Hukum

KPK Sita 100 Sertifikat Tanah, Uang Rp 270 Miliar, USD 500 Ribu

Saturday, 14 Maret 2015 | View : 1780

BANGKALAN-SBN.

Penyidik lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan penyitaan sejumlah aset dan lahan milik tersangka kasus korupsi minyak dan gas serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), R.K.H. Fuad Amin Imron.

Harta milik eks Bupati Bangkalan, R.K.H. Fuad Amin Imron rupanya tak juga habis meski sudah banyak yang disita KPK.

Hingga saat ini, KPK telah menyita seluruh harta benda milik tersangka mantan Bupati Bangkalan 2 periode dan Ketua DPRD Bangkalan nonaktif, R.K.H. Fuad Amin Imron. Hingga kini, sudah puluhan aset Fuad Amin Imron berupa properti dan kendaraan yang telah disita.

Ada juga uang tunai bernilai ratusan miliar yang telah disita. Lembaga rasuah itu telah menyita setidaknya uang ratusan miliar.

Tidak hanya itu, KPK juga menyita sejumlah mobil mewah hingga 100 sertifikat tanah atas nama Ketua DPRD Bangkalan nonaktif Fuad Amin Imron. Seluruh lahan dan bangunan juga disita.

Seluruh aset milik tersangka korupsi KPK tersebut tersebar di sejumlah kota di Indonesia. Tak hanya di tanah kelahirannya di Bangkalan, tapi aset itu juga tersebar di Surabaya, Bali, Yogyakarta, dan Jakarta.

Hingga saat ini, nilai aset Fuad Amin Imron yang telah disita diperkirakan tak kurang dari Rp 150 miliar. KPK pun menduga masih ada aset lain milik Fuad yang masih tercecer di berbagai daerah.

"Uangnya sih sekitar Rp 270 miliar. Itu di luar 500 ribu US Dollar yang disita saat penangkapan," kata salah satu penyidik KPK saat menyita lahan milik Fuad Amin Imron di Bangkalan, Jumat (13/3/2015).

Bahkan jika dikalkulasikan, total lembaran uang Fuad Amin Imron yang disita KPK hampir Rp 1 triliun.

Pada penyitaan Jumat (13/3/2015) pagi, KPK menyita tujuh bidang tanah yang berada di Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Kali ini ada 7 bidang tanah yang terletak di Jalan Halim Perdana Kusuma Bangkalan dan di dekat Pasar Tradisional Ki Lemah Duwur Bangkalan. "Hari ini kita menyita tujuh bidang tanah terkait kasus TPPU dengan tersangka Fuad Amin," terang seorang penyidik KPK, kepada wartawan saat dikonfirmasi di sela-sela pemasangan plang penyitaan.

"Tujuh bidang tanah ini disita karena dibeli ketika Fuad Amin menjadi Bupati Bangkalan. Nanti jika dalam persidangan tidak terbukti sebagai TPPU, maka akan dikembalikan," papar penyidik KPK tersebut.

Namun, sambung penyidik KPK itu, kalau terbukti menyangkut TPPU, aset tersebut akan dilelang. Untuk sementara penyitaan terhadap aset milik R.K.H. Fuad Amin Imron oleh penyidik KPK berhenti dan menunggu perkembangan.

"Kita tunggu perkembangan selanjutnya, apakah nanti ada penyitaan lagi atau tidak," pungkas penyidik KPK tersebut.

Enam bidang tanah di antaranya terletak tepat di sebelah Pasar Ki Lemah Duwur, Bangkalan. Selama ini, tanah yang belum diketahui luasnya tersebut, dimanfaatkan sebagai areal persawahan. Pada enam bidang tanah tersebut, KPK memasang tiga plang penyitaan. Penyidik KPK tersebut menjelaskan, enam bidang tanah yang disita atas nama PD Sumber Daya. Sedangkan satu bidang tanah lagi seluas 2 hektare yang berada depan Banplaz atas nama Siti Masnuri Fuad, istri Fuad Amin Imron.

Satu bidang tanah lainnya berjarak sekitar 100 meter dari keenam tanah sebelumnya. KPK menyita tanah yang diperkirakan luasnya 2 hektare persegi tersebut. KPK juga memasang tiga plang penyitaan.

