Hukum

Kejagung Tangkap Pengacara Razman Arif Nasution

Wednesday, 18 Maret 2015 | View : 810

JAKARTA-SBN.

Pengacara Abraham "Lulung" Lunggana dan anggota DPRD DKI Jakarta, Razman Arif Nasution ditangkap Kejaksaan Negeri Panyabungan Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Advokat Razman Arif Nasution, akhirnya telah dieksekusi oleh tim dari Kejaksaan Negeri Panyabungan, Mandailing Natal yang bekerja sama dengan tim intelijen (intel) Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Rabu (18/3/2015). Razman Arif Nasution memang berstatus terpidana kasus tindak pidana ringan yaitu penganiayaan.

"Tim Jaksa intel Kejagung dan Kejari P‎anyabungan telah menangkap Razman Arif Nasution dan dieksekusi ke LP Cipinang," ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony Tribagus Spontana di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2015).

"Yang bersangkutan ditangkap sore ini. Penahanan akan dilakukan selama tiga bulan sesuai putusan kasasi yang telah berkekuatan hukum tetap," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony Tribagus Spontana di Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Razman Arif Nasution sebelumnya menjadi pengacara Komjen Pol. Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. (BG). Razman Arif Nasution kini menjadi penasihat hukum DPRD DKI melawan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal dugaan korupsi pengadaan UPS. Selain itu, Razman Arif Nasution juga menjadi pengacara Sutan Bhatoegana untuk permohonan praperadilan melawan KPK.

Pengacara Abraham "Lulung" Lunggana dan kawan-kawan tersebut, Razman Arif Nasution, sempat menolak ketika akan ditangkap Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Razman Arif Nasution yang pernah menjadi mantan pengacara Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D., ditangkap di Jalan Djuanda, Jakarta Pusat, sekitar pukul 15.30 WIB tadi, hari ini, Rabu (18/3/2015). Razman Arif Nasution ditangkap sekitar pukul 15.30 WIB di sekitar kantor Mahkamah Agung (MA)‎.

Razman Arif Nasution beberapa kali melawan bahwa dia tidak bisa dieksekusi. Namun akhirnya, Razman Arif Nasution berhasil digelandang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung segera mengeksekusi pengacara Komjen Pol Budi Gunawan (BG), Razman Arif Nasution yang menjadi terpidana kasus penganiayaan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) pada tahun 2006 silam. Kejagung tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk mengeksekusi Razman Arif Nasution.

Jaksa Agung H.M. Prasetyo memberikan sinyal terkait persiapan eksekusi pengacara Razman Arif Nasution yang berstatus terpidana. Jaksa Agung H.M. Prasetyo mengatakan akan melakukan persiapan eksekusi terhadap Razman Arif Nasution. Dia berjanji akan menyelesaikan persoalan ini. "Di situlah makanya, kita sedang lakukan. Perlu persiapan-persiapan untuk itu (eksekusi Razman). Semuanya akan kita selesaikan‎," kata Jaksa Agung H.M. Prasetyo di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jl. Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2015). Namun, Jaksa Agung H.M. Prasetyo enggan membeberkan persiapan apa yang dimaksudnya. H.M. Prasetyo meminta menunggu persiapan yang dilakukan untuk mengeksekusi Razman Arif Nasution. "Ya sudah, makanya kita juga sedang lakukan," singkatnya.

Asisten Intel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Nanang Sigit mengatakan, Razman Arif Nasution sempat menolak ditangkap sehingga pihak Kejaksaan pun mengejarnya di Jalan Djuanda, Jakarta Pusat.

"Kami sempat kejar-kejaran di Jalan Djuanda. (Razman) Sempat lari dari mobil, enggak mau ditangkap. Tetapi, akhirnya kami pepet, kami suruh keluar," beber Asisten Intel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Nanang Sigit, di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2015).

