Hukum

Gubernur Gorontalo Minta Maaf

Friday, 20 Maret 2015 | View : 475

GORONTALO-SBN.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Waseso tidak mempersoalkan langkah permintaan maaf Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang diduga mencemarkan nama baik Komjen Pol. Budi Waseso saat menjabat Kapolda Gorontalo.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memohon maaf kepada Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Waseso.

Rusli Habibie yang kini berstatus tersangka itu bahkan sudah menggelar jumpa pers dan memasang iklan di koran untuk meminta maaf kepada Komjen Pol. Budi Waseso.

Pria yang akrab disapa Buwas itu mengatakan, sebagai manusia dirinya sudah memaafkan Rusli Habibie. Namun, ia menegaskan, secara hukum kasus ini tetap lanjut dan ditangani Polda Gorontalo. "Saya tidak dendam. Tapi, secara hukum kasus ini tetap saya lanjutkan," tegas Buwas di Mabes Polri, Jumat (20/3/2015).

Komjen Pol. Budi Waseso menyatakan, langkah hukum itu ditempuh terkait pengaduan Rusli Habibie kepada Kepala Polri dan Komisi Kepolisian nasional pada 2012. Komjen Pol. Budi Waseso diadukan karena diduga berpihak kepada salah satu calon pada pemilihan Gubernur dan Wali Kota di Gorontalo.

Merasa hal itu tidak benar, Komjen Pol. Budi Waseso melaporkan Rusli Habibie ke Polda Gorontalo atas dugaan pencemaran nama baik pada pertengahan 2013.

Namun, sebelum mengadukan hal itu, Komjen Pol. Budi Waseso mengungkapkan, dirinya telah menjalani sejumlah pemeriksaan, salah satunya di hadapan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Hasilnya, ia dinyatakan tidak bersalah. "Karena dugaan dalam laporan itu tidak terbukti, saya tempuh jalur hukum agar ini tak terulang," cetusnya.

Dia pun menegaskan bahwa tidak akan mencabut laporan. Menurutnya, biar ini menjadi pembelajaran bagi setiap orang dalam penegakan hukum. "Apalagi pejabat harus bertanggungjawab," ketus mantan Kapolda Gorontalo, Buwas.

Lebih lanjut, Komjen Pol. Budi Waseso menegaskan bahwa sejak awal Rusli Habibie sudah punya niat tidak baik kepadanya dengan menulis dan mengirim surat yang berisi informasi tidak benar tentang dirinya kepada para pejabat saat itu. Yaitu, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), MenkoPolhukam Djoko Suyanto, dan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Timur Pradopo saat itu.

"Suratnya itu kemana-mana. Dia memang bermaksud tidak baik. Kini pun dia minta maaf dengan mengajak staf dan atas nama provinsi," tukas Komjen Pol. Budi Waseso.

Buwas pun siap bersaksi di pengadilan nanti dengan menjelaskan motif Rusli Habibie yang sebenarnya.

Rusli Habibie atas nama Gubernur, masyarakat Gorontalo, dan pribadi telah meminta maaf pada Buwas serta kepada institusi Polri saat menggelar jumpa pers di Gorontalo pada Rabu (18/3/2015).

"Saya atas nama pribadi, atas nama pemerintah provinsi dan seluruh masyarakat Gorontalo menyatakan permohonan maaf kepada Pak Komjen Budi Waseso yang sekarang Kepala Bareskrim Polri jika merasa dicemarkan, merasa tersinggung, baik pribadi maupun institusi," ucap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Permohonan maaf ini terkait penetapan Rusli Habibie sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik terhadap Komjen Pol. Drs. Budi Waseso sewaktu Komjen Pol. Budi Waseso menjadi Kepala Polda Gorontalo.

Dia juga lalu memasang iklan di media lokal dengan maksud yang sama. Rusli Habibie juga menjelaskan jika dia tidak berniat buruk kepada Buwas.

