Hukum

Melacak Pengancam Bunuh Presiden

Thursday, 19 Maret 2015 | View : 415

LAMPUNG-SBN.

Aksi kelompok radikal militan Negara Islam alias Islamic State (IS) alias The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) atau Islamic State (IS) kian mengkhawatirkan dan meresahkan.

Di Indonesia, diketahui, dua hari terakhir adanya beredar layanan pesan singkat atau Short Message Service (SMS) teror dari seseorang yang mengaku dari anggota kelompok radikal ISIS (Negara Islam Iraq-Suriah). Berita terbaru, tak tanggung-tanggung, pengirim pesan singkat itu mengancam membunuh Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi". SMS bernada mengancam keselamatan Presiden tersebut beredar pada hari Rabu, (18/3/2015) sore.

Ancaman itu, disebar orang yang mengaku anggota ISIS yang bermarkas di Lampung Timur via pesan singkat, Rabu (18/3/2015) sore.

Berikut isi sms ancaman yang dikirimkan ISIS:

"SEMUA KEPOLISIAN MAU KAMI HABISI. TINGGAL TUNGGU WAKTU. KAMI ANGGOTA ISIS SUDAH SAKIT HATI… JUGA JOKOWI HARUS MATI.

KAMI TIDAK MAIN2. KAMI ISIS, AKAN MENGHANCURKAN POLRI, JAKSA AGUNG DAN PRESIDEN KURUS. TELAH MEMVONIS BAHWA NARKOBA PERUSAK GENERASI, PADAHAL NARKOBA INI MEMBUAT ORANG BERSEMANGAT, KALAU ORANG MAU MATI YA MATI DONG BUKAN NARKOBANYA. JUGA ISIS, KAMI TELAH DI JELEK2N BAHWA KAMI PEMBERONTAK, TAPI KAMI HANYA MEREKRUT UNTUK BEKERJA SAMA, TOH MEREKA KAMI GAJI. SEOLAH2 KALIAN PALING BENAR. LIAT TUH PENGERUK UANG RAKYAT, KOK NYANTAI AJA.

KAMI TELAH INSTRUKSI ANGGOTA KAMI UNTUK BERSIAP2 MENGHANCURKAN KALIAN. KAMI DARI LAMPUNG TIMUR, MARKAS KAMI DI SUMUR KUCING LAMPUNG TIMUR."

Yang mengagetkan, pengirim SMS atau pesan singkat tersebut mengaku beralamat di Lampung Timur (Lamtim). Persisnya di jalan lintas timur (jalintim) Km 40 Nomor 77, Sumurkucing, Pasirsakti, di samping sebuah minimarket. Menurutnya, ada dua daerah di Indonesia yang menjadi basis ISIS. Yakni Poso dan Lampung Timur (Lamtim).

Orang ini melalui SMS juga mengklaim ada dua daerah di Indonesia yang menjadi basis ISIS. Dua wilayah itu Poso dan Lampung Timur.

"Kalo Jawa Barat itu Palsu. Kami Kantor pusat" tulisnya.

Tak lama kemudian seseorang yang mengaku anggota ISIS itu pun mengancam akan 'menghabisi' Presiden Jokowi. Bukan cuma Presiden Jokowi, dia juga mengancam akan menghancurkan institusi Polri dan Jaksa Agung.

Dia juga menyebut atas nama ISIS mereka tak terima dijelek-jelekkan dan menilai pemerintah merasa paling benar.

Dalam SMS bernada ancaman dari nomor 085758905xxx itu disebutkan, pesawat di Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta/Soekarno-Hatta International Airport, Tangerang, Banten akan tergelincir dan semua penumpangnya tewas. Selain itu, orang yang namanya misterius ini bersumpah akan memecah belah keutuhan Indonesia.

Penasaran, awak media mencoba menghubungi nomor di SMS itu. Kebenaran sms pun coba dibuktikan, dengan menghubungi orang yang mengaku anggota ISIS ini. Pria ini menggunakan nomor handphone 085758905832. Orang yang namanya misterius ini mengaku berkantor di Lampung Timur, Jalan Lintas Timur Km 40 Nomor 77, Sumur Kucing Samping Indomaret, samping Indomaret, Lampung Timur.

Namun, pemiliknya tidak mengangkat telepon. Justru seseorang yang mengirimkan informasi itu malah tidak mengangkat teleponnya.

Tak lama, ia hanya berkirim pesan singkat yang menyatakan dirinya benar-benar anggota ISIS. Dia mengirimkan pesan lagi bahwa dia mengaku sebagai anggota ISIS.

Informasi yang dikirimkan oleh orang tidak dikenal ini awalnya berisi info pesawat Lufthansa rute Jakarta-Berlin tergelincir saat take off di Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, pukul 10.25 WIB.