Jaksa Nanang Sigit mengungkapkan, aksi kejar-kejaran itu antara mobil yang ditumpangi tim eksekutor dan mobil Razman Arif Nasution. Saat itu Razman Arif Nasution bersama beberapa anggota keluarganya. "Ada tiga atau empat orang anggota keluarga," terang Jaksa Nanang Sigit.

Saat ini, Razman Arif Nasution telah dibawa ke Rutan Cipinang di Jakarta Timur. Kini Razman Arif Nasution sudah dijebloskan ke Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Advokat Razman Arif Nasution ditangkap terkait kasus penganiayaan terhadap keponakannya sendiri, Nurkholis Siregar.

Asisten Intel Kejati Sumatera Utara Nanang Sigit mengatakan, Razman Arif Nasution ditangkap terkait kasus penganiayaan terhadap keponakannya, Nurkholis Siregar. Kasus ini terjadi pada tahun 2006.

Razman Arif Nasution sudah divonis di Pengadilan Negeri Sumatera Utara pada tahun 2010. Pengacara Razman Arif Nasution menjadi terpidana setelah Pengadilan Negeri (PN) Padang Sidempuan di Provinsi Sumatera Utara, memvonis Razman Arif Nasution 3 bulan kurungan penjara dan denda Rp 500 ribu pada Maret 2006. Razman Arif Nasution sendiri‎ telah diputus pidana penjara selama 3 bulan oleh Pengadilan Tinggi Medan pada 2009 terkait hukuman atas tindak pidana ringan yaitu penganiayaan. Pengadilan menyatakan Razman Arif Nasution yang saat itu menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Madina, Sumatera Utara, secara sah dan meyakinkan melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap Nurkholis Siregar.

Tak terima atas vonis tersebut, pria yang sempat menjadi penasihat hukum Komjen Pol Budi Gunawan (BG) saat melakukan upaya hukum praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pun menempuh upaya banding ke Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Pada 11 Oktober 2009, Pengadilan Tinggi Sumatera Utara menolak banding Razman Arif Nasution dan Majelis menguatkan putusan Pengadilan Negeri Padang Sidempuan.

Kemudian, belum sempat menerima putusan terhadapnya, Razman Arif Nasution kembali upaya banding hukum ke Mahkamah Agung (MA) dengan mengajukan Kasasi. Pada 19 Januari 2010, Mahkamah Agung (MA) pun menolak pemohonan Razman Arif Nasution melalui putusan MA Nomor 1260 K/Pid/2009.

Sementara eksekusi Razman Arif Nasution merupakan putusan dari Mahkamah Agung (MA). "Jadi, eksekusi ini melaksanakan putusan MA, menyatakan terpidana Razman Arif Nasution terbukti melakukan penganiayaan," kata Jaksa Nanang Sigit, di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2015) sore.

Setelah putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht), hingga kini Jaksa eksekutor akhirnya menjebloskan Razman Arif Nasution ke tahanan atas perbuatannya.

Advokat Razman Arif Nasution beralasan menolak eksekusi Kejaksaan. Razman Arif Nasution berkilah apabila dalam amar putusan MA tersebut tidak ada perintah untuk melakukan penahanan terhadap dirinya. "Dia merasa putusannya tidak mengandung eksekutorial," jawab Jaksa Nanang Sigit.

Razman Arif Nasution, penasihat hukum Komjen Pol. Budi Gunawan (BG) dan Tim Angket DPRD DKI Jakarta yang melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu pun menolak. "Kalian harus tahu, saya advokat yang termasuk penegak hukum juga. Yang harus kalian pikirkan juga, kalau saya tak bisa dieksekusi!" tukas advokat Razman Arif Nasution dikonfirmasi awak media, Jumat (13/3/2015).

Dikatakan Razman Arif Nasution, jika memang pihak kejaksaan ingin mengeksekusi dirinya, maka harus mengirim surat ke penasihat hukumnya, Eggi Sudjana.

