Hukum

Nazaruddin Ditantang Buktikan Tudingannya

Saturday, 03 Agustus 2013 | View : 1093

JAKARTA-SBN.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin harus menunjukkan bukti-bukti keterlibatan sejumlah anggota DPR dalam berbagai proyek.

“Nazaruddin seharusnya tak hanya bicara, namun membawa bukti, khususnya terkait dengan tudingan kepada S.N., Bendahara Umum sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar,” ujar Wasekjen Partai Golkar, Tantowi Yahya. “Masalah tudingan Nazaruddin ke S.N. bukan hal baru. Nazaruddin boleh saja menyebut siapa pun namun tetap diperlukan data, fakta, dan saksi untuk mendukung tudingan itu,” tegas Tantowi Yahya di Jakarta, Jumat (2/8/2013). “Jika tidak, semua pernyataan Nazaruddin akan menjadi fitnah yang memiliki konsekuensi hukum,” tambah dia.

Tantowi Yahya menantang Muhammad Nazaruddin untuk benar-benar bisa menghadirkan bukti-bukti dari apa yang Nazaruddin sampaikan ke wartawan. “Kita lihat saja lah apakah Nazaruddin bisa menghadirkan fakta-fakta hukum untuk memperkuat tudingannya,” tandas Tantowi Yahya.

Muhammad Nazaruddin menuduh S.N. menerima uang dari proyek e-KTP. Selain S.N., Muhammad Nazaruddin juga menyebut nama petinggi partai lain seperti Bendahara Umum PDIP, O.D.

Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Partai Golkar, Bambang Soesatyo menilai ocehan Muhammad Nazaruddin tak pantas didengarkan karena cenderung tak konsisten dan tanpa bukti. “Ocehan Nazaruddin tak menarik dikomentari karena merupakan ocehan orang stres,” kata Bambang Soesatyo. “Dulu dia bilang Ibu Ani Yudhoyono dan Ibas terima uang. Itu bisa dibaca di laporan khusus Tempo,” imbuh Bambang Soesatyo. “Lalu, lain waktu, dia juga menuduh sejumlah petinggi KPK ‘bermain’. Sampai-sampai KPK membentuk komite etik untuk memeriksa petinggi KPK ketika itu seperti Chandra Hamzah,” jelas Bambang Soesatyo. Ditambahkan Bambang Soesatyo, ”Tapi, akhirnya tidak terbukti. Tapi akibat itu Chandra dan beberapa petinggi KPK batal masuk nominasi dalam seleksi pimpinan KPK periode lalu.”

Bambang Soesatyo mengaku heran bila ada yang masih menanggapi ocehan Nazaruddin, yang menurut Bambang Soesatyo sedang stres karena terancam dimiskinkan oleh KPK terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Karena hal itulah, KPK potensial menyita seluruh kekayaan dan asetnya,” tukas Bambang Soesatyo.

Bagi Bambang Soesatyo, yang harus diketahui oleh publik adalah bahwa tudingan Mohammad Nazaruddin itu akan berdampak hukum pada dirinya. “Kata peribahasa: mulutmu harimaumu. Dalam proses hukum nanti, kata-katanya akan melawan kesaksiannya sendiri nanti di hadapan penegak hukum,” ucap Bambang Soesatyo. “Kalau tidak disertai bukti-bukti yang memenuhi unsur sebagai alat bukti, dia bisa terancam pidana karena telah memberikan keterangan palsu dan menyebar fitnah,” sambung Bambang Soesatyo. Karena itu, Bambang Soesatyo menekankan agar Muhammad Nazaruddin siap-siap untuk membuktikan tuduhannya. “Jika tidak, dia akan menghadapi konsekuensinya,” pungkas Bambang Soesatyo.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Trimedya Panjaitan, S.H., M.H. menyatakan pihaknya masih belum bisa mengambil tindakan terkait pernyataan Nazaruddin itu. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan,Trimedya Panjaitan mengatakan pihaknya belum pernah tahu soal keterlibatan O.D. itu. Setahu PDIP, O.D. tak ada kaitannya dengan proyek-proyek yang disebut Muhammad Nazaruddin. “Saya sudah telepon O.D. dan dia bilang tak tahu. Nanti sehabis reses kami bahas secara internal di DPP soal hal ini,” tutur Trimedya Panjaitan.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Aziz Syamsudin menolak mengomentari tuduhan Muhammad Nazaruddin. “Karena ini bulan puasa saya tidak ingin banyak berkomentar. Lihat perkembangannya saja nanti,” elak Aziz Syamsudin. (id/sp)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.270.796 Since: 05.03.13 | 0.1916 sec