Olah Raga

Praveen Jordan/Debby Susanto Terhenti Di Semifinal All England

Saturday, 07 Maret 2015 | View : 651

BIRMINGHAM-SBN.

Kiprah apik ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, berakhir antiklimaks. Sensasi semangat juang salah satu ganda campuran Indonesia  yakni Praveen Jordan dan Debby Susanto harus berakhir di babak semifinal All England Open 2015.

Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto harus terhenti di babak semi final setelah keok dari ganda nomor satu dunia, pasangan ganda campuran asal Negeri Panda, China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Zhang Nan/Zhao Yunlei dari Negeri Tirai Bambu, China lolos ke final usai di partai semifinal, Zhang Nan/Zhao Yunlei menundukkan ganda campuran Indonesia lainnya Praveen Jordan/Debby Susanto. Ganda campuran peringkat pertama dunia ini lolos ke final All England setelah menang dari campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto dalam pertandingan dua set dengan skor 21-15, 21-10 di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris.

Walau telah berhasil menumbangkan unggulan ketiga yakni Xu Chen dan Ma Jin di babak pertama ternyata lain cerita bila bertemu dengan unggulan satu yaitu Zhang Nan dan Zhao Yunlei.

Dalam waktu 41 menit keduanya mencoba mengimbangi permainan wakil Negeri Tembok Raksasa tersebut.

Bukannya tampil tanpa beban, Praveen Jordan/Debby Susanto justru bermain dalam tekanan harus menang. Akibatnya, permainan yang mengantar mereka ke babak delapan besar pun tak keluar.

Atlet yang bertandem sejak Januari 2014 itu berulang kali melakukan kesalahan sehingga duet China unggul 11-5 di gim pertama. Di gim pertama, Praveen Jordan dan Debby Susanto langsung tertinggal 5-14. Praveen Jordan/Debby Susanto mencoba mengejar  menjadi 11-19.

Zhang Nan/Zhao Yunlei semakin jauh memimpin lewat permainan yang semakin kompak, baik saat bertahan maupun menyerang.

Dengan proses yang cukup cepat, ganda nomor satu dunia tersebut unggul 20-11.

Setelah Zhang Nan/Zhao Yunlei meraih skor 20-11, pasangan Indonesia ini masih mencoba bangkit dan meraih empat poin berturut-turut. Praveen Jordan/Debby Susanto berupaya bangkit dan meraih empat poin beruntun. Namun, itu sudah terlambat. Setelah itu juara superseries finals 2014 inilah yang berhasil mengunci pertandingan menjadi 21-15.

Di gim kedua, cerita tak jauh berbeda. Berlanjut di gim kedua, tak ada perubahan yang berarti. Kedua pasangan kekasih asal China tersebut tetap terus memimpin jauh dalam perolehan poin.

Zhang Nan/Zhao Yunlei, yang sudah di atas angin, tampak menikmati pertandingan. Sebaliknya, Praveen Jordan/Debby Susanto yang butuh kemenangan, justru tidak tenang dan tampil terburu-buru.

Hanya, dalam waktu kurang dari 15 menit, duet China itu unggul 15-10. Skor itu menjadi akhir perjalanan Praveen Jordan/Debby Susanto di All England. Tekanan gencar lawan membuat poin Praveen Jordan/Debby Susanto "terkunci" di angka 10. Hingga permainan harus berakhir dengan skor 21-10 sekaligus mengukuhkan Zhang Nan dan Zhao Yunlei lah yang berhak ke babak puncak turnamen ini.

Hasil pertandingan tersebut menambah rekor kekalahan Praveen Jordan/Debby Susanto dari pasangan ganda campuran nomor satu dunia tersebut. Ini menjadi kekalahan ketiga Praveen Jordan/Debby Susanto dari tiga pertemuan dengan Zhang Nan/Zhao Yunlei. Sebelumnya, Praveen Jordan/Debby Susanto dua kali kalah dalam pertandingan sengit di Yonex Sunrise India Open pada 2014 dan Yonex Denmark Open 2014.

Melansir halaman Badmintonindonesia.org baik Praveen Jordan dan Debby Susanto mengaku tidak puas dengan hasil yang dicapai hari ini. Praveen Jordan mengaku bahwa "mereka lebih dulu ditekan oleh wakil China tersebut dan tidak bisa keluar dari tekanan tersebut, padahal mereka telah tiga kali bertemu sejatinya  perlawanan mereka harus lebih baik," terangnya.

Namun walaupun kalah dan belum puas, namun keduanya tetap bersyukur akan kemajuan permainan mereka. Mengingat tahun lalu di turnamen yang sama mereka langsung gugur di babak kualifikasi saat berhadapan dengan  Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl asal Denmark.

Sebelumnya, pasangan ganda campuran Indonesia tersebut, Praveen Jordan dan Debby Susanto berhasil melewati putaran dua All England 2015 setelah menundukkan pasangan Hong Kong, Chan Alan Yun Lung/Tse Ying Suet lewat pertarungan rubber set.

Jalannya set pertama juga cukup ketat, sempat memimpin 12-10, Praveen Jordan/Debby Susanto tersusul dan balik kalah 21-15.

Di set kedua permainan berjalan ketat hingga kedudukan 5-5 sebelum akhirnya peraih medali perunggu ASIAN GAMES 2014 itu memimpin hingga akhir 21-16 sekaligus memaksakan rubber game

Di set penentuan, sempat unggul jauh 11-2, Praveen Jordan/Debby Susanto malah tersusul, meskipun pada akhirnya berhasil menggenggam kemenangan dengan skor 21-15.

Berhasil ke perempat final, Praveen Jordan/Debby Susanto sudah ditunggu wakil Eropa, Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl.

Pertemuan hari ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya tahun lalu di turnamen yang sama Praveen Jordan/Debby Susanto harus kalah di babak kualifikasi dua set langsung, 12-21, 14-21.

Dua pemain Denmark ini perlu diwaspadai karena postur tubuh mereka yang sangat tinggi sehingga Praveen Jordan/Debby Susanto harus punya strategi untuk mengakali hal tersebut. Juga performa keduanya sedang bagus-bagusnya, apalagi minggu lalu baru saja menjuarai German Open.

Namun ganda Indonesia ini juga datang dengan semangat yang membara untuk tampil baik, apalagi setelah mampu mengalahkan unggulan tiga Xu Chen dan Ma Jin.

Praveen Jordan/Debby Susanto sendiri kepada BadmintonIndonesia.org mengatakan akan tampil fokus dan jangan sampai lengah dan justru kalah dari non unggulan.

Praveen Jordan/Debby Susanto sukses melaju ke semi final setelah berhasil menaklukan pasangan Denmark, Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl, dalam pertandingan cukup sengit pada Jumat (6/3/2015) kemarin. (jos)

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.270.105 Since: 05.03.13 | 0.1698 sec