Kemudian, Razman Arif Nasution juga menganggap pernyataan Jaksa Agung masih biasa dan bukan maksud ke level eksekusi. Razman Arif Nasution menyatakan vonis kurungan tiga bulan penjara terkait kasus penganiayaan yang disangkakan kepadanya sudah tak berlaku. Hal ini mengacu Pasal 197 ayat (1) Huruf K dan Pasal 197 ayat (2) yang terdapat di KUHAP. Menurut Razman Arif Nasution, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai Pasal 197 ayat (1) Huruf K dan Pasal 197 ayat (2) KUHAP tak berlaku surut atau retroaktif.

Mahkamah Konstitusi memutuskan putusan pengadilan yang tidak mencantumkan perintah supaya terdakwa ditahan atau tetap dalam tahanan atau dibebaskan yang tercantum dalam Pasal 197 ayat (1) Huruf K tidak menyebabkan putusan itu batal demi hukum.

Menanggapi hal ini, Tony Tribagus Spontana mengatakan pihaknya hanya menjalankan perintah sesuai putusan pengadilan yang menjatuhkan vonis. "Kami tidak berhak memberikan penilaian. Jika yang bersangkutan merasa tidak menerima, bisa dilakukan upaya hukum seperti Peninjauan Kembali (PK)," terang Tony Tribagus Spontana.

"Kalau tidak ada pernyataan atau surat Jaksa Agung soal perintah tahan, tetap dalam tahanan putusan itu batal demi hukum. Catat itu. Jadi, jangan ngadu domba saya sama Kejaksaan Agung," sebut Razman Arif Nasution.

Lanjut Razman Arif Nasution, dirinya coba mengingatkan kalau kasusnya terkait penganiayaan terhadap Nurkholis Siregar sudah selesai dan tak perlu dipersoalkan.

"Dia itu kemenakan saya. Sudah tiga kali berdamai. Itu jelas dan sudah adil. Jadi, jangan dilebih-lebihkan," sebutnya.

Namun putusan MA itu menguatkan putusan sebelumnya yaitu pidana penjara 3 bulan. Putusan baru sampai ke Kejari Payabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada tahun 2012. "Jadi, ditahan tiga bulan di sini," jelas Jaksa Nanang Sigit.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Soenirman mengomentari soal penangkapan pengacara DPRD DKI, Razman Arif Nasution.

Menurut Prabowo Soenirman, hal tersebut merupakan proses hukum yang harus dijalani oleh Razman Arif Nasution. "Itu kan proses hukum, jadi enggak ada masalah ya," terang Prabowo Soenirman di Gedung DPRD DKI, Rabu (18/3/2015).

Prabowo Soenirman berpendapat, Razman Arif Nasution memang harus menjalani proses hukum tersebut.

Berkaitan dengan laporan anggota Dewan ke Bareskrim yang ditangani advokat Razman Arif Nasution, kata Prabowo Soenirman, masih bisa berlanjut. Hal ini karena pengacara yang disewa oleh anggota Dewan bukan hanya Razman Arif Nasution seorang. "Kan ada tim. Kan kantor pengacaranya yang kita pegang, bukan Razmannya. Kita tidak kepada Razman pribadi, tapi kepada kantor lawyer-nya," urai politikus anak buah Prabowo Subianto ini, Prabowo Soenirman.

Politikus Partai Gerindra, Prabowo Soenirman mengakui, ketika menggunakan jasa Razman Arif Nasution, dia dan anggota Dewan lainnya sudah mengetahui rumor bahwa pengacara itu tersangkut kasus hukum. "Sebelum menunjuk, kita juga denger dia mau dieksekusi. Pembelaan dia, secara yuridis tidak bisa ditahan," ujar Prabowo Soenirman tanpa menjelaskan lebih lanjut tentang pembelaan Razman Arif Nasution tersebut. (kom/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.506 Since: 05.03.13 | 0.1111 sec