Hukum

Kantor Gubernur DKI Jakarta Dikepung Ratusan Demonstran

Monday, 30 Maret 2015 | View : 507

JAKARTA-SBN.

Ratusan orang yang menamakan dirinya Masyarakat Antirasis mendatangi Gedung Balai Kota DKI Jakarta.

Masyarakat Anti Rasis (Mars) memandang sikap Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa "Ahok" memberi nama sapi itu rasis dan menyinggung warga Betawi.

Massa Masyarakat Anti Rasis (Mars) berunjuk rasa menuntut supaya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat adat Betawi dan seluruh rakyat Indonesia atas penamaan sapi tersebut. Massa Mars pun mendesak Basuki Tjahaja Purnama meminta maaf kepada masyarakat Betawi atas pernyataan Basuki Tjahaja Purnama itu.

Massa Mars mendesak agar Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama meminta maaf kepada publik Jakarta, terkait pemberian nama sapi dengan julukan USB (Untuk Sapi Betawi).

"Orang Betawi punya harga diri, martabat, bukan sapi," kata salah seorang orator di depan Gedung Balai Kota, Senin (30/3/2015). "Aksi kita aksi damai, kami enggak pernah kasih mandat ke Ahok," terangnya.

Basuki Tjahaja Purnama dinilai melakukan tindakan rasis memberikan nama anak sapi Unit Sapi Betawi (USB).

"Rasisnya di mana? Bukan saya curiga, jangan-jangan mainan politik, karena kesalahan saya sedang dicari-cari. Saya bicara apa juga salah," tukas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2015).

Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini, masyarakat Betawi harus bangga memiliki nama sapi yang rencananya akan dipatenkan. Karena, di beberapa daerah melakukan hal yang sama.

Namun, tindakan Basuki Tjahaja Purnama ditanggapi keras Masyarakat Anti Rasis (Mars). Mars menilai tindakan Basuki Tjahaja Purnama rasis dan menyinggung masyarakat Betawi. Massa Mars mendesak Basuki Tjahaja Purnama meminta maaf.
 
"Saya kira itu politik saja. Sekarang saya mau tanya, kalau anda mengatakan sapi Madura, orang Madura rasis gak? Harimau Sumatera? Badak Jawa? Sapi Bali? Sapi Sumba? Apa rasis?" urai Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2015).

“Orang Madura bangga punya Sapi Madura. Sapi Sumba? Sapi Bali? Kenapa kita menyebut Sapi Bali enggak minta maaf sama orang Bali, karena mereka bangga,” tambah dia.

Awalnya, mantan politisi Partai Gerindra ini ingin memberi nama Sapi Basuki saat mengunjungi pusat pembibitan sapi milik PT. Karya Anugrah Rumpin, Cibodas, Bogor, Jawa Barat. Namun, kunjungannya bukan atas nama pribadi. Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku awalnya ingin memberi nama anak sapi dengan nama Sapi Basuki, namun sapi itu bukan milik pribadi.

"Kalau saya bilang, sapi Basuki, itu bukan atas nama pribadi, kami sedang berusaha menciptakan binatang ciri khas Jakarta, seperti di Jawa ada sapi Jawa. Sapi Jakarta kebetulan B (plat polisi) jadi Betawi. Jadi dimana rasisnya? Kalau rasis ngatain saya Cina, itu rasis," jelas Basuki Tjahaja Purnama.

“Nanti kalau saya sebut sapi Basuki, bisa masalah karena ini kan milik Pemda. Kami sedang cari yang mau dipatenkan, ada sapi unggulan di Jawa Barat, belum tentu kita dikasih untuk dipatenkan. Sebab, itu kan ada di wilayah Jawa Barat,” ujarnya.

Massa Mars menganggap, Basuki Tjahaja Purnama telah melanggar Pancasila dan melakukan penghinaan dengan melakukan hal tersebut.

"Pernyataan USB adalah pernyataan secara terang benderang dan wajib ditindaklanjuti dengan memberikan sanksi pemberhentian secara tidak terhormat kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama," teriak Daud Poliradja, Koordinator Mars saat berorasi.

Pihaknya meminta supaya pihak-pihak yang berkepentingan dapat menindaklanjuti aksinya untuk menegakkan keadilan.

Rencananya, Masyarakat Anti Rasis (Mars) akan menggelar aksi unjuk rasa yang digelar Senin ini pukul 10.00 WIB. Massa Mars bakal melakukan aksi dari Patung Arjuna Wiwaha menuju Balai Kota DKI. Massa Mars mengklaim akan melakukan aksi unjuk rasa dengan massa berjumlah 500 orang. Saat ini, ratusan orang yang tergabung dalam Masyarakat Anti Rasis (Mars) melakukan aksi demo di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta.

Berdasarkan pantauan wartawan, para demonstran memegang pagar pintu Balai Kota, dan mengoyang-goyangkannya.

Aksi unjuk rasa ratusan orang yang menamakan dirinya Masyarakat Antirasis membuat arus lalu lintas di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, tersendat. Puluhan polisi lalu lintas dikerahkan guna mengurai kemacetan.

Pantauan Metrotvnews.com, kendati pendemo hampir menggunakan seluruh jalan di depan Balai Kota, namun Jalan Kebon Sirih tak ditutup, Senin (30/3/2015).

Aksi unjuk rasa ini juga mengundang para pedagang minuman dan makanan berkumpul di depan Gedung Balai Kota.

Para demontran masih terus menyuarakan tuntutannya mendesak Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama meminta maaf, kepada publik Jakarta, terkait pemberian nama sapi dengan julukan USB (Untuk Sapi Betawi). Sementara yang lainnya memilih berteduh dari sengatan sinar matahari.

Sesekali orator yang berada di atas mobil komando meminta untuk para pendemo merapatkan barisan.

Puluhan polisi masih melakukan penjagaan di dalam Gedung Balai Kota DKI. Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, mendapat penjagaan ketat dari puluhan personel polisi. Satu unit water canon juga disiagakan di depan pelataran Gedung Balai Kota DKI. (met/jos)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.897.454 Since: 05.03.13 | 0.1319 sec