Olah Raga

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Incar Gelar Keempat Di All England

Saturday, 07 Maret 2015 | View : 944

BIRMINGHAM-SBN.

Indonesia memastikan satu tempat di final All England 2015 melalui pasangan tiga kali berturut-turut juara All England, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan peringkat empat dunia ini, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil meraih tiket ke final turnamen Yonex All England Open 2015. Dengan demikian, Indonesia hanya menyisakan satu wakilnya, yaitu Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Ambisi pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir untuk meraih empat gelar beruntun di All England semakin dekat dengan kenyataan. Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir membutuhkan satu langkah lagi menuju gelar keempatnya di Yonex All England Open 2015. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tinggal selangkah lagi meraih gelar keempat beruntun di Yonex All England Open 2015.

Pasangan nomor tiga dunia ini sukses melaju ke final usai menghancurkan impian pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen di Barclaycard Arena, Birmingham, Sabtu (7/3/2015) malam WIB. Panda campuran terbaik Indonesia itu berhasil menginjakkan kaki di partai puncak usai membekuk lawan tangguh, wakil Denmark yang menjadi unggulan kedua, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, di semifinal, Sabtu (7/3/2015).

Secara peringkat, pasangan Indonesia itu kalah dua tingkat dibanding pasangan Denmark tersebut.

Apabila melihat data statistik, pihak lawan pun lebih unggul. Dari tujuh pertemuan, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir baru bisa dua kali mencuri kemenangan. Rekor pertemuan kedua pasangan itu saat itu 2-5 untuk keunggulan Joachim Fischer Nielsen/Christina Pedersen.

Rekor pertemuan kedua pasangan itu sekarang menjadi 3-5, untuk keunggulan masih di tangan Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Pada dua pertemuan terakhir di turnamen BWF Superseries Final 2013 dan BWF Destination Dubai World Superseries Final 2014 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah.

"Dari segi permainan sebenarnya kami sama. Namun kami harus siap dan lebih berfokus lagi agar bisa memenangi pertandingan," ujar Tontowi Ahmad sebelum pertandingan.

Pada duel panas ini, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tampil perkasa dan berhasil memastikan tiket ke babak final dalam waktu 43 menit.

Dalam partai semifinal, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengempaskan perlawanan pasangan peringkat ke-2 dunia asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dengan menang mudah straight game, 21-17 dan 21-11 atas unggulan kedua Denmark itu dalam pertandingan yang berlangsung di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris, Sabtu (7/3/2015).

“Di pertandingan hari ini, kami lebih fokus dari kemarin. Cari poin satu-satu. Dari pertama masuk kami tidak boleh lengah. Karena mereka mainnya juga rapi dan berpengalaman. Jangan sampai di awal kami tertekan duluan dari lawan,” kata Tontowi Ahmad mengomentari permainannya di semifinal.

Selama pertandingan, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terus melakukan tekanan. Smash-smash keras yang dilakukan Tontowi Ahmad tak bisa dikembalikan. Dia juga beberapa kali mengecoh lawan dengan menempatkan bola-bola tipis di depan net.

Pasangan tiga kali berturut-turut juara All England, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang dalam tujuh pertemuan terakhir menderita lima kekalahan dari Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen mampu meladeni permainan drive dan smes-smes keras lawannya itu. Laga pun berlangsung ketat. Tapi setelah skor 8-8, perolehan poin Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tidak lagi terbendung.

Pada game kedua, permainan kembali berlangsung ketat. Kejar mengejar angka pun terjadi hingga poin 7-7. Namun, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang tampil penuh percaya diri terus memberi tekanan kepada Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Hingga akhirnya pengembalian Christinna Pedersen menyangkut di net.

Ganda campuran peringkat empat dunia ini pun menang dengan skor 21-17, 21-11.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memang tampil lebih agresif dari pertandingannya di perempat final sebelumnya. Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mengamankan tiket ke semifinal All England setelah menyingkirkan tuan rumah Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor 21-14, 18-21, 21-19. Meskipun menang, Liliyana Natsir menyatakan tak puas atas penampilannya sendiri.

Pada pertandingan babak perempat final, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tak hanya menghadapi perlawanan Chris Adcock/Gabrielle Adcock. Juara bertahan yang menjadi unggulan keempat itu juga harus menghadapi penonton yang memberikan dukungan bagi pasangan tuan rumah yang menjadi unggulan keenam itu.

Di hadapan sembilan ribu penonton, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir langsung menggebrak dengan pukulan-pukulan tajam untuk bisa mengungguli pasangan tuan rumah 5-1, kemudian 7-2. Tak mau mengecewakan penonton, pasangan tuan rumah Chris Adcock/Gabrielle Adcock pun berusaha mengatasi ketertinggalan. Kegigihan pasangan Inggris itu pun berbuah manis. Mereka berhasil menyamakan kedudukan 10-10, lalu 12-12.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tak membiarkan pasangan tuan rumah berada di atas angin. Mereka kemudian melancarkan serangan untuk bisa kembali mendominasi permainan. Hasilnya pun ciamik. Mereka bisa unggul lagi 18-14. Sejak itu, mereka menghentikan perolehan poin Chris Adcock/Gabrielle Adcock hingga game pertama berakhir dengan skor 21-14 setelah smes Chris Adcock melebar ke luar lapangan.

