Hukum

Kantor Gubernur DKI Jakarta Dikepung Ratusan Demonstran

Monday, 30 Maret 2015 | View : 479

JAKARTA-SBN.

Ratusan orang yang menamakan dirinya Masyarakat Antirasis mendatangi Gedung Balai Kota DKI Jakarta.

Masyarakat Anti Rasis (Mars) memandang sikap Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa "Ahok" memberi nama sapi itu rasis dan menyinggung warga Betawi.

Massa Masyarakat Anti Rasis (Mars) berunjuk rasa menuntut supaya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat adat Betawi dan seluruh rakyat Indonesia atas penamaan sapi tersebut. Massa Mars pun mendesak Basuki Tjahaja Purnama meminta maaf kepada masyarakat Betawi atas pernyataan Basuki Tjahaja Purnama itu.

Massa Mars mendesak agar Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama meminta maaf kepada publik Jakarta, terkait pemberian nama sapi dengan julukan USB (Untuk Sapi Betawi).

"Orang Betawi punya harga diri, martabat, bukan sapi," kata salah seorang orator di depan Gedung Balai Kota, Senin (30/3/2015). "Aksi kita aksi damai, kami enggak pernah kasih mandat ke Ahok," terangnya.

Basuki Tjahaja Purnama dinilai melakukan tindakan rasis memberikan nama anak sapi Unit Sapi Betawi (USB).

"Rasisnya di mana? Bukan saya curiga, jangan-jangan mainan politik, karena kesalahan saya sedang dicari-cari. Saya bicara apa juga salah," tukas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2015).

Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini, masyarakat Betawi harus bangga memiliki nama sapi yang rencananya akan dipatenkan. Karena, di beberapa daerah melakukan hal yang sama.

Namun, tindakan Basuki Tjahaja Purnama ditanggapi keras Masyarakat Anti Rasis (Mars). Mars menilai tindakan Basuki Tjahaja Purnama rasis dan menyinggung masyarakat Betawi. Massa Mars mendesak Basuki Tjahaja Purnama meminta maaf.
 
"Saya kira itu politik saja. Sekarang saya mau tanya, kalau anda mengatakan sapi Madura, orang Madura rasis gak? Harimau Sumatera? Badak Jawa? Sapi Bali? Sapi Sumba? Apa rasis?" urai Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2015).

“Orang Madura bangga punya Sapi Madura. Sapi Sumba? Sapi Bali? Kenapa kita menyebut Sapi Bali enggak minta maaf sama orang Bali, karena mereka bangga,” tambah dia.

Awalnya, mantan politisi Partai Gerindra ini ingin memberi nama Sapi Basuki saat mengunjungi pusat pembibitan sapi milik PT. Karya Anugrah Rumpin, Cibodas, Bogor, Jawa Barat. Namun, kunjungannya bukan atas nama pribadi. Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku awalnya ingin memberi nama anak sapi dengan nama Sapi Basuki, namun sapi itu bukan milik pribadi.

"Kalau saya bilang, sapi Basuki, itu bukan atas nama pribadi, kami sedang berusaha menciptakan binatang ciri khas Jakarta, seperti di Jawa ada sapi Jawa. Sapi Jakarta kebetulan B (plat polisi) jadi Betawi. Jadi dimana rasisnya? Kalau rasis ngatain saya Cina, itu rasis," jelas Basuki Tjahaja Purnama.

“Nanti kalau saya sebut sapi Basuki, bisa masalah karena ini kan milik Pemda. Kami sedang cari yang mau dipatenkan, ada sapi unggulan di Jawa Barat, belum tentu kita dikasih untuk dipatenkan. Sebab, itu kan ada di wilayah Jawa Barat,” ujarnya.

Massa Mars menganggap, Basuki Tjahaja Purnama telah melanggar Pancasila dan melakukan penghinaan dengan melakukan hal tersebut.

"Pernyataan USB adalah pernyataan secara terang benderang dan wajib ditindaklanjuti dengan memberikan sanksi pemberhentian secara tidak terhormat kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama," teriak Daud Poliradja, Koordinator Mars saat berorasi.

Pihaknya meminta supaya pihak-pihak yang berkepentingan dapat menindaklanjuti aksinya untuk menegakkan keadilan.

Rencananya, Masyarakat Anti Rasis (Mars) akan menggelar aksi unjuk rasa yang digelar Senin ini pukul 10.00 WIB. Massa Mars bakal melakukan aksi dari Patung Arjuna Wiwaha menuju Balai Kota DKI. Massa Mars mengklaim akan melakukan aksi unjuk rasa dengan massa berjumlah 500 orang. Saat ini, ratusan orang yang tergabung dalam Masyarakat Anti Rasis (Mars) melakukan aksi demo di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta.

Berdasarkan pantauan wartawan, para demonstran memegang pagar pintu Balai Kota, dan mengoyang-goyangkannya.

Aksi unjuk rasa ratusan orang yang menamakan dirinya Masyarakat Antirasis membuat arus lalu lintas di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, tersendat. Puluhan polisi lalu lintas dikerahkan guna mengurai kemacetan.

Pantauan Metrotvnews.com, kendati pendemo hampir menggunakan seluruh jalan di depan Balai Kota, namun Jalan Kebon Sirih tak ditutup, Senin (30/3/2015).

Aksi unjuk rasa ini juga mengundang para pedagang minuman dan makanan berkumpul di depan Gedung Balai Kota.

Para demontran masih terus menyuarakan tuntutannya mendesak Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama meminta maaf, kepada publik Jakarta, terkait pemberian nama sapi dengan julukan USB (Untuk Sapi Betawi). Sementara yang lainnya memilih berteduh dari sengatan sinar matahari.

Sesekali orator yang berada di atas mobil komando meminta untuk para pendemo merapatkan barisan.

Puluhan polisi masih melakukan penjagaan di dalam Gedung Balai Kota DKI. Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, mendapat penjagaan ketat dari puluhan personel polisi. Satu unit water canon juga disiagakan di depan pelataran Gedung Balai Kota DKI. (met/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.501.657 Since: 05.03.13 | 0.1085 sec