Dalam SMSnya, orang tak dikenal itu menginformasikan ada pesawat di Bandara Soekarno-Hatta yang tergelincir dan menewaskan semua penumpang. Orang tidak dikenal ini menyebut pesawat itu adalah Lufthansa rute Jakarta Berlin. Tergelincir saat take off di Bandara Soekarno-Hatta pukul 10.25 WIB.

Namun saat dikonfirmasi, kejadian itu tidak benar-benar terjadi.

SMS ini menyematkan nama Nur Rakhman, pegawai ATC Soekarno Hatta dengan nomor telepon 08575890****.

Namun saat dikonfirmasi kepada pihak Bandara Soekarno-Hatta, dan juga menghubungi nomor yang dicantumkan dalam SMS tersebut, ternyata tidak benar.

Kasatreskrim Polres Metro Tangerang AKPB Sutarmo saat dihubungi perihal SMS teror dan ancaman ini menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan intel. Namun, ia memastikan hingga saat ini tidak ada organisasi ISIS di wilayah Tangerang.

Terpisah, Kapolsek Pasirsakti AKP Marsudi mewakili Kapolres Lamtim AKBP Juni Duarsyah mengatakan hal sama. Menurutnya, di wilayah Sumurkucing tidak ada minimarket.

Selain itu, jalan lintas pantai timur wilayah Pasirsakti sudah masuk km di atas 100. "Jadi bila pemilik SMS mengaku di Km 40, itu bukan wilayah Lamtim. Kendati demikian, kami tetap melakukan penyelidikan," tegas AKP Marsudi, Kamis (19/3/2015).

Di lain tempat, Kapolres Lampung Selatan AKBP Hengki menyatakan terus memantau perkembangan organisasi terlarang itu di wilayahnya. Yang jelas, hingga saat ini belum ada pergerakan yang mengarah pada ISIS.

Kapolres Tulangbawang AKBP Agoes Soejadi juga mengungkapkan hal sama. Pihaknya bahkan terus memantau daerah-daerah yang dapat dijadikan tempat perkumpulan. Sepanjang pengamatan, menurut dia, tidak ada indikasi yang menguatkan adanya warga Tuba yang tergabung dalam ISIS.

Beberapa warga Tangerang mendadak dibuat bingung setelah menerima SMS dari orang yang mengaku anggota ISIS. SMS itu juga diterima sejumlah wartawan.

Pelaksana tugas (Plt) Kapolri Komjen Pol. Drs. Badrodin Haiti menyatakan bahwa pihaknya tengah menelusuri pengirim layanan pesan singkat (SMS) berisi ancaman pembunuhan ke Presiden Joko Widodo. SMS yang mengaku simpatisan Negara Islam Irak Suriah (ISIS) itu disebut berasal dari Tangerang, Banten. Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Badrodin Haiti mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti adanya laporan pesan singkat atau SMS yang mengaku kelompok ISIS Tangerang yang mengancam nyawa Presiden Joko Widodo.

Pesan singkat itu beredar di wilayah Tangerang, Banten.

"Kami lagi melakukan penyelidikan siapa pelakunya," terang Komjen Pol. Badrodin Haiti di Kompleks Istana Kepresidenan/Negara, Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Hanya saja, Komjen Pol. Badrodin Haiti masih enggan merinci SMS itu. Komjen Pol. Badrodin Haiti enggan menjabarkan lebih detail terkait adanya pesan singkat yang beredar ke publik terkait aksi teror tersebut.

Alasannya, karena polisi masih melakukan penyelidikan.

Komjen Pol. Badrodin Haiti hanya mengatakan bahwa sejauh ini ada daerah-daerah yang warganya menjadi pendukung ISIS. Antara lain di Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Khusus Sulawesi, pendukung ISIS ada di wilayah Poso.

Terkait Warga Negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan ISIS di Irak maupun Suriah, Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti mengaku khawatir mereka akan kembali ke tanah air dan mempengaruhi masyarakat lain. Terutama karena di ISIS juga diajarkan menggunakan berbagai jenis senjata.

Komjen Pol. Drs. Badrodin Haiti hanya berharap agar seluruh pihak, termasuk masyarakat agar ikut berpartisipasi meredam peredaran ISIS di Indonesia maupun mencegah adanya WNI yang pergi ke luar negeri dengan tujuan untuk bergabung bersama kelompok radikal tersebut.

"Kegiatan bersenjata di sana perlu kita waspadai karena mereka punya keahlian, punya pengalaman. Jika mereka kembali ke Indonesia bisa jadi ancaman," sambung Komjen Pol. Badrodin Haiti (mer/jos/jpnn)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.086 Since: 05.03.13 | 0.1109 sec