Hukum

Nazaruddin Ditantang Buktikan Tudingannya

Saturday, 03 Agustus 2013 | View : 1018

JAKARTA-SBN.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin harus menunjukkan bukti-bukti keterlibatan sejumlah anggota DPR dalam berbagai proyek.

“Nazaruddin seharusnya tak hanya bicara, namun membawa bukti, khususnya terkait dengan tudingan kepada S.N., Bendahara Umum sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar,” ujar Wasekjen Partai Golkar, Tantowi Yahya. “Masalah tudingan Nazaruddin ke S.N. bukan hal baru. Nazaruddin boleh saja menyebut siapa pun namun tetap diperlukan data, fakta, dan saksi untuk mendukung tudingan itu,” tegas Tantowi Yahya di Jakarta, Jumat (2/8/2013). “Jika tidak, semua pernyataan Nazaruddin akan menjadi fitnah yang memiliki konsekuensi hukum,” tambah dia.

Tantowi Yahya menantang Muhammad Nazaruddin untuk benar-benar bisa menghadirkan bukti-bukti dari apa yang Nazaruddin sampaikan ke wartawan. “Kita lihat saja lah apakah Nazaruddin bisa menghadirkan fakta-fakta hukum untuk memperkuat tudingannya,” tandas Tantowi Yahya.

Muhammad Nazaruddin menuduh S.N. menerima uang dari proyek e-KTP. Selain S.N., Muhammad Nazaruddin juga menyebut nama petinggi partai lain seperti Bendahara Umum PDIP, O.D.

Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Partai Golkar, Bambang Soesatyo menilai ocehan Muhammad Nazaruddin tak pantas didengarkan karena cenderung tak konsisten dan tanpa bukti. “Ocehan Nazaruddin tak menarik dikomentari karena merupakan ocehan orang stres,” kata Bambang Soesatyo. “Dulu dia bilang Ibu Ani Yudhoyono dan Ibas terima uang. Itu bisa dibaca di laporan khusus Tempo,” imbuh Bambang Soesatyo. “Lalu, lain waktu, dia juga menuduh sejumlah petinggi KPK ‘bermain’. Sampai-sampai KPK membentuk komite etik untuk memeriksa petinggi KPK ketika itu seperti Chandra Hamzah,” jelas Bambang Soesatyo. Ditambahkan Bambang Soesatyo, ”Tapi, akhirnya tidak terbukti. Tapi akibat itu Chandra dan beberapa petinggi KPK batal masuk nominasi dalam seleksi pimpinan KPK periode lalu.”

Bambang Soesatyo mengaku heran bila ada yang masih menanggapi ocehan Nazaruddin, yang menurut Bambang Soesatyo sedang stres karena terancam dimiskinkan oleh KPK terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Karena hal itulah, KPK potensial menyita seluruh kekayaan dan asetnya,” tukas Bambang Soesatyo.

Bagi Bambang Soesatyo, yang harus diketahui oleh publik adalah bahwa tudingan Mohammad Nazaruddin itu akan berdampak hukum pada dirinya. “Kata peribahasa: mulutmu harimaumu. Dalam proses hukum nanti, kata-katanya akan melawan kesaksiannya sendiri nanti di hadapan penegak hukum,” ucap Bambang Soesatyo. “Kalau tidak disertai bukti-bukti yang memenuhi unsur sebagai alat bukti, dia bisa terancam pidana karena telah memberikan keterangan palsu dan menyebar fitnah,” sambung Bambang Soesatyo. Karena itu, Bambang Soesatyo menekankan agar Muhammad Nazaruddin siap-siap untuk membuktikan tuduhannya. “Jika tidak, dia akan menghadapi konsekuensinya,” pungkas Bambang Soesatyo.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Trimedya Panjaitan, S.H., M.H. menyatakan pihaknya masih belum bisa mengambil tindakan terkait pernyataan Nazaruddin itu. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan,Trimedya Panjaitan mengatakan pihaknya belum pernah tahu soal keterlibatan O.D. itu. Setahu PDIP, O.D. tak ada kaitannya dengan proyek-proyek yang disebut Muhammad Nazaruddin. “Saya sudah telepon O.D. dan dia bilang tak tahu. Nanti sehabis reses kami bahas secara internal di DPP soal hal ini,” tutur Trimedya Panjaitan.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Aziz Syamsudin menolak mengomentari tuduhan Muhammad Nazaruddin. “Karena ini bulan puasa saya tidak ingin banyak berkomentar. Lihat perkembangannya saja nanti,” elak Aziz Syamsudin. (id/sp)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.445.515 Since: 05.03.13 | 0.1825 sec