Hukum

Polisi Telah Periksa 21 Saksi

Monday, 09 Maret 2015 | View : 703

JAKARTA-SBN.

Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tancap gas dalam mengungkap kasus dugaan penyelewengan dana APBD Pemprov DKI 2014 untuk pengadaan perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) ke sejumlah sekolah.

Saat ini, kasusnya sudah masuk ke tahap penyidikan.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Martinus Sitompul, mengatakan penyelidikan kasus pengadaan UPS sudah ditingkatkan menjadi penyidikan.

"Sudah masuk penyidikan akhir pekan kemarin," terang mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Martinus Sitompul saat dihubungi awak media, Senin (9/3/2015).

Sementara itu, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Adjie Indra, menyampaikan penyidik menilai ada dugaan atau indikasi penyelewengan dana dalam pengadaan alat-alat UPS tersebut.

"Kami temukan adanya indikasi mark up dalam pelelangan UPS ini, sehingga merugikan negara," ungkap mantan Kapolres Bandung Timur, Kombes Pol. Martinus Sitompul.

Dikabarkan sebelumnya penyidik telah memeriksa sebanyak 15 orang saksi terkait kasus pengadaan UPS untuk sejumlah sekolah di DKI Jakarta, termasuk 10 saksi pihak sekolah yang menerima UPS.

Kemudian mantan Kasi Sarpras Sudin Dikmen Jakarta Barat, Alex Usman dan Kasudin Dikmen Jakarta Pusat, Zaenal Soleman, keduanya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sementara itu, tiga orang saksi lainnya adalah pihak Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP).

Rencananya, penyidik kembali akan memeriksa sejumlah saksi dari pihak sekolah dan pemenang tender pengadaan UPS, hari ini Senin (9/3/2015).

Penyidik terus memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan penyelewengan dana APBD Pemprov DKI Jakarta Tahun 2014 untuk pengadaan perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) ke sejumlah sekolah.

Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Martinus Sitompul mengatakan, beberapa hari ini penyidik sudah memeriksa sekitar 21 saksi dalam kasus itu. Setelah memeriksa saksi-saksi, selanjutnya penyidik akan menentukan tersangka.

Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana APBD Pemprov DKI Jakarta Tahun 2014 untuk pengadaan perangkat uninterruptible power supply (UPS) ke sejumlah sekolah.

"Belum ada tersangka. Kami masih melakukan upaya pengumpulan alat bukti, memeriksa saksi-saksi. Kami juga sudah melakukan pemeriksaan dalam tingkat penyidikan, mulai Jumat (6/3/2015) lalu, kami tingkatkan jadi penyidikan," beber Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Martinus Sitompul, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 55, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2015).

Dikatakan Kombes Pol. Martinus Sitompul, penyidik meningkatkan status menjadi penyidikan setelah melakukan gelar perkara.

"Karena, patut diduga terjadi penyimpangan, penyalahgunaan wewenang, terjadi kerugian negara, dan memperoleh keuntungan untuk dirinya sendiri," ungkap mantan Kabag Operasi Polwiltabes Bandung.

Menyoal berapa jumlah kerugian negara, Kombes Pol. Martinus Sitompul belum bisa memberitahukan karena masih dalam penghitungan.

"Nanti, kerugiannya akan kami hitung berdasarkan audit. Kami akan minta ke BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), kami juga akan periksa saksi ahli," tandas mantan Kapolres Bandung Timur.

"Kita akan menentukan siapa saja yang bertanggungjawab. Kita jadikan tersangka setelah pemeriksaan saksi-saksi," beber mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Martinus Sitompul, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 55, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2015).

Dikatakan Kombes Pol. Martinus Sitompul, penyidik masih akan memeriksa sejumlah saksi, 49 pihak sekolah dan 49 pihak pemenang tender, termasuk pejabat pembuat komitmen dalam beberapa waktu ke depan.

"Ke depan, pemenang tender juga diperiksa sebagai saksi dan dikaji analisis keterangan mereka apakah ada penyimpangan kerugian negara dalam proses pengadaan, sehingga patut diduga terjadinya tindak korupsi," urai mantan Kapolres Bandung Timur.

"Kami akan mulai dari bawah. Proses tersebut siapa saja yang bertanggungjawab sampai yang memberi putusan tanggungjawab ini," dia menambahkan.

Sebelum menentukan tersangka, menurut mantan Kabag Operasi Polwiltabes Bandung, penyidik akan melihat bagaimana mekanisme pembuatan dan pengadaan UPS itu.

"Mulai dari kerangka acuan kerja, karena inikan APBD perubahan. Bagaimana mekanisme menentukan peralihan anggaran itu, sampai turunnya anggaran biaya tambahan, lanjut ke mekanisme lelang, proses lelang, pemenang lelang, sampai kepada barang itu ada di sekolah," kata mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Martinus Sitompul.

Mantan Kapolres Bandung Timur, Kombes Pol. Martinus Sitompul menambahkan, sejauh ini penyidik telah melihat adanya indikasi penyalahgunaan wewenang sehingga menimbulkan kerugian negara. "Sebagaimana yang diatur Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan diubah sebagaimana dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001," pungkas mantan Kabag Operasi Polwiltabes Bandung, Kombes Pol. Martinus Sitompul. (sp/jos)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.591.746 Since: 05.03.13 | 0.1358 sec