Hukum

Diduga Sebar Video Porno, Wakil Bupati Bogor Dicecar 35 Pertanyaan

BANDUNG-SBN.

Kemarin, Rabu (5/6/2013), setelah mangkir dua kali, Wakil Bupati Bogor, Karyawan Faturahman alias Karfat dengan mengenakan batik warna dasar putih dan celana panjang warna gelap, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Jabar di Ditreskrimum Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung. “Wakil Bupati Bogor baru pertama kali memenuhi panggilan Polda Jabar setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Mei 2013 lalu,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Martinus Sitompul di Bandung, Rabu sore (5/6/2013).

Karyawan tiba di markas Polda dengan menumpang Mitsubishi Pajero warna merah bernomor Pol. F 915 PN sekitar pukul 13.30 WIB. Karyawan didampingi Saeful dari tim pengacara Yusril Ihza Mahendra untuk diperiksa di ruang penyidik Ajun Komisaris Besar Asril Alius, Kepala Sub Direktorat IV Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar. Sebagai tersangka terkait penyebaran video porno, Karyawan diinterogasi dan diberondong 35 pertanyaan seputar kasus video mesum yang dibintangi pria mirip dengan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Rudy Harsa Tanaya (RHT).

Martinus Sitompul menjelaskan pertanyaan yang diajukan, disodorkan, dan dilayangkan penyidik masih mendasar. “Materi pemeriksaan seputar video porno. Karyawan menghadap penyidik dikawal empat kuasa hukumnya,” ujar Martinus Sitompul. “Tadi pertanyaan yang diajukan penyidik itu hanya sekitar atau seputar kronologi tentang bagaimana yang bersangkutan bisa menyebarkan video itu,” imbuhnya. Martinus Sitompul mengungkapkan bahwa Karyawan memenuhi undangan penyidik pukul 13.30 WIB dan baru selesai menjalani pemeriksaan pukul 16.00 WIB. “Video porno yang diotaki tersangka dibuat saat Karyawan sebagai Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Karfat di Bogor. Jadi tak ada kaitannya dengan jabatan Wakil Bupati. Jabatan itu hanya kebetulan,” tandasnya.

Karyawan dijerat dengan Pasal 29 UU No.44/2008 tentang Pornografi junto Pasal 55 ayat (1) KUH Pidana tentang seseorang turut serta yang melakukan atau menyuruh seseorang melakukan sesuatu perbuatan kejahatan. Apabila terbukti Karyawan menyebarkan video mesum tersebut, maka Karyawan terancam hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara.

Kasus video mesum mirip Wakil Ketua DPRD Jawa Barat dengan seorang mahasiswi di Bandung merebak serta mencuat tahun 2010 lalu dan sudah hampir dua tahun ditangani Polda Jabar sejak RHT yang tidak terima penyebaran video tersebut kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jabar. Selama dalam penyelidikan dan penyidikan Polda sudah memeriksa 10 saksi. Setelah dilakukan penyidikan, penyidik telah menangkap dan menetapkan dua tersangka, Indra dan Karyawan. Martinus menandaskan berkas tersangka lainnya, yakni pengurus DPC PDIP Kabupaten Bogor, Indra Lesmana yang sudah divonis Pengadilan Negeri (PN) Bandung dan kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung yang sebelumnya ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kebonwaru, Bandung sejak Januari 2013, telah dikenakan Pasal 29 UU No.44/2008 tentang perbuatan pornografi. “Baru Indra yang sudah dipenjara,” lanjut Martinus.

Karyawan diduga memiliki peran sebagai otak serta dalang perekaman secara tersembunyi dan penyebaran video mesum RHT. Karyawan diduga memerintahkan dan mengupah perempuan berinisial Lidya alias Linda (L) supaya bersedia melayani RHT di tempat tidur dan lalu merekam diam-diam adegan hubungan intim yang dilakukan bersama RHT yang kala itu Ketua PDIP Jawa Barat di salah satu hotel di Bandung. Dalam pemeriksaan L mengakui kepada polisi merekam adegan hot dengan Wakil Ketua DPRD Jabar RHT menggunakan HP nya dan dilakukan secara tersembunyi. Kemudian, L menyerahkan hasil rekaman video tersebut kepada Karyawan, yang saat itu menjabat pimpinan sebuah LSM di Bogor. Atas kerja kerasnya L mendapat imbalan puluhan juta rupiah, karena dianggap sukses menjebak RHT. Rencana ini berjalan mulus di sebuah hotel di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada Februari 2010 silam. Saat ini, L, sosok perempuan yang turut direkam dalam video porno berdurasi 10 menit tersebut masih berstatus sebagai saksi. Selanjutnya, Karyawan meminta Indra untuk memindahkan rekaman video berdurasi sekitar 10 menit itu ke komputer dan sejumlah keping VCD. Belakangan VCD rekaman itu tersebar di kalangan aktivis PDI Perjuangan dan bahkan diunggah ke internet. Video tersebut sengaja dikirim seseorang ke DPP PDIP disertai surat dari pengirimnya tertulis nama Juliana Putri Ningrum tertanggal 6 Desember 2010 dan surat tersebut tanpa tanda tangan yang ditujukan kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. (mer/mi/kj/jp/sp)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.997.100 Since: 05.03.13 | 0.293 sec