Internasional

Kekuatan Raksasa China Siap Gilas Myanmar

Monday, 16 Maret 2015 | View : 1401
Tags : China, Myanmar

BEIJING-SBN.

Tindakan Angkatan Udara Myanmar bikin berang Republik Rakyat China (RRC). Serangan Myanmar terhadap sebuah desa di Provinsi Yunan membuat China menyiagakan armada militernya. Bahkan, China mengancam tak akan segan menyerang negara tetangganya itu secara besar-besaran.

China yang merasa perbatasan dan penduduknya dilukai tak mau tinggal diam. Apalagi serangan itu telah menewaskan lima orang petani dan delapan warga lainnya luka-luka.

Berdasarkan situs pemerhati pertahanan dunia, globalfirepower.com menempatkan kekuatan militer China sebagai salah satu yang terbesar. China ada di peringkat ketiga dunia. Sedangkan peringkat pertama dan kedua ditempati Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

Tidak dapat dipungkiri, kekuatan militer Republik Rakyat China (RRC) semakin mengagumkan dan menggetarkan.

China dengan jumlah penduduk 1,355 miliar orang ini memiliki militer aktif sebanyak 2,33 juta personel. Angka itu belum termasuk personel cadangan yang mencapai 2,3 juta orang.

Presiden Xi Jinping telah mendorong untuk memperkuat kemampuan tempur sekitar 2,3 juta angkatan bersenjata China, dalam rangkak memproyeksikan kekuatan di perairan sengketa di kawasan Selatan dan Timur Laut Cina Selatan.

Sementara itu, tentara Myamar yang disebut Tatmadaw, dengan jumlah penduduknya yang mencapai 55,746 juta orang ini punya tentara aktif 492 ribu. Namun, negara ini tidak memiliki kekuatan cadangan melainkan pasukan paramiliter yang jumlahnya hanya 72 ribu orang saja.

Di darat, China memiliki banyak keunggulan.

Negeri Tirai Bambu ini telah berhasil menguji sistem pertahanan berupa senjata laser berkecepatan tinggi, untuk mengantisipasi serangan udara. Laser ini mampu menembak jatuh pesawat kecil dalam jarak radius 1,2 mil dalam waktu lima detik dari lokasi target. Senjata ini juga dirancang untuk menghancurkan objek berskala kecil di ketinggian 500 meter dan dengan kecepatan di bawah 50 meter per detik.

Seperti dilansir Reuters, Senin (3/11/2014), kantor berita resmi Xinhua seperti mengutip pernyataan oleh Akademi Teknik Fisika China, sistem laser ini merupakan salah satu sistem pertahanan yang diciptakan oleh Drone.co, sebagai pengembang. Pengembangan ini terjadi sebagai bentuk kesiapan militer negara tersebut.

Negeri Panda ini memiliki 9.150 unit tank yang tersebar di seluruh dataran China. Angka tersebut terbagi menjadi 7.950 unit Main Battle Tanks dan 1.200 unit tank ringan.

Sedangkan kendaraan tempur lapis baja yang dimiliki China mencapai 4.788 unit. Angka ini terdiri dari ranpur infantri sebanyak 1.490 unit dan ranpur angkut personel berjumlah 3.298 unit.

Jumlah artileri mencapai 6.246 unit, artileri mobile 1.710 unit dan sistem peluncur roket (MLRS) sebanyak 1.770 unit. Serta misil anti-udara yang mencapai 1.531 unit.

Bandingkan dengan Myanmar yang hanya memiliki 569 unit tank. Dari jumlah itu, banyak tank yang sudah tidak terpakai atau hanya bisa digunakan sebagai cadangan maupun latihan.

Untuk kendaraan tempur lapis baja, Myanmar memiliki 1.358 unit. Salah satu ranpur jenis terbaru yang dimiliki Myanmar adalah BTR-3U buatan Ukraina. Sejauh ini, mereka telah memiliki 522 unit dari 1.000 unit yang dipesan dari negara yang sedang mengalami konflik perang saudara itu.