"Ada enam plang penyitaan yang kami siapkan untuk penyitaan hari ini," beber salah satu anggota KPK yang memimpin penyitaan hari ini dan tak berkenan disebutkan namanya, Jumat (13/3/2015).

Penyitaan aset berupa tanah, Jumat (13/3/2015) itu disaksikan Camat Kota Bangkalan, Salman. Saat dimintai konfirmasi wartawan, Salman mengaku tidak tahu menahu riwayat setiap tanah yang disita itu. Salman hanya mengaku jika dirinya diminta KPK menjadi saksi penyitaan.

Penyitaan aset mantan orang kuat di Bangkalan itu, ditandai dengan penancapan papan yang bertuliskan disita KPK. Setelah penyitaan hari ini, kami masih akan menyita 3 aset tanah lagi. Sebab dari 100 berkas, ada sekitar 80 bidang tanah milik Fuad Amin Imron.

"Penyitaan aset Fuad Amin akan di percepat, sebab akhir bulan Maret berkas mantan Bupati Bangkalan itu akan dilimpahkan ke pengadilan," ungkap seorang penyidik KPK, Jumat (13/3/2015).

Menurut penyidik, seluruh tanah yang disita KPK di Bangkalan adalah tanah yang dibeli Fuad Amin Imron selama menjabat Bupati Bangkalan dalam dua periode antara tahun 2003 hingga 2013.

Ini merupakan penyitaan kesekian kalinya yang dilakukan KPK terhadap harta-harta mantan Bupati Bangkalan tersebut.

Sehari sebelumnya, tim KPK menyita sebuah rumah milik Fuad Amin Imron di kota Yogyakarta.

Kamis (12/3/2015), KPK kembali menyita sebagian harta Fuad Amin Imron berupa satu unit rumah mewah di Yogyakarta.

"Terkait penyidikan dugaan TPPU atas nama FAI, penyidik hari ini melakukan penyitaan dan pemasangan pelang terhadap aset tersangka FAI, yaitu, 1 unit rumah beralamat di Perum Casa Grande, Sleman, Yogya. Rumah tersebut atas nama IA (anak dari FAI)," kata Kabag Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, Kamis (12/3/2015).

Perumahan Casa Grande merupakan salah satu kawasan perumahan elite di Yogya. Arsa menjelaskan, rumah itu disita langsung dari anak Fuad Amin Imron.

"Penyitaan dilakukan dari pemilik rumah," jelas Priharsa Nugraha.

Untuk menghilangkan jejak, tanah-tanah tersebut bukan diatasnamakan Fuad Amin Imron. Tapi atas nama sejumlah orang dekatnya. Seperti nama Siti Masnuri, istri muda Fuad Amin Imron, adik dan koleganya. Seluruh aset Fuad Amin Imron yang disita itu diduga terkait dengan pencucian uang.

R.K.H. Fuad Amin Imron juga diduga melakukan pencucian uang hasil korupsinya. R.K.H. Fuad Amin Imron dijerat Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 15 tahun 2002 yang diubah dengan UU Nomor 25 tahun 2003 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sebelumnya, mantan Bupati Bangkalan dua periode itu telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus suap jual beli gas alam. Fuad Amin Imron diduga menerima suap terkait jual beli gas alam di Bangkalan, Jawa Timur. Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan ajudan Fuad Amin Imron bernama Rauf, dan Direktur PT. Media Karya Sentosa Antonio Bambang Djatmiko sebagai tersangka.

R.K.H. Fuad Amin Imron yang mantan Bupati Bangkalan 2 periode dan kini Ketua (non aktif) DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron ditangkap KPK di rumahnya di Kampung Sak-sak, Kelurahan Kraton pada 2 Desember 2014 lalu. Fuad Amin Imron ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) usai menerima suap suplai gas dari PT. Media Karya Sentosa. Uang suap dari PT. Media Karya Sentosa (MKS) ini terjadi sejak 2003 hingga 2013. Ironisnya, Fuad Amin Imron masih meminta jatah suap meski pensiun dari jabatan Bupati. Setiap bulan, PT. Media Karya Sentosa (MKS) menyetor sekitar Rp 750 juta untuk Fuad Amin Imron. (met/tri/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.501.635 Since: 05.03.13 | 0.11 sec