Pada game kedua, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kecolongan. Sempat unggul 7-3 melalui kombinasi sejumlah pukulan smes keras, Chris Adcock/Gabrielle Adcock akhirnya mampu menyamakan kedudukan 9-9, bahkan unggul dua angka, 11-9, sebelum istrahat. Dalam kondisi itu, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berusaha mengatasi ketertinggalan. Namun, mereka malah banyak membuat kesalahan, antara lain pukulan mengenai net atau terlalu melebar. Akibatnya, pasangan tuan rumah berbalik unggul 19-16. Tertinggal tiga poin saat angka kritis membuat Tontowi Ahmad bermain tidak tenang dan banyak melakukan kesalahan. Kegagalan Tontowi Ahmad menyeberangkan bola karena menyangkut di net mengakhir game kedua dengan skor 18-21.

Pada game penentuan, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kembali berusaha menguasai permainan sejak awal. Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia tersebut sempat unggul 5-2. Tapi, lagi-lagi pasangan tuan rumah itu berhasil menyamakan kedudukan 5-5, lalu 6-6. Dalam kondisi itu, ganda campuran Indonesia peringkat keempat dunia itu meningkatkan tempo permainan. Untuk sejenak perubahan taktik itu tampak berhasil, mereka unggul 10-8. Tapi, Chris Adcock/Gabrielle Adcock mampu bangkit lagi dan menyamakan kedudukan menjadi 11-11.

Sejak angka kembar itu, perebutan poin di antara keduanya berjalan ketat. Jual-beli serangan terjadi sebelum akhirnya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir unggul 20-16. Walaupun tertinggal empat poin, Chris Adcock/Gabrielle Adcock belum menyerah. Sempat berhasil memperkecil jarak poin menjadi 19-20, pasangan tuan rumah itu akhirnya harus mengakui keunggulan ganda campuran terbaik Indonesia itu setelah smes keras dari Liliyana Natsir tak bisa dikembalikan.

Duel ketat itu pun berakhir setelah lebih dari satu jam berlangsung. Walaupun, Chris Adcock/Gabrielle Adcock akhirnya kalah, pendukung yang menyaksikan langsung di Barclaycard Arena, Birmingham, tetap memberikan tepuk tangan bagi pemain andalan mereka itu.

Ditemui wartawan seusai pertandingan, Liliyana Natsir mengungkapkan bahwa dia tidak puas dengan hasil pertandingan yang baru saja dilewatinya. "Kami terlihat mengendor di game kedua, sehingga dalam pertandingan yang penting seperti ini menjadi susah untuk mengejar kembali," ujarnya.

"Untung saja di poin-poin yang menentukan di game ketiga, mental menjadi faktor utama. Karena kami lebih tenang akhirnya bisa unggul," kata Liliyana Natsir mengungkapkan kunci kemenangannya.

Sejak awal game, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terus melancarkan serangan dan tak memberi kesempatan lawan untuk bergerak. Didukung oleh ratusan penonton Indonesia yang hadir, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pun melaju ke babak final.

“Kami senang bisa melaju ke babak final. Tapi perjuangan belum selesai, kami harus kembali fokus untuk pertandingan besok. Untuk besok final kami mau fokus untuk memberikan yang terbaik,” kata Liliyana Natsir.

Pada laga berikutnya, pasangan Indonesia sudah ditunggu unggulan pertama, ganda campuran asal China Zhang Nan/Zhao Yunlei. Pada partai final Minggu (8/2/2015) besok, Ganda campuran terbaik Indonesia ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia di final akan bertemu dengan lawan tangguh, yakni pasangan Zhang Nan/Zhao Yunlei dari Negeri Panda, China. Pada partai puncak, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akan bertemu musuh abadi, Zhang Nan/Zhao Yunlei dari Negeri Tirai Bambu, China.

Kali ini menjadi pertemuan ketiga antara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dengan Zhang Nan/Zhao Yunlei di partai final Yonex All England Open. Pada dua tahun terakhir, bagi pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Zhang Nan/Zhao Yunlei juga selalu tampil di partai puncak. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Zhang Nan/Zhao Yunlei saling berhadapan di final dua tahun berturut-turut pada 2013 dan 2014.

Pertemuan keduanya ini mengingatkan dengan partai final All England 2013 dan 2014. Dalam dua pertandingan itu, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang kini menempati peringkat empat dunia tersebut berhasil menang dan mempertahankan gelar juara yang Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir raih sejak 2012. Dimana kemenangan terus berada di pihak Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir masih memimpin 2-0.

Rekor pertemuan kedua pasangan ini sendiri, sama kuat dengan 5-5.

“Kalau sudah final sih kami secara teknik sudah seimbang ya. Tapi bagaimana bisa mengolah fokus dan menjaga mental agar tetap baik. Harusnya kami lebih unggul secara mental di banding mereka. Karena dua tahun berturut-turut di final, kami selalu menang straight game dari mereka. Tapi itu nggak boleh membuat lengah dan harus tetap antisipasi. Karena itu bisa jadi motivasi tersendiri juga buat lawan. Kami tidak mau percaya diri secara berlebihan. Harus tetap fokus,” papar Liliyana Natsir lagi. (jos)

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.272.052 Since: 05.03.13 | 0.2466 sec