Artileri mobil yang dimiliki Myanmar pun hanya mencapai 108 unit saja. Sedangkan artileri medan sebanyak 884 unit. Angka itu belum termasuk Sistem Peluncur Roket jenis MLRS yang mencapai 108 unit.

China sebagai salah satu negara adidaya memiliki jumlah pesawat tempur terbesar di antara negara-negara Asia lainnya. Secara total, negeri Tirai Bambu ini memiliki jumlah jet tempur sebanyak 2.860 unit.

Angka tersebut terdiri dari jet tempur sebanyak 2.377 unit. Jumlah itu terdiri dari Sukhoi Su-27 sebanyak 75 unit, Shenyang J-11 lebih dari 205 unit yang merupakan varian dari Su-27 namun buatan China.

Negara Tirai Bambu ini juga tengah memodernisasi Sukhoi dengan memesan Su-30MKK dan saat ini sudah memiliki 73 unit. Meski begitu, China juga mengembangkan purwarupa jet tempur yang sama dari Su-39MKK yang diberi nama Shenyang J-16 yang jumlahnya mencapai 24 unit dan diperkirakan akan terus bertambah.

Sedangkan jumlah heli tempur mencapai 196 unit. Termasuk heli angkut personel yang jumlahnya sebanyak 908 unit.

Itu belum termasuk sejumlah pesawat siluman yang masih dalam tahap pengembangan. Negeri Panda ini pun telah mengembangkan jet siluman dan telah membangun satu kapal induk. Bahkan, salah satunya Shenyang J-31 diklaim memiliki kemampuan setara dengan Lockheed Martin F-35 Lightning II. Kemampuan China memproduksi pesawat-pesawat tempur sendiri sebagai produsen pesawat Chengdu J-20 dan Shenyang J-31.CNN dalam laporannya mengatakan kedua jenis pesawat China ini bisa membuat produsen pesawat, misalnya, Lockheed Martin F-35, terlihat grogi membayangkan tantangan militer China beberapa dekade lagi.

Sedangkan, Myanmar sendiri hanya memiliki jumlah jet tempur sebanyak 291 unit saja. Di mana 46 unit di antaranya merupakan buatan China, yakni Chengdu F-7M Airguard, Nanchang A-5C, dan Shenyang J-6.

Heli tempur yang dimiliki hanya 9 unit, yakni heli jenis Mil Mi-35P buatan Uni Soviet.

Tak hanya darat dan udara, kekuatan laut China juga bak raksasa. Kekuatan tersebut tak lepas dari kepemilikan China atas sebuah kapal induk kelas Kuznetsov yang diberi nama Liaoning. Kapal buatan Uni Soviet ini mampu mengangkut 30-40 jet tempur dan mulai berdinas di AL China sejak 2012 lalu.

Di samping itu, China juga memiliki kapal tempur jenis frigat yang jumlahnya mencapai 47 unit, kapal jenis destroyer 25 unit, dan kapal jenis korvet 23 unit. Sedangkan kapal selam yang dimiliki China berjumlah 10 unit.

Sementara itu, kekuatan armada laut yang dimiliki Myanmar dalam catatan globalfirepower.com tak ada apa-apanya dibanding AL China.

Negara ini hanya memiliki 5 unit kapal jenis frigat, 3 unit korvet serta kapal penjaga pantai 33 unit.

Meski unggul dalam kekuatan, China juga unggul dalam anggaran pertahanan mereka. Tahun ini saja, China belanja pertahanan China berdasarkan catatan International Institute for Strategic Studies mencapai US$ 129,4 miliar.

Sedangkan menurut globalfirepower.com, belanja pertahanan China mencapai US$ 145 miliar. Besarnya anggaran tersebut menempatkan negara ini menjadi yang terbesar kedua setelah Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, anggaran pertahanan yang dimiliki Myanmar hanya sebesar US$ 2,4 miliar. Angka ini masih jauh di bawah Indonesia, di mana anggaran pertahanannya dalam APBN 2014 mencapai US$ 6,9 miliar atau setara dengan Rp 91,31 triliun. (globalfirepower/cnn/reuters/xinhua)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.957 Since: 05.03.13 | 0.1723 sec