Olah Raga

Indonesia Ke Putaran Kedua Piala Davis

Saturday, 07 Maret 2015 | View : 758

PALEMBANG-SBN.

Petenis Christopher Rungkat dan Sunu Wahyu Triaji dipilih tim pelatih Piala Davis Indonesia turun pada nomor tunggal pada putaran pertama grup II Zona Asia Oceania menghadapi Iran, Jumat (6/3/2015).

Christopher Rungkat yang menjadi tunggal pertama akan menghadapi S. Khaledan, sedangkan Sunu Wahyu Triaji yang jadi tunggal kedua berduel dengan Anoosha Shahgholi. Jadwal pertandingan tersebut diperoleh berdasarkan hasil undian oleh panitia pada Kamis (5/3/2015).

Pelatih tenis Indonesia Roy Therik menyampaikan pemilihan atlet yang turun pada nomor tunggal ini merupakan bagian dari strategi. Tim pelatih memilih atlet yang memiliki kesiapan fisik dan mental prima untuk menekan lawan sejak awal kompetisi.

"Cristo merupakan peringkat 582 dunia, sedangkan Sunu telah berpengalaman melawan Iran. Ini yang menjadi salah satu dasar, bukan yang lainnya tidak baik. Karena pada prinsipnya petenis di bawah Cristo relatif memiliki kemampuan sepadan," ungkap Roy Therik.

Tim pelatih berencana memasangkan Christopher Rungkat dengan David Agung Susanto menghadapi pasangan Iran, Amirvala Mandachi dan Anoosha Shahgholi pada nomor ganda Putra. Sedangkan di hari ketiga, Minggu (8/3/2015), Christopher Rungkat dipercaya kembali di nomor tunggal menghadapi Anoosha Shahgholi, sedangkan Sunu Wahyu Triaji melawan S. Khaledan.

Pada pertandingan hari kedua Piala Davis akan dilanjutkan Sabtu (7/3/2015) untuk nomor ganda putra yang mempertemukan pasangan ganda Indonesia Christopher Rungkat dan David Agung Susanto (1682 ATP) berhadapan dengan pasangan Iran, Amirvala Madanchi Mandachi dan Anoosha Shahgholi.

Komposisi pemain ini boleh diganti dua jam sebelum pertandingan dimulai.

Tim Piala Davis Indonesia akhirnya memastikan diri lolos ke putaran kedua Grup II Asia Oceania dan meraih tiket putaran kedua Piala Davis Grup II Zona Asia Oceania setelah pada pertandingan ketiga putaran pertama, memetik kemenangan melalui nomor ganda Christopher Rungkat/David Agung Susanto menaklukan pasangan Iran, Amirvala Madanchi/Anoosha Shahgholi.

Pasangan Indonesia Christopher Rungkat/David Agung Susanto yang menjadi penentu kemenangan berhasil menundukkan wakil Iran Amirvala Madanchi/Anoosha Shahgholi dengan skor telak 3-0 yakni 6-0, 6-4, 6-1 di Stadion Tenis Bukti Asam, Palembang, Sabtu (7/3/2015).

Hasil tersebut memastikan Indonesia unggul 3-0 atas Iran.

Kemenangan ini sekaligus menyempurnakan dua kemenangan terdahulu yang dikoleksi tunggal pertama Christopher Rungkat dan Sunu Wahyu Trijati.

Pelatih Indonesia Roy Therik mengatakan kemenangan beruntung dalam tiga nomor ini merupakan bukti komitmen yang tinggi dari petenis dalam mengangkat prestasi bangsa.

"Piala Davis adalah suatu ajang yang tidak mudah, dan semua anggota tim saling bahu-membahu untuk memetik kemenangan. Seperti Sunu yang sempat diragukan tapi bisa membutkikan diri. Saya melihat, kemenangan ini bukan sekadar kemenagan di lapangan tapi suatu kemenangan yang diraih berkat adanya rasa kebersamaan yang tinggi," urai Roy Therik.

Pada set pertama, pertandingan Christo/David Agung Susanto bisa dikatakan kurang menarik karena tim lawan tidak memberikan perlawanan berarti lantaran belum menemukan tempo permainan yang cocok untuk lapangan keras.

Serangan yang dibangun Amirvala Madanchi/Shahgholi relatif mudah dipatahkan pasangan Indonesia hanya dengan satu atau dua kali pukulan. Christo/David Agung Susanto demikian memahami bahwa kelemahan berada di Amirvala Madanchi sebagai pemain muda dan belum berpengalaman. Set pertama pun berhasil dimenangkan dengan skor 6-0.

Namun, pada set kedua, arah angin berbalik ke arah sisi lawannya, Iran, yang menguntungkan Indonesia.

