Hukum

Senin Pekan Depan, KPK Hadapi 3 Sidang Praperadilan

Friday, 27 Maret 2015 | View : 386

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya menyiapkan diri menghadapi tiga sidang praperadilan yang digelar bersamaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (30/3/2015) mendatang.

Ketiga sidang praperadilan itu diajukan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali, mantan Ketua BPK Hadi Poernomo, dan mantan Direktur Pengolahan PT. Pertamina (Persero) Suroso Atmo Martoyo.

Ketiganya mengajukan praperadilan terhadap KPK yang telah menetapkan mereka sebagai tersangka dalam kasus yang berbeda.

Kepala Biro Hukum KPK Chatarina M. Girsang menyatakan, pihaknya sedang mempersiapkan dokumen dan alat bukti terkait perkara yang menjerat ketiga tersangka tersebut. Dokumen dan alat bukti ini akan digunakan KPK di sidang praperadilan nanti.

"Kami masih berupaya menyiapkan terkait tanggapan dan alat bukti yang akan diajukan (dalam praperadilan)," kata Chatarina M. Girsang kepada wartawan, Jumat (27/3/2015).

Untuk praperadilan Hadi Poernomo misalnya, Chatarina M. Girsang mengungkapkan, Biro Hukum sudah menerima surat disposisi dari pimpinan KPK terkait kasus yang menjerat mantan Dirjen Pajak itu. Dengan disposisi ini, Chatarina M. Girsang menyatakan, pihaknya dapat langsung berkoordinasi dengan penyelidik dan penyidik yang menangani perkara dugaan keberatan pajak BCA yang menjerat Hadi Poernomo.

Chatarina M. Girsang mengatakan, agenda sidang praperadilan pada Senin (30/3/2015) nanti mendengarkan gugatan pihak pemohon. Dengan demikian, tak menutup kemungkinan KPK hanya diwakili anggota Tim Biro Hukum KPK.

Diketahui, Hadi Poernomo ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Direktur Jenderal Pajak periode 2002 hingga 2004.

Sedangkan, mantan Menteri Agama yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji 2012-2013.

Sementara itu, mantan Direktur Pengolahan PT. Pertamina (Persero) Suroso Atmo Martoyo (SAM) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam suap proyek pengadaan bahan bakar Tetra Ethyl Lead (TEL) di PT. Pertamina (Persero) pada tahun 2004-2005.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Made Sutrisna mengatakan jadwal sidang praperadilan untuk mantan Direktur Pengolahan Pertamina itu digelar pada 30 Maret 2015.

"Suroso Atmo Martoyo akan mengikuti sidang pada 30 Maret 2015 dengan Hakim Suyadi," ujar Made Sutrisna.

Mantan Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmo Martoyo mengikuti langkah tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lainnya dengan melayangkan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Benar, yang bersangkutan (SAM) mengajukan praperadilan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Jumat (20/3/2015).

Seperti diketahui, dalam kasus tersebut KPK telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini, mantan Direktur Pengolahan P.T. Pertamina (Persero) Suroso Armo Martoyo dan Direktur PT. Soegih Interjaya, Willy Sebastian Lim. Mereka berdua telah resmi ditahan oleh KPK pada 24 Februari 2015.

Dalam kasus ini, Willy Sebastian Lim disangkakan sebagai pihak pemberi suap kepada Suroso Atmo Martoyo. Maksud pemberian uang kepada pejabat di Pertamina itu supaya Pertamina bersedia mengimpor bensin bertimbal dari Inggris.

Suroso Atmo Martoyo sendiri ditetapkan menjadi tersangka akhir November 2011. Atas perbuatannya, Suroso Marto Martoyo dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Willy Sebastian Lim sebagai pemberi suap ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK 2 Januari 2012. Willy Sebastian Lim dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a dan b, Pasal 13 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Suroso Atmo Martoyo mengikuti jejak calon Kapolri Komjen Pol. Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. (BG) yang sidang praperadilannya dikabulkan Hakim tunggal Sarpin Rizaldi. Tidak hanya Suroso Atmo Martoyo, sebelumnya mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali, politikus Partai Demokrat, Sutan Bathoegana, Martin Dira Tome dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sudah lebih dulu mengajukan praperadilan. (sp/jos)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.613.400 Since: 05.03.13 | 0.1143 sec