahwa penilaian terhadap calon dilakukan secara obyektif.

Presiden Jokowi harus segera menyelesaikan kisruh antara KPK dan Polri, karena negeri ini membutuhkan kepastian hukum, khususnya terkait dengan pemberantasan korupsi. Isu kriminalisasi terhadap KPK harus dibuat terang bederang, tentunya dengan data yang akurat.

Usulan beberapa pemikir tentang perombakan kabiner Kerja yang tak mampu berbuat banyak terkait melejitnya nilai tukar dolar terhadap rupiah semestinya juga didasarkan data yang memadai. Memang alasan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat masih belum mampu menyakinkan banyak orang di negeri ini akan kemampuan kabinet kerja tersebut menangani kepongahan dolar yang terus melejit dan ikut menyeret naiknya harga BBM dan juga harga-harga kebutuhan pokok. Apalagi, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang tak dapat dikendalikan itu telah sukses melengserkan dua pemimpin pemerintahan negeri ini. Namun, tetap saja, penelitian yang hati-hati dan pengumpulan data yang memadai adalah syarat mutlak dari sebuah keputusan yang akan membuahkan sukses.

Binsar A. Hutabarat

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Politik Akal Sehat Atau Politik Merangkul?
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Partner Dari Ahok
Kapan Kegaduhan Akan Berakhir?
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Mentor Keponakan Dan Spesialis Anak
Bahagia Menggunakan Ketrampilan Yang Ada Tanpa Tekanan
Kebanyakan Perempuan Pola Dari Hati Ke Otakkah?
Diperlakukan Terhormat Oleh Pemerintah Kota Surabaya
Autis Dan UN Habitat
Di Bali Saya Menemukan Ide Tentang Guru Spiritualitas
Empat Orang Yang Diikat Proyek Televisi Kiprah Remaja Di Masa Lalu
Sisi Lain Dari Keindahan Bali
Murid Cinta
Intuisi Yang Bertumbuh
Perut Dan Kemampuan Kognitif Kaitannya Dengan Usia
Soft Launching Misi Hidup Saya
Bahagia Itu Bisa Penuhi Janji Dan Ide Terealisir
Sjahrir Dan Kisah Cintanya
Cinta Oksitosin Dan Cinta Komitmen
Nasehat Bagi Yang Memutuskan Mempertahankan Pernikahan
Berjudi Mempertaruhkan Kebahagiaan Hidup
Mati Untuk Mendapatkan Yang Lebih Baik
jQuery Slider
Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.907.428 Since: 05.03.13 | 0.1472 sec