Perebutan angka justru terjadi pada game pertama set kedua karena sempat terjadi lima kali duece. Amirvala Madanchi, yang awalnya menjadi bulan-bulanan pasangan Indonesia, mulai menemukan keberanian mengajak duel di depan net. Namun, pada duece kelima ketika advantage berada di Indonesia, serve keras David berhasil menutup game setelah Anoosha Shahgholi gagal menjangkau bola.

Pada game berikutnya, pasangan Iran kembali tertantang untuk membalikkan keadaan sehingga sempat menyamakan kedudukan menjadi 4-4, namun berkat kematangan dalam mengeksekusi bola membuat set kedua menjadi milik Christo/David Agung Susanto yang ditutup dengan skor 6-0.

Memasuki set ketiga, pasangan Indonesia semakin garang untuk menutup pertandingan dengan kemenangan, sementara situasi berbeda justru terjadi pada Iran yang cenderung sudah melepas pertandingan ini.

Pada game ini, hanya dengan sekali forehand dan backhand, David Agung Susanto sudah dapat mematikan bola. Ketika pukulan loop diberikan pasangan Iran, David Agung Susanto langsung men-chop-nya. Sementara, Christo fokus mengendalikan permainan dengan sesekali memberikan pukulan block dan slice, disela-sela serve yang kuat dan bertenaganya.

Pada set ketiga ini, game per game berlalu dengan cepat dan akhirnya David Agung Susanto menyudahi permainan Iran dengan serve kerasnya pada akhir pertandingan yang tidak dapat dijangkau Anoosha Shahgholi. Set ketiga ini akhirnya ditutup dengan kemenangan Indonesia 6-0. Pertandingan nomor ganda ini berakhir karena sistem yang diterapkan best of five dimana petenis harus memenangkan tiga set.

Christopher Rungkat mengatakan sejak awal sudah menyangka bakal ada perlawanan sengit di set kedua karena telah menduga bakal memenangkan set pertama.

"Saya yakin menang di set pertama karena lawan pastinya perlu waktu untuk solid, berbeda dengan kami. Namun, harus diakui pada set kedua memang ada lepas konsentrasi," ujar Christo.

Amirvala Mandanchi mengakui sangat tertekan oleh tim Indonesia sejak awal set pertama dan berlanjut pada set kedua dan ketiga meski sempat bangkit di awal set pertama.

"Mereka (Christo/David) menjadikan saya sebagai sasaran, saya tahu karena mereka melihat memang titik kelemahan ada di saya, tapi ini normal dalam tenis," ujar dia.

Dua angka kemenangan itu diperoleh pada pertandingan dua partai tunggal. Pada hari pertama, Jumat (6/3/2015), Indonesia sudah meraih dua kemenangan lewat Christopher Rungkat dan Sunu Wahyu Trijati.

Tim tenis Indonesia unggul 2-0 atas tim tamu Iran pada babak penyisihan kejuaraan tenis beregu putra antarnegara Piala Davis Grup II Zona Asia Oceania, Jumat (6/3/2015).

Petenis putra terbaik Indonesia, Christoper Rungkat, yang menjadi tunggal pertama, menang 6-2, 6-1, 6-0 atas tunggal kedua Iran, Shahin Khaledan.

Petenis Indonesia Christopher Rungkat terlalu tangguh bagi petenis Iran Shahin Khaledan setelah memetik kemenangan mudah dalam tiga set yakni dengan skor 6-2, 6-1, 6-0 pada putaran pertama grup II zona Asia Oceania Piala Davis di Palembang, Jumat (6/3/2015).

Christopher Rungkat yang menyandang peringkat 582 ATP ini mengawali pertandingan set pertama dengan langsung merebut tiga gim secara beruntun.

Petenis nomor satu Indonesia ini menyuguhkan permainan menyerang untuk memberikan tekanan sejak awal kepada lawan yang terbiasa bermain di lapangan tanah liat.

Upaya Christo, sapaan akrabnya, ternyata tidak sia-sia. Berulang kali Shahin Khaledan salah tempo permainan sehingga kerap membuat bola menyangkut di net. Petenis Iran yang tidak masuk peringkat dunia ini langsung terjebak dalam situasi sehingga tidak dapat mengembangkan permainan.

Permainan selama dua jam sepuluh menit ini berhasil dimenangkan Christopher Rungkat dengan tiga set langsung skor 6-2, 6-1, 6-0.

Christopher Rungkat mengatakan sangat puas dengan capaiannya pada hari pertama ini, karena dapat dijadikan modal positif bagi tim untuk pertandingan pada hari kedua yakni nomor ganda putra.