Rusli Habibie di Gorontalo, Rabu (18/3/2015), mengatakan, permohonan maaf akan disampaikan secara tertulis kepada Komjen Pol. Budi Waseso.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik Budi Waseso, mantan Kapolda Gorontalo, yang saat ini menjabat Kabareskrim Polri.

Pasca penetapan sebagai tersangka oleh Polda setempat, Rusli Habibie pun buka suara. Ia membantah meminta Komjen Pol. Drs. Budi Waseso diganti sebagai Kapolda Gorontalo pada 2013 lalu, sebagaimana tudingan yang menjadi inti kasus dugaan pencemaran nama baik.

Malah Rusli Habibie menegaskan, justru dirinya meminta agar Komjen Pol. Drs. Budi Waseso dipertahankan sebagai Kapolda Gorontalo.

Di hadapan wartawan saat menggelar konferensi pers di ruang VIP Bandara Djalaludin Gorontalo, Jumat (20/2/2015), Rusli Habibie mengaku, surat yang dikirim ke Menteri Koordinator bidang Politik dan Hukum-HAM (MenkoPolhukam) pada 2013 lalu didasarkan pada arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat itu. Sebab Gubernur bertanggungjawab atas keamanan wilayah masing-masing.

“Tak ada satupun kalimat yang meminta Budi Waseso diganti, karena surat tersebut sudah sesuai prosedur,” tegas Rusli Habibie.

“Kasus ini sudah lama. Persoalannya pada 2013 saat akan Pilwako digelar. Kurang harmonis antara pemerintah daerah dengan Muspida sehingga kami putuskan untuk menyampaikan surat ke pemerintah pusat,” sambung Rusli Habibie.

Rusli Habibie mengatakan, sebagai Gubernur dirinya bertanggung jawab atas keamanan wilayah. Pihaknya menginginkan agar setiap unsur pimpinan bersatu dan kompak terlebih dalam menyikapi penanganan gangguan keamanan saat Pilwako. Surat itu pun diakuinya sudah melalui tahapan dan prosedur yang berlaku.

“Seperti arahan Mendagri, kita membuat surat agar saya sebagai Gubernur yang bertanggung jawab keamanan wilayah menyurat ke Menkopolhukam. Itu kami lakukan sudah sesuai tahapan dan prosesdur," tambahnya.

Lalu kenapa isi surat dikatakan pencamaran nama baik? “Saya sendiri tidak tahu" Saya menulis surat itu atas nama Gubernur bukan atas nama Rusli Habibie pribadi. Inti dari surat itu, saya menginginkan keharmonisan dan sinergitas agar pemerintah daerah berjalan mulus,” terangnya.

Ada yang mengatakan jika inti dari isi surat tersebut meminta Komjen Pol. Budi Waseso diganti dari jabatannya sebagai Kapolda Gorontalo saat itu?

“Tidak ada sama sekali. Bisa dibaca suratnya. Tak pernah saya meminta meminta beliau diganti atau digeser dari Gorontalo. Justru saya mempertahankan, secara lisan saya sampaikan kepada Pak Timur Pradopo (Kapolri saat itu). Kami masih butuh Pak Budi karena ketegasannya untuk memberantas illegal logging, korupsi, Narkoba termasuk waktu itu penimbunan BBM,” imbuhnya.

Terkait proses hukum yang akan ditempuh, Rusli Habibie mengaku siap menghadapi dan menjalani proses hukum yang tengah bergulir. Rusli Habibie menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib.

“Langkah hukum saya, ya menghadapi semua ini. Sebagai Warga Negara Indonesia yang baik saya taat pada hukum dan mengikuti aturan yang ada. Semuanya nanti akan kita buktikan di pengadilan,” tandasnya.

Berkas kasus dugaan pencemaran nama baik ini, menurut Kepala Polisi Daerah (Polda) Gorontalo, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Andjaya, telah dilimpahkan polisi ke Kejaksaan Tinggi Gorontalo, pekan lalu. Penyidikan berlangsung setahun lebih sejak Komjen Pol. Budi Waseso dipindahtugaskan dari Gorontalo. (jos/jpnn/kom)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.081 Since: 05.03.13 | 0.1215 sec