Hukum

Pengacara Sutan Bhatoegana Perintahkan Saksi Tak Hadiri Pemeriksaan KPK

JAKARTA-SBN.

Penasihat hukum politikus Partai Demokrat (PD) Sutan Bhatoegana, Razman Arief Nasution memerintahkan mantan sopir pribadi Sutan Bhatoegana, Casmadi untuk tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (9/3/2015).

Casmadi dijadwalkan diperiksa sebagai saksi terkait kasus gratifikasi atau janji pada Kementerian Energi Sumber daya Mineral (ESDM) yang menjerat Sutan Bhatoegana.

Advokat Razman Arief Nasution mengakui telah memerintahkan Casmadi untuk tidak hadir dengan alasan Sutan Bhatoegana yang pernah menjadi Ketua Komisi VII DPR RI itu sedang mengajukan permohonan praperadilan.

Advokat Razman Arief Nasution berpijak pada proses praperadilan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. sebelumnya. Saat itu, proses penyidikan KPK terhadap Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) tersebut dihentikan sementara.

"Kami mengimbau agar sopir pribadi pak Sutan tidak hadir karena sekarang masih berproses praperadilan. Bahwa ketika pak BG (Budi Gunawan) dulu ada orang-orang yang dipanggil enggak hadir. Demi kesamaan semuanya, maka KPK harus cermat," kata pengacara Razman Arief Nasution di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/3/2015).

Pengacara Razman Arief Nasution membantah hal itu sebagai bentuk menghalangi proses hukum yang sedang dijalani Sutan Bhatoegana. Dengan dalih bertindak sebagai advokat yang dilindungi Undang-undang, Razman Arief Nasution menyatakan, demi kesamaan hak di depan hukum, KPK harus menghentikan sementara proses penyidikan Sutan Bhatoegana hingga putusan praperadilan.

"Kemenangan pak BG adalah kemenangan hukum bukan kemenangan institusi Polri. Jadi pak Sutan pun sama. kalo BG gak dipanggil maka Sutan jangan dipanggil. Kemudian dulu ketika ada orang-oprang yang dipanggil enggak hadir, ya ini juga. Artinya ada kesamaan di mata hukum, supaya KPK enggak di-judge rakyat seolah KPK enggak berani ke pak BG karena Polri. Bukan. BG sudah menekankan dia itu (memohon praperadilan) secara pribadi," jelas Razman Arief Nasution.

Advokat Razman Arief Nasution juga mengungkapkan kekecewaannya karena KPK belum mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Sutan Bhatoegana.

Penasihat hukum Razman Arief Nasution menyatakan, surat yang ditujukan kepada pimpinan KPK pada Kamis (5/3/2015) lalu itu baru sampai sekretaris Deputi Pencegahan.

"Saya menyampaikan rasa kekecewaan kami yang mendalam karena ternyata KPK enggak proaktif. Surat sampai hari ini baru ada di sekretaris penindakan. Mereka minta kami bersabar menunggu," ungkapnya.

Diberitakan, Sutan Bhatoegana ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi terkait dengan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2013 di Kementerian ESDM pada Rabu 14 Mei 2014 saat menjabat ketua Komisi VII DPR RI.

Politikus Partai Demokrat (PD) ini, Sutan Bhatoegana diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Pada 2 Februari lalu, politisi Partai Demokrat itu ditahan KPK di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba usai menjalani pemeriksaan selama hampir sembilan jam.

Setelah 10 bulan ditetapkan sebagai tersangka, dan sebulan ditahan di rutan, Sutan Bhatoegana melalui tim penasihat hukumnya Razman Arief Nasution memilih untuk bertarung di praperadilan. (sp)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.955 Since: 05.03.13 | 0.1902 sec