"Sejak awal saya sudah merencanakan permainan yang akan diterapkan. Saya tahu, Piala Davis ini pertandingan maraton yang artinya daya tahan adalah faktor sangat menentukan. Saya berusaha sabar saja, dan tidak buru-buru memenangkan setiap games karena tahu lawan berkarakter counter attack," kata Christo seusai pertandingan.

Sementara itu, Shahin Khaledan mengatakan sangat kecewa dengan permainannya hari ini. Ia tidak menyangka demikian sulit untuk lepas dari tekanan Christo sehingga tidak dapat mengembangkan permainan.

"Saya sangat optimitis saat set pertama, namun lambat laun sungguh terlihat bahwa lawan demikian tangguh dan sulit dipatahkan. Meski saya berupaya memberikan variasi serangan tapi tetap saja sulit," ujar Shahin Khaledan.

Pelatih Indonesia Roy Therik mengatakan permainan Christo pada hari pertama ini patut mendapatkan pujian, karena mampu mengeluarkan penampilan terbaik sesuai dengan predikatnya sebagai pemeringkat 582 dunia.

"Meski ada sedikit terpancing, tapi secara keseluruhan permainan Christo sangat baik. Dia mampu menerapkan strategi yang diarahkan pelatih agar menekan sejak awal, dan bermain lebih sabar. Semoga ini menjadi motivasi khusus pemain lain, terutama David yang bakal berpasangan dengan Christo di nomor ganda," ujar dia.

Pada pertandingan kedua, tunggal kedua Indonesia, Sunu Wahyu Trijati, menang 6-3, 6-1, 6-0 atas tunggal pertama Iran, Anoosha Shahgholi.

Pertandingan Indonesia melawan Iran ini berlangsung di lapangan tenis PT. Bukit Asam, kompleks Stadion Jakabaring, Palembang. Dalam format Piala Davis pertandingan berlangsung dengan sistem the best of five sets atau terbaik dalam lima set.

Keunggulan 2-0 Indonesia itu sudah diprediksi pelatih tim tenis Indonesia, Roy Therik, karena kemampuan petenis Indonesia masih jauh lebih baik ketimbang petenis Iran. Roy Therik bahkan memperkirakan Indonesia bakal menang 3-0.

Pertandingan di Piala Davis ini berlangsung tiga hari. Pada hari pertama dua pertandingan tunggal. Pada hari kedua satu partai ganda, sementara pada hari ketiga kembali dimainkan dua partai tunggal dengan komposisi pemain disilang.

Pertemuan Indonesia melawan Iran ini merupakan yang kedua kali. Pada pertandingan pertama 2011 di Iran, Indonesia menang 3-2.

Pada ajang Piala Davis tahun ini, Tim Indonesia yang diperkuat Chistopher Rungkat (25), Sunu Wahyu Trijati (28), David Agung Susanto (24), dan Aditya Harry Sasongko (27) ditargetkan menembus putaran final (putaran ketiga) grup II zona Asia Oceania.

Sementara pada 2014, Tim Davis Indonesia gagal melaju ke putaran kedua setelah takluk dari Tim Kuwait dengan skor 3-2 atau sebatas memenangkan pertandingan melawan Hong Kong pada babak play off dengan skor 3-1.

Kemenangan pasangan ganda ini sekaligus memastikan tiket Indonesia pada putaran kedua (17-19 Juli 2014) yakni menghadapi pemenang antara Kuwait dan Pakistan. Di putaran kedua, Indonesia menunggu lawan antara Pakistan dan Kuwait. Sementara ini, pertandingan antara Kuwait dan Pakistan masih berlangsung 1-1.

Putaran kedua juga dipastikan akan digelar di Indonesia karena pada pertemuan terakhir Indonesia menjalani laga tandang melawan Kuwait atau Pakistan.

Untuk lolos ke Grup I Asia Oseania, selain harus menyingkirkan Pakistan atau Kuwait, tim Merah Putih juga harus menghadapi tim terbaik di grup atas yang kemungkinan akan diambil Taiwan.

Pada Minggu (8/3/2015), masih akan dimainkan dua partai tunggal antara Indonesisa dan Iran. Karena sudah tidak menentukan hasil akhir, pertandingan akan digelar dengan sistem best of three.

Pada pertandingan hari terakhir, tim pelatih Indonesia berencana menurunkan David Agung Susanto pada tunggal ke empat dan Aditya Harry Sasongko pada tunggal kelima (peraturan mengizinkan pengantian pada satu jam sebelum pertandingan). Indonesia kemungkinan akan menurunkan David Agung Susanto dan Aditya Hari Sasongko. (jos)

See Also

The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
Koramil 07/Sambong Gelar Senam Bersama Muspika
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.444.085 Since: 05.03.13 | 0.1677 sec